home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Faktor yang Memengaruhi Seseorang Menyukai Sesama Jenis (Homoseksual)

Faktor yang Memengaruhi Seseorang Menyukai Sesama Jenis (Homoseksual)

Homoseksualitas adalah orientasi seksual yang menunjukkan ketertarikan terhadap orang lain yang memiliki jenis kelamin atau gender yang sama. Penjelasan mengenai penyebab penyuka sesama jenis sebenarnya masih menjadi perdebatan panas di dunia sains modern.

Penelitian awal menyebutkan homoseksual sebagai gangguan mental sehingga mencipatkan diskriminasi dan stigma di masyarakat. Bagaimana dengan penelitian sekarang ini, apakah penyebab seseorang menjadi penyuka sesama jenis benar dipengaruhi oleh pergaulan?

Apa saja faktor penyebab gay pada manusia?

pasangan gay ciri-ciri

Banyak penelitian yang melaporkan bahwa orientasi seksual sedikit banyak sudah ditentukan semenjak dalam kandungan, berkat kode genetik khusus yang membedakan homoseksual dengan heteroseksual, yaitu Xq28.

Lalu muncul pertanyaan, apakah faktor biologis lainnya — mulai dari struktu otak, trauma, hingga hormon — juga bisa memengaruhi kecenderungan homoseksualitas seseorang?

1. Trauma masa kecil

Ada satu penelitian yang dilakukan di Kinsey Institute kepada seribu orang penyuka sesama jenis dan 500 orang ke penyuka lawan jenis.

Penelitian ini mengamati kondisi psikologis yang mungkin memengaruhi apakah seseorang adalah penyuka sesama jenis (homoseksual) atau penyuka lawan jenis (heteroseksual). Beberapa faktornya adalah hubungan orangtua-anak, pengalaman seksual di masa kanak-kanak, hubungan dengan teman sebaya, dan pengalaman berpacaran.

Hasilnya menyatakan bahwa penyuka sesama jenis mengalami salah satu atau lebih dari ketiga situasi traumatis.

Mereka yang menyatakan dirinya sebagai gay atau lesbian tidak lebih disayang oleh ibunya, ditinggalkan oleh ayahnya, atau pernah setidaknya satu kali mengalami kekerasan seksual jika dibandingkan dengan penyuka lawan jenis.

2. Saudara kandung

Penelitian Anthony Bogaert pada tahun 2018 menyatakan bahwa laki-laki yang memiliki kakak laki-laki cenderung penyuka sesama jenis.

Alasan penyebab gay dari penelitian ini masih belum ditemukan, namun Blanchard menyatakan bahwa hal ini berhubungan dengan imun ibu ketika mengandung anak.

Antibodi ibu yang lebih kuat dibandingkan janin “melarang” untuk adanya perkembangan pola perilaku pria pada umumnya.

Sejalan dengan alasan ini, hanya sesuai dengan saudara laki-laki yang lahir dalam kandungan ibu yang sama.

3. Bentuk otak

Ada kesamaan bentuk otak pria penyuka sesama jenis dengan wanita penyuka pria, dan kesamaan ini juga ditemukan pada struktur otak dari wanita lesbian dengan pria penyuka wanita.

Kesamaan itu adalah salah satu ukuran sel pada hipotalamus yang berada pada otak. Penelitian ini dilakukan oleh Simon LeVay, seorang ilmuan penyuka sesama jenis, yang ingin mencari jawaban mengenai orientasi seksualnya.

Tapi, masih ada kebimbangan LeVay, apakah otak yang menentukan orientasi seksual atau sebaliknya? Penelitian lain yang dilakukan oleh Larkin dan Roselli pada domba, menyatakan bahwa ada perbedaan ukuran hipotalamus pada domba homoseksual dengan yang tidak.

4. Genetik

Salah satu kecurigaan para ilmuwan terhadap penyebab penyuka sesama jenis muncul dari kode genetik unik Xq28. Meski demikian, ilmuwan belum dapat memastikan bahwa gen tersebut adalah faktor utama di balik asal usul penyebab gay.

Menariknya lagi, sepasang anak kembar identik lebih cenderung untuk menjadi penyuka sesama jenis dibandingkan pada kembar fraternal. Inilah yang menjadi alasan mungkin saja gen gay benar adanya.

Tapi bagaimana bisa? Karena pada kenyataanya, orang dengan orientasi homoseksual tidak mungkin memiliki keturunan langsung dengan pasangan sesama jenisnya.

Hal ini terjawab oleh penelitian yang dilakukan oleh Boclandt dkk pada tahun 2006. Penelitian itu menyatakan bahwa garis turunan dari ibu yang membuat gen gay bertahan.

5. Hormon kehamilan ibu

Penelitian pada domba hamil yang disuntikkan hormon testosterone pada periode kritis perkembangan janin menghasilkan keturunan perempuan yang menunjukkan perilaku homoseksual.

Pada manusia, terkena hormon yang ada pada janin perempuan baik kepada calon bayi berjenis kelamin perempuan atau laki-laki akan menyebabkan calon bayi ini tertarik kepada laki-laki di masa yang akan datang.

Penyebab seseorang menjadi penyuka sesama jenis belum diketahui secara pasti, tapi beberapa faktor di atas bisa memengaruhi.

Meski begitu, masih banyak diskriminasi, perlakuan negatif, dan stigma terhadap kelompok homoseksual. Maka itu, tidak sedikit gay atau lesbian yang lebih memilih untuk menyembunyikan orientasi seksualnya ini.

Jika merasa tidak yakin dengan orientasi seksual Anda, tak perlu merasa khawatir karena tidak berarti ada yang salah dengan diri Anda. Hal ini sebenarnya normal dialami oleh siapapun.

Tak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan ahli seperti psikolog atau psikiater untuk membantu Anda mengenal diri lebih dalam. Satu-satunya orang yang dapat menentukan orientasi seksual Anda adalah diri Anda sendiri.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Michael Bailey, Paul L. Vasey, Lisa M. Diamond, S. Marc Breedlove, Eric Vilain, Marc Epprecht. (2016). Sexual Orientation, Controversy, and Science. Psychological Science In The Public Interest. Retrieved fromhttps://journals.sagepub.com/doi/full/10.1177/1529100616637616

American Psychological Association. (2021). What Scientists Know—And Don’t Know—About Sexual Orientation. Retrieved 17 June 2021, fromhttps://www.psychologicalscience.org/news/releases/what-scientists-know-and-dont-know-about-sexual-orientation.html

Association for Psychological Science. (2021). Answers to your questions for a better understanding of sexual orientation and homosexuality. Retrieved 17 June 2021, fromhttps://www.apa.org/topics/lgbtq/orientation

Planned Parenthood. (2021). What causes sexual orientation?.  Retrieved 17 June 2021, fromhttps://www.plannedparenthood.org/learn/sexual-orientation/sexual-orientation/what-causes-sexual-orientation

American Psychological Association. (2021). Just the facts about sexual orientation and youth: A primer for school personnel. Retrieved 17 June 2021, fromhttps://www.apa.org/pi/lgbt/resources/just-the-facts

 

Foto Penulis
Ditulis oleh Gadis Rima Astari pada 02/05/2017
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x