home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kapan Harus Buang Celana Dalam Lama dan Ganti yang Baru?

Kapan Harus Buang Celana Dalam Lama dan Ganti yang Baru?

Kapan terakhir kali Anda membeli celana dalam baru? Mungkin sudah saatnya, lho, Anda buang celana dalam di lemari, jangan tunggu sobek dulu. Celana dalam yang telah dipakai sejak lama bisa menurunkan kualitas dan kenyamanan Anda. Lantas kapan waktu terbaik untuk mengganti celana dalam? Apa saja tandanya kalau celana dalam sudah harus diganti?

Tanda-tanda sudah waktunya Anda mengganti celana dalam

1. Ganti kalau karet celana dalam sudah melar

Hal pertama yang bisa Anda cek kalau mau mengganti celana dalam adalah dengan memerhatikan elastisitas celana yang Anda pakai. Jika sudah merasa tidak nyaman, longgar, atau melorot ketika digunakan, ada baiknya Anda buang saja dan beli yang baru.

2. Jika kainnya sudah bau

Ada baiknya mengganti celana dalam ketika Anda sudah mencium bau tidak sedap pada kain celana dalam, meskipun sudah dicuci.

Pasalnya, beberapa bahan celana dalam seperti bahan polyester jika tercampur dengan keringat akan memunculkan bakteri yang memicu bau.

Selain itu, bila tidak segera diganti, bakteri bisa menginfeksi vagina atau penis dan menimbulkan penyakit.

Jadi, sebisa mungkin pilih celana dalam dari bahan katun, kalau bisa yang katun 100 persen. Bahan ini lebih mudah menyerap kelembapan dan bisa memberikan sirkulasi udara yang lebih baik dari polyester.

Karena itu, bahan katun lebih tahan terhadap bakteri atau bau tidak sedap.

3. Ketika celana dalam sudah muncul bercak

Celana dalam yang sudah terlalu lama digunakan kadang menimbulkan bercak kehitaman, putih, kekuningan, atau kecokelatan. Hal itu sudah bisa dijadikan tanda bahwa Anda harus sudah mengganti celana dalam.

Bercak pada kain celana dalam bisa disebabkan oleh jamur, karat, atau bahan kimia lainnya. Hal-hal tersebut bisa membahayakan area genital Anda jika masih digunakan dan tidak dibuang.

4. Umurnya sudah lebih dari 5 tahun

Celana dalam yang sudah digunakan bertahun-tahun sudah tidak baik lagi untuk dipakai. Selain bentuk dan warnanya sudah tidak sedap dipandang mata, bakteri dan bahan kain yang digunakan juga tidak sebaik dahulu pertama membeli.

Ada baiknya Anda mengganti celana dalam setiap enam bulan hingga satu tahun sekali. Selain bentuk dan fungsinya masih nyaman, celana dalam Anda juga masih baik untuk dikenakan.

Bagaimana memilih celana dalam yang tepat untuk wanita?

Pilih yang terbuat dari bahan katun

Celana dalam berbahan katun punya pori-pori yang cukup besar, sehingga sirkulasi udara di area genital cukup baik. Bila ingin digunakan sehari-hari, usahakan pakai bahan katun agar kulit Anda bisa bernapas dengan leluasa.

Penggunaan celana dalam bahan katun juga bisa menghindari Anda dari risiko seperti biang keringat, ruam kulit, lembab, bau tidak sedap, hingga keputihan.

Pilih yang nyaman dikenakan

Celana dalam yang kesempitan atau kebesaran bisa menimbulkan iritasi atau . Untuk mendapatkan ukuran pakaian dalam yang pas cobalah untuk berdiri tegak kemudian ukur daerah pinggang yang paling nyaman ketika menggunakan pakaian dalam, yang biasanya kurang lebih dua sentimeter di bawah pusar.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How often you should replace you undies https://www.mnn.com/lifestyle/natural-beauty-fashion/blogs/how-often-should-you-replace-your-undies Diakses pada 1 November 2017.

How often should i refresh my basicshttps://www.menshealth.com/style/how-often-should-i-refresh-my-basics Diakses pada 1 November 2017.

Signs throw away you underwear http://www.goodhousekeeping.com/beauty/fashion/tips/a22827/signs-throw-away-underwear-bra/ Diakses pada 1 November 2017.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 7 hari lalu
x