Pelumas seks kadang dibutuhkan untuk membantu penetrasi lebih lancar dan tidak menyakitkan. Jika Anda pemula dan baru ingin menggunakan pelumas seks saat berhubungan intim, ikuti cara pakai pelumas yang benar berikut ini.
Pelumas seks kadang dibutuhkan untuk membantu penetrasi lebih lancar dan tidak menyakitkan. Jika Anda pemula dan baru ingin menggunakan pelumas seks saat berhubungan intim, ikuti cara pakai pelumas yang benar berikut ini.

Pelumas seks alias lubrikan adalah gel yang digunakan untuk mengurangi gesekan dan mencegah iritasi selama berhubungan intim.
Penggunaan pelumas sangat bermanfaat, terutama bagi wanita yang mengalami vagina kering, baik karena faktor hormonal, stres, atau kondisi medis tertentu.
Nah, bagi Anda yang baru pertama kali menggunakan pelumas, berikut ini cara memakai pelumas yang aman dan tepat.
Sebelum mengetahui cara pakai pelumas, pastikan Anda memilih jenis pelumas yang tepat sesuai kebutuhan. Berikut ini beberapa jenis pelumas yang ada di pasaran.
Seperti yang disebutkan di atas, masing-masing jenis lubrikan memiliki keunggulan dan kekurangan. Jika menginginkan pelumas yang serbaguna dan mudah dibersihkan, sebaiknya pilihlah pelumas berbahan dasar air.
Bila ingin pelumas yang tahan lama, Anda bisa memiliki pelumas berbahan dasar silikon atau minyak.

Salah satu hal yang terkadang luput dari perhatian beberapa orang saat menggunakan pelumas adalah memperhatikan kandungan bahan di dalam produk lubrikan.
Pasalnya, beberapa jenis produk pelumas bisa mengandung bahan iritan seperti parfum atau pewarna yang bisa memicu iritasi pada kulit kelamin, terutama jika Anda memiliki kulit yang sensitif.
Beberapa produk lubrikan juga ada yang mengandung bahan gliserin. Mengutip situs Stanford University, gliserin dapat meningkatkan risiko infeksi jamur vagina.
Oleh sebab itu, perhatikanlah kandungan bahan didalam pelumas sebelum membelinya. Pastikan juga pelumas yang Anda beli telah terdaftar dan teruji keamanannya.
Setelah menemukan pilihan produk pelumas yang sesuai, pakai pelumas dengan menuangkan secukupnya pada area kelamin.
Tuangkan beberapa tetes pelumas saja ke tangan, lalu aplikasikan secara merata ke area vagina, penis, anus, atau mainan seks yang akan digunakan.
Pasalnya, menggunakan terlalu banyak pelumas dapat membuat area kelamin menjadi terlalu licin dan bisa meningkatkan risiko cedera pada penis atau vagina.
Gunakanlah pelumas untuk meningkatkan kenyamanan saat berhubungan intim melalui seks vaginal. Oleskan pelumas pada area vulva dan vagina, terutama jika vagina mengalami kekeringan.
Setelah itu, ratakan pelumas secara perlahan sebelum penetrasi. Anda bisa menambahkan lebih banyak pelumas jika saat berhubungan vagina masih terasa kering dan nyeri saat penetrasi.

Berbeda dari penggunaan untuk seks vaginal, cara memakai pelumas saat berhubungan seks anal biasanya membutuhkan penggunaan yang lebih banyak untuk mengurangi gesekan.
Pasalnya, mengutip Planned Parenthood, area anus tidak dapat menghasilkan lubrikasi alami sehingga memasukkan mainan seks atau penis ke dalam anus bisa memicu iritasi dan rasa nyeri.
Jika Anda ingin menggunakan pelumas bersama dengan kondom, pastikan oleskan pelumas di area luar kondom secukupnya agar tidak terasa terlalu licin.
Nah, itulah beberapa cara pakai pelumas seks yang tepat dan aman. Dengan cara pemakaian yang tepat, pelumas bisa membantu meningkatkan kepuasan dalam berhubungan intim.
Ringkasan
Panduan cara menggunakan pelumas yang aman dan benar, yaitu sebagai berikut.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Ask the Expert: How to Apply Lube and Prevent Pain during Sex. (2023). University of Rochester. Retrieved 03 April 2025, from https://www.rochester.edu/uhs/ask-the-sexpert-how-to-apply-lube-prevent-pain-during-sex/
Łaniewski, P., Owen, K. A., Khnanisho, M., Brotman, R. M., & Herbst-Kralovetz, M. M. (2021). Clinical and personal lubricants impact the growth of vaginal lactobacillus species and colonization of vaginal epithelial cells: an in vitro study. Sexually Transmitted Diseases, 48(1), 63-70.
Obstetrics & Gynecology. (n.d.). Female Sexual Medicine. Retrieved 03 April 2025, from https://obgyn.stanford.edu/divisions/gyn/fsm/ask.html
Versi Terbaru
15/04/2025
Ditulis oleh Zulfa Azza Adhini
Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.
Diperbarui oleh: Fidhia Kemala