4 Cara Mengatasi Kelainan Hiperseksual

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Hiperseksualitas adalah kondisi di mana seseorang yang memiliki obsesi pada seks dan memiliki dorongan seksual yang sangat kuat. Tanda-tanda lainnya adalah tidak dapat mencapai kepuasan seksual meskipun melakukan banyak aktivitas seksual, tidak dapat mengontrol gairah seks (termasuk masturbasi berlebihan), sering berganti pasangan, memiliki perilaku seksual yang tidak pantas dan berisiko, menganggap seks sebagai “pain killer”, dan meningkatnya penggunaan pornografi.

Siapa yang berisiko menderita kondisi hiperseksual?

Hiperseksualitas dapat terjadi baik pada pria maupun wanita, meskipun hal ini lebih sering terjadi pada pria. Gangguan hiperseksual ini juga dapat menyerang siapa saja tanpa memandang orientasi seksual (apakah heteroseksual, homoseksual, atau biseksual). Hiperseksualitas dapat terjadi pada orang yang memiliki:

  • Masalah alkohol atau penyalahgunaan obat
  • Kondisi kesehatan mental lain seperti gangguan mood (depresi atau gangguan bipolar), atau kecanduan judi
  • Riwayat kekerasan fisik atau seksual

Apa akibatnya jika hiperseksualitas tidak ditangani?

Perlu Anda ketahui bahwa hiperseksualitas dapat memiliki banyak konsekuensi negatif yang mempengaruhi Anda dan orang lain, seperti:

  • Berjuang dengan perasaan bersalah, malu, dan rendah diri
  • Depresi, stres, dan kecemasan yang ekstrem
  • Merusak hubungan
  • Memiliki banyak utang akibat pembelian pornografi dan layanan seksual
  • Memiliki koneksi dengan HIV, hepatitis, atau infeksi menular seksual lainnya

Oleh karena itu, jika Anda merasa bahwa Anda memiliki hiperseksualitas, lakukanlah beberapa cara di bawah ini untuk membebaskan diri Anda dari berbagai konsekuensi negatif yang dapat menerpa.

Cara mengatasi kondisi hiperseksual

1. Psikoterapi

Ini adalah bagian yang sangat penting dari setiap jenis pengobatan terhadap kecanduan. Isu yang akan dibahas dalam sesi terapi ini termasuk mengidentifikasi, mengubah pola pikir negatif dan membatasi keyakinan, berurusan dengan konflik internal, meningkatkan wawasan dan kesadaran diri, dan melihat hubungan antara masalah interpersonal dan kecanduan Anda.

2. Terapi kelompok

Terapi kelompok melibatkan sesi reguler dengan sejumlah kecil pecandu seks lainnya. Sesi ini dipimpin oleh seorang terapis. Jenis terapi ini sangat bermanfaat, karena masing-masing anggota kelompok dapat saling mendukung dan belajar dari pengalaman masing-masing. Terapi ini juga ideal untuk menghadapi alasan, pembenaran, dan penolakan yang berjalan seiring dengan perilaku kecanduan.

3. Terapi keluarga dan pasangan

Perilaku adiktif selalu berdampak pada keluarga dan kerabat. Sesi terapi ini memberikan kesempatan Anda untuk mengatasi emosi, konflik yang belum terselesaikan, dan perilaku problematik. Sesi ini dapat memperkuat sistem pendukung utama Anda dengan membantu orang-orang terdekat Anda mendapatkan pemahaman yang lebih baik akan kecanduan yang Anda miliki.

4. Obat-obatan

Obat-obatan sering memainkan peran utama dalam pengobatan gangguan hiperseksual. Beberapa obat dapat membantu mengurangi perilaku kompulsif dan pikiran obsesif, sementara yang lainnya dapat menargetkan hormon tertentu yang terkait dengan kecanduan seks atau dapat mengurangi gejala yang menyertai seperti depresi atau kecemasan.

  • Antidepresan: Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) adalah jenis yang paling umum dari antidepresan yang digunakan untuk mengobati hiperseksualitas. SSRI termasuk obat-obatan seperti Paxil, Prozac, dan Zoloft. Obat tersebut dapat membantu mengurangi pikiran obsesif dan perilaku kompulsif. Mereka juga membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan.
  • Antiandrogen: Obat ini dapat menargetkan efek androgen (hormon seks) pada laki-laki dan mengurangi dorongan seksual. Antiandrogen biasanya digunakan untuk mengobati pria pedofil.
  • LHRH (Luteinizing Hormone-Releasing Hormone): Obat ini menurunkan produksi testosteron dan membantu mengontrol pikiran obsesif yang berkaitan dengan kecanduan seksual.
  • Penstabil mood: Obat dalam kategori ini termasuk Lithium dan Depakote. Umumnya obat ini digunakan untuk mencegah episode manik pada individu dengan gangguan bipolar, obat ini efektif dalam membantu mengurangi dorongan seksual yang intens.
  • Naltrexone: Obat ini sering digunakan untuk mengobati kecanduan alkohol dan ketergantungan opioid. Sebagai agonis opioid, ia bekerja dengan menargetkan pusat kesenangan di otak yang berhubungan dengan beberapa jenis perilaku adiktif.

Akan sulit untuk menemukan keberanian dalam mencari bantuan, terutama karena hal ini terasa cukup memalukan. Sayangnya, beberapa pecandu seks tidak mencari pengobatan hingga mereka mencapai titik ketika mereka dihukum akibat pelanggaran seks atau ketika anggota keluarga dan pasangan memberikan ultimatum. Jika Anda curiga bahwa Anda memiliki hiperseksualitas, jangan menunda untuk melakukan pengobatan. Anda pantas untuk bahagia dan menjalani kehidupan yang tidak lagi dikendalikan oleh kecanduan Anda.

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mengapa Wanita Lebih Sering Mendesah di Ranjang Dibanding Pria?

Menurut penelitian, desahan wanita belum jadi jaminan kalau ia merasa cukup terangsang. Lalu apa artinya? Ini dia jawaban dari para ahli!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 18 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

4 Tips Perawatan Setelah Sunat Agar Cepat Sembuh

Anda perlu memberikan perawatan yang tepat untuk mencegah infeksi atau timbulnya komplikasi setelah sunat. Perhatikan panduannya berikut ini, ya.

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Bayi, Perawatan Bayi, Parenting 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Pasangan Anda belum cukup luwes dan percaya diri saat berhubungan intim? Tenang, ini dia berbagai cara merangsang istri yang ampuh dan penuh kehangatan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Seksual, Tips Seks 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Telat haid memang bisa jadi ciri hamil, tapi bisa juga tidak. Jadi berapa lama sejak telat datang bulan bisa menjadi pertanda kehamilan. Cek di sini ya!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Wanita, Menstruasi 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

impotensi

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
buah zakar gatal

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
cara tahan lama

Berbagai Cara Agar Pria Tahan Lama Saat Berhubungan Seks

Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
fungsi testis

Mengenal Fungsi Testis, Anatomi, dan Risiko Penyakit yang Menyertainya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit