home

Artikel Bersponsor

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Fakta tentang Alergi yang Perlu Anda Ketahui

5 Fakta tentang Alergi yang Perlu Anda Ketahui

Sejumlah orang terkadang mengalami batuk dan pilek berkepanjangan. Ternyata, batuk dan pilek bisa menjadi tanda alergi, tidak hanya disebabkan oleh penyakit demam atau lainnya. Yuk, kenali fakta tentang alergi sekarang.

5 fakta seputar alergi yang tak boleh diabaikan

Berikut adalah fakta penting mengenai kondisi ini yang wajib Anda ketahui.

Berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh

Fakta alergi yang pertama adalah kondisi ini merupakan reaksi sistem kekebalan tubuh yang tidak wajar terhadap senyawa asing di dalam tubuh. Pemicu alergi atau alergen bisa hadir dalam banyak jenis.

Reaksi tidak wajar ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh menganggap alergen sebagai hal yang berbahaya bagi tubuh. Alhasil, tubuh membentuk zat antibodi yang memicu tanda dan gejala alergi yang dialami penderita.

Ada berbagai alergen di sekitar kita

Fakta berikut adalah cukup banyak hal yang mampu menimbulkan reaksi alergi. Berikut adalah jenis alergi dan penyebabnya:

  • Alergi makanan disebabkan oleh makanan meliputi telur, susu, olahan susu, kacang hingga makanan laut
  • Alergi kulit, seperti eksim (dermatitis atopik) dan dermatitis kontak dapat disebabkan terpapar kandungan pada sabun, parfum, deterjen, atau bahan lateks
  • Alergi debu dapat dipicu oleh alergen, seperti tungau, serbuk sari, bulu hewan peliharaan
  • Alergi karena gigitan serangga disebabkan oleh semut api atau lebah
  • Alergi obat-obatan terjadi karena tubuh bereaksi terhadap kandungan obat

Faktor keturunan

Keturunan juga berperan dalam alergi. Contohnya riwayat alergi pada keluarga membuat seseorang lebih rentan terkena alergi. Studi berjudul Genetics of Allergic Diseases juga menyatakan riwayat alergi di keluarga merupakan hal efektif untuk memprediksi penyakit alergi di anggota keluarga lainnya.

Dengan kata lain, fakta yang tak boleh dilupakan adalah seseorang lebih rentan mengalami penyakit alergi seperti atopik dermatitis atau alergi makanan jika ada anggota keluarga yang memiliki riwayat alergi.

Berdampak negatif pada pikiran

Fakta alergi yang tak boleh disepelekan adalah dampak jangka panjang pada pikiran. Mengutip dari The Ohio State University, kaitan antara alergi dan kesehatan mental kemungkinan disebabkan oleh senyawa sitokin. Sitokin yang hadir sebagai respons sistem kekebalan tubuh terhadap alergen dianggap juga berpengaruh buruk pada otak dan mental seseorang.

Selain itu, alergi dapat menimbulkan berbagai gejala. Hidung tersumbat dan batuk yang disebabkan oleh alergi mampu mengganggu tidur yang seharusnya nyenyak. Kurang istirahat berdampak pada stres.

Stres, sakit kepala karena hidung tersumbat, dan gatal-gatal pada kulit juga mampu berkontribusi pada penurunan produktivitas.

Memicu ragam jenis gejala di tubuh

Fakta alergi sebelumnya telah menjelaskan reaksi tubuh mampu menimbulkan berbagai gejala. Gejala-gejala umum dari berbagai alergi dapat meliputi:

  • Batuk
  • Hidung tersumbat
  • Gatal-gatal
  • Ruam merah pada kulit
  • Sesak napas

Tips mencegah dan mengurangi reaksi alergi

penyebab penyakit batuk

Setelah mengenal fakta-fakta alergi, mari simak cara mencegah atau mengurangi reaksi alergi apabila terjadi. Cara-cara umum mencegah alergi adalah dengan:

  • Menghindari makanan penyebab alergi
  • Menjaga kebersihan rumah dan menggunakan masker ketika membersihkan debu di rumah
  • Mencari alternatif jika kandungan pada suatu produk (sabun, deterjen) memicu alergi
  • Selalu baca aturan pakai obat-obatan dan memberi tahu dokter jika menderita alergi obat-obatan

Lalu, bagaimana cara mengurangi reaksi alergi jika terjadi?

Apabila mengalami gatal-gatal, hindari menggaruk area tersebut agar tidak terjadi iritasi atau infeksi lebih lanjut. Dokter Anda juga dapat meresepkan obat oles untuk meredakan gatal-gatal. Ketika batuk atau pilek karena alergi menyerang, Anda dapat mengurangi gejalanya dengan minum obat batuk pilek dalam bentuk sirop yang mengandung:

Jenis obat batuk dengan kandungan tersebut mampu aktif tuntaskan batuk serta bebas gula atau alkohol.

Apabila reaksi alergi menyebabkan sesak napas, muntah, atau bengkak di tubuh, harap segera ke dokter karena gejala tersebut dapat menjadi indikasi dari anafilaksis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Allergies – Symptoms and causes. (2020, August 4). Mayo Clinic. Retrieved September 23, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/allergies/symptoms-causes/syc-20351497

Diphenhydramine: MedlinePlus drug information. (n.d.). MedlinePlus – Health Information from the National Library of Medicine. Retrieved September 23, 2020, from https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682539.html

Drug allergies | Reactions, symptoms & treatment. (n.d.). ACAAI Public Website. Retrieved September 23, 2020, from https://acaai.org/allergies/types/drug-allergies

Dust allergy | Causes, symptoms & treatment | ACAAI public website. (n.d.). ACAAI Public Website. Retrieved September 23, 2020, from https://acaai.org/allergies/types/dust-allergy

Eczema (Atopic dermatitis). (2020, January 31). ACAAI Public Website. Retrieved September 23, 2020, from https://acaai.org/allergies/types-allergies/skin-allergy/eczema-atopic-dermatitis

Food allergies | Causes, symptoms & treatment. (n.d.). ACAAI Public Website. Retrieved September 23, 2020, from https://acaai.org/allergies/types/food-allergy

Harvard Health Publishing. (2019, September 24). No coughing matter. Harvard Health. Retrieved September 23, 2020, from https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/no-coughing-matter

Insect sting allergies | Symptoms & treatment. (n.d.). ACAAI Public Website. Retrieved September 23, 2020, from https://acaai.org/allergies/types/insect-sting-allergy

Ortiz, R. A., & Barnes, K. C. (2015). Genetics of Allergic Diseases. Immunology and Allergy Clinics of North America, 35(1), 19-44. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4415518/

Skin allergies | Causes, symptoms & treatment | ACAAI public website. (n.d.). ACAAI Public Website. Retrieved September 23, 2020, from https://acaai.org/allergies/types/skin-allergies

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Willyson Eveiro Diperbarui 26/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x