home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Perlu Merawat Kebersihan Vagina Dengan Facial Vagina?

Apakah Perlu Merawat Kebersihan Vagina Dengan Facial Vagina?

Vagina perlu dijaga kebersihan dan kesehatannya. Nah, belakangan ini hadir sebuah metode baru untuk membersihkan vagina yang disebut facial vagina alias vajacial. Seperti apa caranya, dan benarkah prosedur ini aman?

Seperti apa cara melakukan facial vagina?

Facial vagina adalah metode membersihkan vulva, bukan vagina. Vulva adalah bagian terluar vagina yang dapat dilihat oleh mata telanjang, ditandai dengan punuk berdaging yang (umumnya) ditumbuhi dengan rambut pubis. Sementara vagina itu sendiri adalah terowongan jalur lahir yang dimulai dengan lubang dekat lubang kencing.

Dr. Leah Millheiser, seorang dokter kandungan dan profesor di Stanford University Medical Center, menyatakan bahwa facial vagina berfokus membersihkan garis selangkangan, tempat tumbuhnya rambut kemaluan, dan labia bagian luar.

Facial vagina dilakukan bersamaan atau setelah menghilangkan rambut kemaluan, seperti dengan laser, waxing, atau bercukur. Vajacial bertujuan untuk mengurangi rambut yang tumbuh ke dalam, penyumbatan pori di sekitar organ intim, dan mengatasi kulit kering di sekitar vagina.

Setelah menghilangkan rambut pubis, area vagina akan diuapi, dieksfoliasi untuk merontokkan sel kulit mati, hingga dioleskan masker dan juga pelembap kulit. Mirip seperti tahapan facial wajah pada umumnya.

Selain itu, beberapa salon kecantikan yang menyediakan jasa ini juga menggunakan terapi infrared untuk menyingkirkan bakteri dan mencerahkan warna kulit di area selangkangan yang menggelap akibat hiperpigmentasi.

Apakah prosedur ini aman dan dianjurkan?

Dr. Millheiser menyatakan bahwa facial vagina tidak dianjurkan karena tidak bermanfaat. Facial di area vagina justru berisiko tinggi mendatangkan risiko masalah kesehatan pada vagina Anda, seperti infeksi atau reaksi alergi. Pasalnya, kebanyakan jasa vajacial dilakukan di tempat yang tidak bersertifikat dengan teknisi yang bukan ahlinya.

Sebagian besar ahli kecantikan yang melakukan vajacial tidak memiliki pengetahuan cukup mengenai vagina. Kulit di area vulva jauh lebih tipis dan lebih sensitif dibandingkan dengan kulit wajah. Oleh karena itu, berbagai tindakan yang cukup berisiko seperti pengelupasan kulit justru bisa membuat kulit vulva menjadi lecet dan terluka.

Kulit vulva yang lecet atau bahkan terluka akibat prosedur ini berisiko tinggi untuk terinfeksi. Pasalnya, Anda juga tidak bisa memastikan kebersihan dan kesterilan alat yang digunakan. Bahkan, jika alatnya diganti setiap pemakaian pun Anda tetap berisiko terinfeksi akibat proses pencabutan rambut kemaluan atau terititasi dari krim pemutih yang dioleskan untuk mencerahkan kulit vulva.

Luka dan iritasi pada kulit vulva bisa meningkatkan risiko tertular penyakit kelamin dari berhubungan seks tanpa kondom.

Vagina tidak memerlukan perawatan khusus

Perlu dipahami bahwa vagina memiliki sistem otomatis dan alami untuk membersihkan juga melindungi dirinya sendiri.

Untuk merawat vagina, Anda hanya perlu mencuci daerah terluar (vulva) dengan kain lap yang dibasahi air dan sabun netral (tanpa parfum atau pewangi; bukan sabun antibakteri), atau usap dari depan ke belakang pakai tangan Anda dengan air mengalir. Cukup bersihkan vagina satu kali sehari, misalnya setelah berolahraga, setelah berhubungan seks, atau saat mandi.

Setelahnya, jaga agar tetap bersih dan kering. Gunakan celana dalam berbahan katun, dan hindari memakai pakaian dalam terlalu ketat. Segera ganti baju renang yang basah atau baju olahraga yang lembap oleh keringat. Vagina yang lembap merupakan “ladang” ternak bagi bakteri dan jamur penyebab infeksi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

I Got a Vagina Facial—and Lived to Tell the Tale

http://www.health.com/beauty/editor-tested-vagina-facial accessed on May 28th 2018

An OB-GYN Gets Real About Vagina Facials and Ingrown Hairs

https://www.healthline.com/health/beauty-skin-care/vagina-facials#an-athome-alternative accessed on May 28th 2018

Vagina Facial: This Is What Happened When I Did A 30-Min. V-Steam With Healing Herbs

https://www.medicaldaily.com/vagina-facial-what-happened-when-i-did-30-min-v-steam-healing-herbs-349254 accessed on May 28th 2018

What Happened When I Got a Vajacial – a Facial For My Vagina

https://www.huffingtonpost.ca/madelyn-chung/vajacial_b_6647724.html accessed on May 28th 2018

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Widya Citra Andini
Tanggal diperbarui 22/06/2018
x