4 Tips Merawat Telinga untuk Anda yang Sering Memakai Headset

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 1 September 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Penggunaan headset dalam jangka panjang berisiko menimbulkan sejumlah masalah kesehatan pendengaran. Salah satu masalah yang paling sering terjadi adalah infeksi telinga. Hal ini sangat disayangkan, sebab infeksi telinga akibat memakai headset sebenarnya dapat dicegah bila mengetahui cara merawat telinga yang tepat.

Cara menjaga kesehatan telinga jika sering memakai headset

Tanpa Anda sadari, headset menjadi tempat berkembang biak bagi ratusan ribu bakteri. Saat memakai headset, bakteri yang menempel di sana dapat berpindah ke telinga dan menyebabkan infeksi.

Infeksi berkepanjangan bisa mengakibatkan komplikasi berupa kerusakan telinga permanen.

Untuk mencegahnya, Anda perlu mengetahui cara yang tepat merawat dan menjaga kesehatan telinga apabila sering menggunakan headset. Berikut sederet tips untuk Anda:

1. Membersihkan telinga secara rutin

Headset dapat menghambat keluarnya kotoran telinga. Lambat laun, kotoran telinga dapat menumpuk dan menjadi pemicu infeksi. Inilah sebabnya orang-orang yang sering memakai headset harus merawat telinga secara rutin.

Bersihkan bagian luar telinga dengan cotton bud atau lap basah. Jangan memasukkan cotton bud ke dalam telinga karena dapat mendorong kotoran masuk lebih dalam. Untuk mengeluarkan kotoran, gunakan obat tetes atau baby oil dahulu agar kotoran melunak.

2. Jangan berlebihan menggunakan headset

Menggunakan headset terlalu lama dapat meningkatkan risiko infeksi telinga. Sementara itu, menyetel volume headset terlalu keras bisa mengakibatkan kerusakan pendengaran secara permanen.

Orang yang sering memakai headset kerap lupa membatasi penggunaannya, padahal ini merupakan cara merawat telinga yang tak kalah penting dari membersihkan telinga Anda.

Untuk hal ini, dokter menyarakan aturan 60 persen/60 menit, yang berarti:

  • Atur volume maksimum agar tidak melebihi 60%.
  • Batasi waktu penggunaan headset selama 60 menit.

3. Membersihkan headset seminggu sekali

Bukan hanya menjaga kebersihan telinga, Anda juga harus membersihkan headset yang Anda gunakan. Hal ini bertujuan untuk mencegah bakteri berkembang biak pada headset.

Cara membersihkan headset cukup mudah. Anda hanya perlu menyiapkan bahan-bahan berupa air hangat yang telah ditetesi sabun cuci, sikat gigi baru yang belum dipakai, serta lap kering. Kemudian, ikuti langkah berikut:

  • Jika Anda menggunakan headset dengan silikon, lepaskan silikon terlebih dulu.
  • Rendam silikon dalam air sabun selama beberapa menit, lalu angkat dan keringkan dengan lap kering.
  • Gunakan sikat gigi untuk membersihkan bagian headset yang tidak boleh terkena air. Anda bisa langsung melakukan tahap ini jika tidak menggunakan headset bersilikon.

4. Menjauhkan headset dari paparan kuman

Tanpa sadar, Anda mungkin pernah meminjamkan headset kepada orang lain atau meletakkan headset di sembarang tempat. Untuk merawat dan menjaga kesehatan telinga, Anda yang sering memakai headset harus menjauhi kebiasaan ini.

Kebiasaan ini dapat mempermudah perpindahan bakteri dari telinga orang lain, headset mereka, serta lingkungan sekitar ke telinga Anda. Sedapat mungkin, simpanlah headset Anda di tempat yang bersih dan jangan biarkan orang lain menggunakannya.

Bagi pengguna headset, menjaga kesehatan telinga bukan hanya soal membersihkan telinga dari kotoran. Anda juga harus mengetahui batasan penggunaan headset, cara membersihkan headset, dan melindunginya dari paparan kuman.

Headset memang membantu Anda menikmati musik, video, serta video games tanpa mengganggu orang lain. Namun, perangkat ini juga memiliki risiko tersendiri terhadap kesehatan. Gunakanlah headset dengan bijak untuk menghindari risiko tersebut.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi dan Mencegah Infeksi Akibat Tindik di Telinga

Berikut cara mengatasi infeksi akibat tindik telinga agar infeksi tidak meluas dan mengharuskan Anda pergi ke rumah sakit.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Pertolongan Pertama, Hidup Sehat 29 Juni 2020 . Waktu baca 4 menit

Makan Makanan Sehat Dapat Membantu Menjaga Fungsi Pendengaran, Lho!

Penurunan fungsi pendengaran dapat terjadi pada siapa saja. Namun, Anda bisa menurunkan risiko gangguan pendengaran lewat diet sehat, lho.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 25 Mei 2020 . Waktu baca 5 menit

3 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Saat Telinga Kemasukan Air

Saat telinga kemasukan air, jangan panik. Panik justru membuat Anda tanpa sadar melakukan cara-cara salah saat mengatasi telinga yang kemasukan air.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 28 Agustus 2019 . Waktu baca 4 menit

3 Macam Pengobatan untuk Memulihkan Otitis Eksterna Secara Medis

Demi menghentikan perkembangan bakteri penyebab infeksi, dokter biasanya menyarankan berbagai pengobatan medis untuk mengatasi otitis eksterna. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan THT, Gangguan Telinga 6 Juli 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

otitis media

Otitis Media

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Kenapa Tidak Boleh Membersihkan Telinga Pakai Cotton Bud?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
masalah telinga

4 Masalah yang Umum dan Sering Terjadi pada Telinga

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 10 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
bahaya dan komplikasi anemia

Waspada, Ini Bahaya Anemia yang Mungkin Mengintai Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 4 menit