Tak Selalu Minum Obat, Atasi Panas Dalam dengan Minuman Ini

    Tak Selalu Minum Obat, Atasi Panas Dalam dengan Minuman Ini

    Gejala panas dalam ringan umumnya bisa reda dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, jika dirasa sudah mengganggu, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk membantu meredakannya. Tidak selalu minum obat, salah satu cara lainnya, yaitu dengan minum minuman pereda panas dalam. Apa saja minuman tersebut? Berikut penjelasannya.

    Berbagai pilihan minuman untuk mengatasi panas dalam

    Anda mungkin sudah sering menggunakan larutan penyegar dalam kemasan untuk mengatasi panas dalam.

    Namun, tahukah Anda bahwa larutan penyegar panas dalam bisa Anda bikin sendiri dengan bahan-bahan alami yang Anda miliki di rumah?

    Ya, ada beberapa bahan alami yang bisa Anda gunakan untuk membuat minuman penyegar yang bisa membantu meredakan panas dalam.

    Bahan-bahan untuk minuman ini biasanya bisa Anda temukan dengan mudah di rumah.

    Berikut beberapa minuman untuk mengatasi panas dalam secara alami yang bisa Anda buat sendiri di rumah.

    1. Air putih

    teh daun pepaya

    Air putih bisa menjadi minuman yang ampuh untuk membantu melegakan panas dalam secara alami.

    Minum air putih yang cukup setiap hari bisa membantu menjaga hidrasi tubuh, sehingga fungsi tubuh mampu bekerja dengan baik.

    Fungsi ini juga termasuk sistem imun tubuh dalam membantu melawan penyebab infeksi yang menimbulkan gejala panas dalam.

    Minum air hangat bisa mengobati sakit tenggorokan. Namun, jika Anda mengalami demam, air yang dingin atau sejuk bisa menjadi pilihan yang lebih baik untuk menurunkan suhu tubuh.

    2. Air garam

    Salah satu manfaat air garam diketahui bisa membantu mengatasi sejumlah gejala panas dalam di tenggorokan.

    Namun, bukan untuk diminum, larutan garam hanya digunakan untuk berkumur.

    Untuk membuat larutan garam, Anda cukup larutkan satu sendok teh garam ke dalam air hangat. Lalu, gunakan air ini untuk berkumur selama beberapa menit.

    Ulangi selama beberapa kali sehari, kira-kira setiap tiga jam sekali.

    Larutan garam bisa membantu membunuh bakteri penyebab infeksi di tenggorokan dan mengencerkan dahak. Dengan begitu, gejala seperti sakit tenggorokan bisa reda dengan lebih cepat.

    3. Air madu

    Madu memiliki zat antibakteri dan antivirus yang bisa membantu membunuh bakteri dan virus sebagai penyebab infeksi di tenggorokan pemicu panas dalam.

    Berdasarkan sebuah penelitian, madu bahkan diketahui lebih efektif dalam meredakan batuk, dibandingkan obat batuk pada umumnya.

    Anda cukup melarutkan dua sendok teh madu ke dalam air hangat atau sebagai campuran teh, kemudian minum selagi masih hangat.

    Anda bisa minum minuman pereda panas dalam ini beberapa kali sehari sesuai kebutuhan Anda.

    4. Air jahe

    Seperti yang diketahui, jahe memiliki rasa yang pedas dan hangat di tenggorokan.

    Sensasi tersebut bisa membantu tenggorokan terasa lebih nyaman, sehingga meredakan sakit yang sering kali dialami saat panas dalam.

    Bukan hanya itu, jahe juga bisa berperan sebagai antiperadangan dan meningkatkan sistem imun, sehingga bisa membantu meredakan infeksi dan rasa sakit di tenggorokan.

    Anda bisa membuat air rebusan jahe yang langsung diminum atau dicampuran ke dalam teh. Jahe yang digunakan dapat berupa jahe utuh, yang sudah dipotong, diparut, hingga berbentuk bubuk.

