6 Tanda Bahwa Anda Kurang Tidur

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 05/09/2017
Bagikan sekarang

Salah satu aktivitas yang paling menyenangkan adalah tidur. Selama tidur, korteks (bagian otak yang berperan dalam menyimpan memori pikiran/bahasa/dll) akan melepaskan diri dari indra dan masuk ke mode pemulihan. Sehingga tidak heran jika setelah tidur, Anda akan kembali berenergi untuk menjalankan aktivitas.  Tidur yang cukup dapat memperbaiki tubuh dan pikiran yang dapat membuat tubuh melakukan fungsi terbaiknya.

Setiap orang sudah mengetahui bahwa ia membutuhkan waktu tidur setidaknya 7 sampai 8 jam per hari. Namun, sering kali seseorang, mungkin termasuk Anda, mengorbankan waktu tidur untuk menyelesaikan pekerjaan/tugas atau sekadar bermain ponsel pintar untuk menjelajah di dunia maya. Padahal, kurangnya waktu tidur dapat berdampak pada kesehatan tubuh Anda. Sebuah studi juga telah menemukan bahwa kurang tidur dapat berkaitan dengan terjadinya tekanan psikologis dan risiko penyakit jantung/diabetes tipe 2 yang lebih besar.

Berikut adalah beberapa tanda bahwa Anda kurang tidur yang perlu Anda ketahui:

1. Mudah lupa

Tidur tidak hanya dapat mengembalikan energi Anda, namun juga berperan dalam proses belajar. Kurang tidur dapat mempengaruhi kemampuan kognitif, termasuk dalam proses belajar/berpikir/memecahkan masalah. Sehingga kurang tidur dapat membuat Anda kesulitan untuk belajar secara efektif. Selain itu, kurang tidur juga dapat membuat Anda sulit mengingat sesuatu yang telah Anda pelajari.

2. Berat badan bertambah

Jika Anda kurang tidur, tubuh Anda akan cenderung memproduksi lebih banyak hormon ghrelin yang berperan dalam menimbulkan rasa lapar, namun hanya menghasilkan sedikit hormon leptin yang berperan dalam menimblukan rasa kenyang.

Selain itu, kurang tidur akan membuat Anda tetap merasa lelah. Akibatnya, disaat Anda lelah, Anda tidak memperhatikan apa yang Anda makan. Yang Anda tahu adalah Anda lapar dan harus makan supaya kenyang. Hal tersebutlah yang dapat meningkatkan risiko bertambahnya berat badan.

Kurang tidur tidak hanya membuat Anda terus lapar, namun juga keinginan untuk makan makanan yang tinggi lemak dan karbohidrat. Sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang tidur kurang dari 6 jam per hari lebih beresiko untuk mengalami obesitas dibandingkan dengan mereka yang tidur lebih dari 6 jam per hari.

3. Lebih mudah sakit

Saat tidur cukup, sistem kekebalan tubuh Anda akan memproduksi sitokin, protein yang membantu melindungi tubuh dari infeksi. Sehingga, kurang tidur dapat memperburuk sistem kekebalan tubuh yang berdampak pada produksi hormon sitokin tersebut. Akibatnya, kurang tidur dapat membuat Anda lebih mudah mengalami sakit.

Sebuah studi telah menemukan bahwa seseorang yang tidur kurang dari 7 jam per hari memiliki risiko tiga kali lebih besar untuk mengalami demam/flu dibandingkan dengan mereka yang tidur lebih dari 8 jam per hari.

4. Stres, emosi, dan depresi

Sebuah studi menemukan bahwa kurang tidur membuat seseorang lebih mudah mengalami stres dan emosi menjadi tidak terkendali. Emosi yang tidak terkendali tersebut sering kali akan membuat orang bertindak tanpa berpikir lebih panjang atau melakukan sesuatu yang buruk tanpa bermaksud melakukannya.

Selain itu, sulit tidur biasanya diakibatkan oleh depresi, dan ternyata, kurang tidur juga dapat membuat Anda lebih mudah mengalami depresi. Kedua hal tersebut merupakan hal yang saling berkaitan.

5. Kulit terlihat kusam atau berjerawat

Tidur cukup dapat membuat kulit melakukan regenerasi yang optimal. Sehingga kurang tidur dapat memberikan dampak pada kesehatan kulit Anda, yaitu :

  • Meningkatan produksi hormon kortisol. Hormon kortisol dalam jumlah yang banyak tersebut dapat memecahkan kolagen, protein yang berperan dalam menjaga kelembutan dan keelastisitas kulit Anda. Akibatnya, kulit Anda akan lebih mudah keriput dan terlihat lebih tua.
  • Mengurangi produksi hormon pertumbuhan yang berperan dalam proses pertumbuhan dan meningkatkan massa otot, ketebalan kulit, dan menguatkan tulang.
  • Mengganggu keseimbangan hormon dan meningkatkan kadar estrogen pada tubuh. Sehingga dapat memicu pertumbuhan jerawat pada kulit.
  • Membuat mata Anda terlihat lelah dan meningkatkan risiko timbulnya garis-garis halus pada kulit, kulit menjadi tindak kencang, dan lingkaran hitam pada bawah mata Anda atau sering disebut dengan mata panda.

6. Gangguan pada mata

Tanpa Anda sadari, kurang tidur dapat mengganggu kesehatan mata Anda, yaitu mata merah, mata lelah, mata menjadi lebih sulit untuk fokus, dan berpotensi mengalami penglihatan ganda.  

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

Atasi Susah Tidur Akibat Stres Selama Pandemi COVID-19 dengan 4 Cara Ini

Banyak orang yang mulai mengeluhkan susah tidur, terutama selama pandemi COVID-19 terjadi. Apa yang menjadi penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 29/04/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

Mengapa Perlu Matikan Lampu Saat Tidur?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020
resep membuat bakwan

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
sakit perut setelah buka puasa

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
maag saat puasa obat Omeprazole

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020