home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Gejala Awal Gangguan Pendengaran karena Penggunaan Earphone dan Cara Mengatasinya

Gejala Awal Gangguan Pendengaran karena Penggunaan Earphone dan Cara Mengatasinya

Banyak orang menggunakan earphone untuk mendengarkan musik saat bekerja, belajar, di kendaraan umum, atau saat berolahraga. Penggunaannya makin meningkat di masa pandemi ketika pemakaian gadget juga melejit. Earphone berupa speaker kecil yang dapat dimasukkan ke lubang telinga. Penggunaannya cukup aman dalam jangka pendek dan volume kecil. Tapi penggunaan earphone dengan volume suara keras dan terus menerus dalam jangka waktu lama dapat mengganggu kesehatan telinga. Seperti apa gejala awal gangguan pendengaran akibat penggunaan earphone?

Penggunaan earphone dapat memengaruhi kesehatan telinga

Telinga kita merupakan anatomi yang unik dalam tubuh manusia. Struktur anatominya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu telinga luar, tengah, dan dalam. Penggunaan earphone dalam jangka lama akan berdampak pada telinga luar dan dalam.

Pada telinga bagian luar, terdapat kulit telinga yang sangat tipis dengan banyak pembuluh darah halus. Penekanan earphone yang cukup keras dalam waktu lama akan menyebabkan pembengkakan liang telinga dan menimbulkan nyeri yang cukup mengganggu.

Rasa sakit ini ini seringkali sampai membuat sakit kepala dan mengganggu proses mengunyah makanan pada rahang di sisi yang sama dengan telinga yang sakit.

Selain rasa nyeri, pembengkakan liang telinga akan memengaruhi suara yang masuk dan dapat didengar oleh telinga. Semakin sempit liang telinga akibat bengkak, maka semakin sedikit bunyi yang masuk dan dapat didengar oleh telinga.

Sedangkan pada telinga bagian dalam banyak terdapat saraf-saraf pendengaran yang bisa mengalami kelelahan ketika terpajan bunyi dalam terus menerus dalam intensitas yang lama. Kondisi ini sering menyebabkan telinga berdenging atau berdengung.

Jika berlangsung terus menerus tanpa diwaspadai, maka pelan-pelan akan dapat menyebabkan penurunan pendengaran.

Saraf-saraf ini membutuhkan waktu untuk pulih dari pajanan bunyi terus menerus. Jika telinga diistirahatkan dari penggunaan earphone dan suara-suara keras lainnya saraf pendengaran akan pulih dan pendengaran akan berfungsi kembali. Namun jika telinga terus terpajan bunyi seperti penggunaan earphone dengan volume tinggi dalam waktu lama, maka tidak mustahil penurunan kemampuan pendengaran akan menetap atau permanen.

Jika kondisi telinga berdenging ini berlangsung terus-menerus lebih dari 5 menit dalam sehari dan lebih dari 2 minggu, maka kondisi bisa menetap dan tidak mustahil terjadi gangguan pendengaran yang juga menetap.

Berikut ini gejala awal gangguan pendengaran akibat penggunaan earphone.

  • Telinga berdenging atau berdengung
  • Kesulitan mendengar dengan volume rendah dan kebutuhan untuk menaikkan volume.

Jika pengguna earphone yang mendengarkan musik dengan volume tinggi merasakan nyeri tajam di area tertentu di telinga, coba kurangi frekuensi penggunaan dan segera konsultasikan ke dokter spesialis THT.

Bijak menggunakan earphone untuk menjaga kesehatan telinga

gangguan pendengaran earphone

Dengan memahami hal-hal tersebut, maka kita dapat lebih bijak saat menggunakan earphone dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu agar kita terhindar dampak buruk earphone bagi pendengaran telinga. Berikut ini adalah cara memakai earphone dan headset yang benar.

  • Lakukan strategi 60/60

Ketika menggunakan earphone, jangan mendengarkan bunyi lebih dari 60 menit per hari dan 60 persen dari volume maksimal. Kekuatan suara lebih dari 85 dB (setara dengan suara buldozer) dapat memengaruhi pendengaran. Jika didengarkan selama 8 jam nonstop, telinga bisa rusak secara permanen. Berikan waktu istirahat untuk telinga atau gunakan speaker

  • Tidak lebih dari satu jam dalam sehari

Seperti anjuran WHO, batasi penggunaan earphone dan headset tidak lebih dari 1 jam dalam sehari. Oleh karena itu, pastikan untuk tidak menggunakan alat tersebut ketika hendak tidur guna menghindari pemakaian lebih dari durasi yang dianjurkan.

Save your ear!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh dr. Yupitri Pitoyo, Sp. THT-KL Diperbarui 17/05/2021