    5. Jus lemon

    Lemon untuk batuk

    Kadar vitamin C yang tinggi di dalam lemon bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga bisa berfungsi dengan lebih baik dalam melawan penyebab infeksi pemicu panas dalam.

    Selain itu, lemon juga bisa membantu mengencerkan dahak dan meredakan sakit tenggorokan akibat panas dalam.

    Anda bisa membuat jus lemon dengan memeras satu buah lemon. Lalu, campurkan air perasan lemon tersebut ke dalam air hangat sebelum diminum untuk membantu meredakan gejala panas dalam.

    5. Larutan saus pedas

    Melansir dari Penn Medicine, Anda bisa menggunakan saus pedas sebagai minuman untuk meredakan sakit tenggorokan akibat panas dalam.

    Meski terdengar cukup aneh, saus pedas terbukti bisa meredakan sakit tenggorokan karena kandungan capsaicin yang tinggi dari cabai.

    Namun, sama seperti air garam, larutan ini hanya digunakan untuk berkumur. Untuk membuatnya, Anda cukup memberi beberapa tetes saus pedas ke dalam segelas air hangat.

    Lalu, berkumurlah selama beberapa menit dengan larutan tersebut. Mungkin akan timbul sensasi terbakar di tenggorokan saat Anda berkumur dengan larutan ini, tetapi lama-kelamaan akan mereda.

    6. Teh chamomile

    Sudah ada beberapa penelitian yang menunjukan bahwa menghirup uap teh chamomile atau langsung meminumnya sama-sama bisa membantu meredakan sakit tenggorokan akibat pilek.

    Teh chamomile juga diketahui mengandung zat antibakteri dan antiperadangan yang bisa membantu melawan dan meredakan infeksi di dalam tubuh pemicu panas dalam.

    7. Teh cengkeh

    Sama seperti teh chamomile, teh cengkeh juga memiliki zat yang berfungsi sebagai antibakteri dan antiperadangan.

    Oleh karena itu, minuman teh cengkeh dipercaya bisa membantu mengatasi infeksi dan meredakan sakit di tenggorokan.

    8. Teh hijau

    Teh hijau diketahui memiliki kadar antioksidan yang tinggi dan secara alami mengandung zat antiperadangan.

    Hasil sebuah studi menunjukkan bahwa berkumur dengan teh hijau bisa membantu meredakan sakit tenggorokan dan mempercepat proses penyembuhan.

    Untuk membuat teh hijau, Anda bisa menyeduhnya dengan segelas air hangat, kemudian diamkan hingga cukup dingin.

    Setelah itu, kumur-kumur dengan teh tersebut selama beberapa detik, yang diulangi 2 – 3 kali sesuai kebutuhan.

    9. Teh kunyit

    Kunyit sebagai obat batuk alami untuk anak

    Meski lebih umum digunakan sebagai bumbu masakan, kunyit juga bisa dicampur dengan teh untuk dijadikan minuman pereda nyeri tenggorokan akibat panas dalam.

    Kunyit diketahui mengandung kadar antioksidan, antiperadangan, dan antiseptik yang tinggi, sehingga bisa meredakan iritasi dan sakit tenggorokan.

    Sama seperti jahe, Anda bisa membuat teh yang dicampur dengan kunyit bubuk atau segar yang direbus dalam air panas.

    10. Larutan akar licorice

    Meski jarang diketahui, akar licorice sudah lama digunakan untuk mengatasi sakit tenggorokan.

    Suatu studi menunjukkan bahwa berkumur dengan larutan akar licorice bisa membantu meredakan sakit di tenggorokan.

    Anda hanya cukup berkumur selama beberapa menit menggunakan larutan ini.

