home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Endometriosis Tak Bisa Disembuhkan, Tapi Bisa Diatasi Dengan 3 Cara Ini

Endometriosis Tak Bisa Disembuhkan, Tapi Bisa Diatasi Dengan 3 Cara Ini

Endometriosis adalah salah satu kondisi medis yang memengaruhi perut bagian bawah pada wanita. Ini terjadi karena jenis jaringan yang biasanya melapisi bagian dalam rahim (endometrium) malah tumbuh juga di bagian luarnya.

Beberapa wanita memiliki endometriosis tanpa menyadarinya. Namun, ada juga wanita yang mengalami nyeri haid yang parah dan kronis, tapi malah berpikir bahwa rasa nyeri yang tersebut merupakan sesuatu yang normal. Akibatnya, sering kali seorang wanita baru terdiagnosis menderita endometriosis setelah bertahun-tahun mengalaminya.

Gejala endometriosis

Gejala utama yang muncul jika Anda menderita endometriosis adalah rasa nyeri pada perut bagian bawah. Gejala ini sering muncul dan bertambah parah terutama pada saat menstruasi atau saat melakukan hubungan seksual.

Tingkat keparahan rasa nyeri bervariasi, terkadang terasa menjalar dari perut bagian bawah, punggung, hingga kaki. Ada pula yang mengatakan rasa nyerinya terasa seperti kram, dan bisa disertai dengan mual, muntah, atau diare.

Rasa nyeri yang dirasakan juga dipengaruhi oleh lokasi di mana jaringan endometrium itu tumbuh. Jaringan tersebut bisa tumbuh di bagian organ berkemih sehingga dapat menimbulkan masalah saat buang air kecil, atau di usus yang dapat menyebabkan masalah pada saat buang air besar. Bila jaringan tumbuh pada ovarium atau tuba falopi, ini dapat menimbulkan masalah kesuburan.

Bagaimana cara mengatasi endometriosis sehari-hari?

Endometriosis yang berat dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari seorang wanita, bahkan menurunkan kualitas hidupnya. Saat ini tidak ada obat untuk menyembuhkan endometriosis, tapi ada tiga hal yang dapat dilakukan untuk meringankan gejalanya.

1. Perhatikan makanan Anda

Ada teori bahwa lemak dalam makanan memengaruhi produksi prostaglandin dalam tubuh wanita. Diperkirakan bahwa tingkat prostaglandin yang tinggi dapat menyebabkan produksi estrogen yang lebih tinggi juga, sehingga dapat mempengaruhi pertumbuhan jaringan endometrium.

Studi lain menyatakan bahwa ada penurunan risiko endometriosis yang signifikan pada wanita yang rutin makan sayuran hijau dan buah segar. Kebalikannya, wanita yang sering makan daging merah justru memiliki risiko yang lebih tinggi.

Selain memperbanyak makan buah dan sayur, cobalah menghindari makanan yang dapat menyebabkan peradangan, di antaranya makanan olahan, produk susu, dan gula. Batasi konsumsi makanan tersebut dan perhatikan apakah ada perubahan dari gejala nyeri perut yang biasa Anda rasakan.

2. Olahraga teratur

Sering kali orang yang mengalami nyeri tak mau berolahraga karena takut rasa nyeri tersebut malah terasa tambah parah. Namun seiring berjalannya waktu, melakukan aktivitas fisik secara teratur justru dapat mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman yang dirasakan.

Suatu studi menunjukkan, wanita yang rutin melakukan olahraga seperti jogging, aerobik, dan bersepeda memiliki risiko lebih rendah untuk terkena endometriosis. Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu wanita yang memiliki endometriosis dengan cara:

  • Melancarkan sirkulasi darah ke organ tubuh
  • Menjaga nutrisi dan aliran oksigen ke sistem dalam tubuh
  • Mengurangi stres
  • Memicu hormon endorfin dalam otak yang dapat mengurangi rasa sakit

3. Hindari stres

Gejala endometriosis dapat menjadi lebih berat bila seseorang merasa stres. Untuk itu, Anda harus belajar untuk mengelola stres dan tekanan emosional Anda.

Cobalah menggunakan teknik relaksasi yang dapat membantu Anda untuk fokus pada hal-hal yang menenangkan sehingga bisa mengurangi produksi hormon stres. Teknik relaksasi yang dapat Anda coba dengan mudah adalah menarik napas dalam melalui hidung, kemudian keluarkan perlahan lewat mulut.

Seperti kondisi kronis lainnya, penting sekali bagi wanita penderita endometriosis untuk mengenal tubuhnya sendiri dan mengetahui cara mengatasi gejala yang dirasakan. Hal tersebut dapat dimulai dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat melalui diet dan aktivitas teratur.

Bila perubahan gaya hidup belum bisa mengatasi masalah yang dirasakan, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut serta pilihan terapi yang cocok untuk Anda.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Endometriosis: overview https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0072685/ Diakses pada 30 Januari 2018

Selected food intake and risk of endometriosis https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15254009 Diakses pada 30 Januari 2018

How to cope with endometriosis https://www.medicalnewstoday.com/articles/319692.php Diakses pada 30 Januari 2018

Ghonemy GE, Sharkawy NB. Impact of changing lifestyle on endometriosis related pain. IOSR Journal of Nursing and Health Science (IOSR-JNHS
e-ISSN: 2320–1959.p- ISSN: 2320–1940 Volume 6, Issue 2 Ver. V (Mar. – Apr. 2017), PP 120-129 www.iosrjournals.org
Diakses pada 5 Februari 2018

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Amanda Fitria Diperbarui 14/06/2021
x