    Bila minuman di atas tak cukup meredakan gejala, sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter untuk mendapat diagnosis serta obat panas dalam yang tepat.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Srivastava JK, Shankar E, Gupta S. Chamomile: A herbal medicine of the past with bright future. Mol Med Rep. 2010 Nov 1;3(6):895-901. https://doi.org/10.3892/mmr.2010.377

    Paul IM, Beiler J, McMonagle A, Shaffer ML, Duda L, Berlin CM Jr. Effect of honey, dextromethorphan, and no treatment on nocturnal cough and sleep quality for coughing children and their parents. Arch Pediatr Adolesc Med. 2007 Dec;161(12):1140-6. https://doi.org/10.1001/archpedi.161.12.1140 

    6 At-Home Remedies to Ease Your Sore Throat. (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/health-and-wellness/2018/february/sore-throat

    What Do ‘Heaty’ and ‘Cooling’ Really Mean? (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://www.healthhub.sg/live-healthy/800/Heaty-and-cooling-09Nov2015-NHG

    Sore Throat. (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://osteopathic.org/what-is-osteopathic-medicine/sore-throat/

    Sore throat – Symptoms and causes. (2022). Retrieved 19 July 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sore-throat/symptoms-causes/syc-20351635

    Batiha GE, Alkazmi LM, Wasef LG, Beshbishy AM, Nadwa EH, Rashwan EK. Syzygium aromaticum L. (Myrtaceae): Traditional Uses, Bioactive Chemical Constituents, Pharmacological and Toxicological Activities. Biomolecules. 2020 Jan 30;10(2):202. https://doi.org/10.3390/biom10020202

    Jafari H, Ariaeifar MR, Yazdani Charati J, Soleimani A, Nasiri Formi E. The Effect of Green Tea Gargle Solution on Sore Throat After Coronary Artery Bypass Grafting: A Randomized Clinical Trial. Anesth Pain Med. 2016 May 9;6(3):e32108. https://doi.org/10.5812/aapm.32108

    Chakraborty, P., Ali, S., Kaushik, S., Ray, R.N., Yadav, R., Rai, M., Singh, D., Bhakat, A., Singh, V., John, Das, K., Prasad, V.G., Nain, S.P., Singh, M.B., Chandra, P., Singh, D.K., Rai, Y., Singh, P., Singh, O., Singh, A.K., Shah, M., Pradhan, P., Bavaskar, R., Debata, L., Nayak, C., Singh, V., & Singh, K.N. (2011). Curcuma longa – A multicentric clinical verification studyIndian Journal of Research in Homoeopathy, 5, 19.

    Semwal RB, Semwal DK, Combrinck S, Viljoen AM. Gingerols and shogaols: Important nutraceutical principles from ginger. Phytochemistry. 2015 Sep;117:554-568. https://doi.org/10.1016/j.phytochem.2015.07.012

    Mashhadi NS, Ghiasvand R, Askari G, Hariri M, Darvishi L, Mofid MR. Anti-oxidative and anti-inflammatory effects of ginger in health and physical activity: review of current evidence. Int J Prev Med. 2013 Apr;4(Suppl 1):S36-42.

    Liu Q, Meng X, Li Y, Zhao CN, Tang GY, Li HB. Antibacterial and Antifungal Activities of Spices. Int J Mol Sci. 2017 Jun 16;18(6):1283. https://doi.org/10.3390/ijms18061283

    Agarwal, A., Gupta, D., Yadav, G., Goyal, P., Singh, P., & Singh, U. (2009). An Evaluation of the Efficacy of Licorice Gargle for Attenuating Postoperative Sore Throat: A Prospective, Randomized, Single-Blind Study. Anesthesia &Amp; Analgesia109(1), 77-81. https://doi.org/10.1213/ane.0b013e3181a6ad47

    Wijesundara, N., & Rupasinghe, H. (2019). Herbal Tea for the Management of Pharyngitis: Inhibition of Streptococcus pyogenes Growth and Biofilm Formation by Herbal Infusions. Biomedicines7(3), 63. https://doi.org/10.3390/biomedicines7030063

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Reikha Pratiwi Diperbarui Aug 12
    Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita