home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Benarkan Ukuran Vagina Menentukan Seberapa Hebatnya Orgasme Wanita?

Benarkan Ukuran Vagina Menentukan Seberapa Hebatnya Orgasme Wanita?

Katanya, bentuk vagina yang sudah melar bisa membuat seks tidak lagi terasa nikmat bagi laki-laki dan perempuan itu sendiri. Itu sebabnya banyak perempuan yang mencari berbagai macam cara untuk kembali merapatkan bentuk vagina demi mendapatkan orgasme yang diidamkan. Benarkan besar kecilnya bentuk vagina seorang wanita bisa memengaruhi kepuasan seksual semua orang yang terlibat dalam hubungan seks tersebut?

Bentuk vagina memengaruhi kenikmatan orgasme, benar atau tidak?

Banyak yang percaya kalau bentuk vagina itu pada awalnya sangat ketat. Saat sudah sudah berhubungan seks lama-lama vagina akan melar karena sudah dimasuki penis.

Anggapan itu salah besar. Yang perlu lebih dulu dipahami adalah, sebenarnya ukuran dan bentuk vagina setiap wanita bisa berbeda-beda.

Para ahli menemukan bahwa kedalaman liang vagina rata-rata adalah sekitar 10 cm, dengan lebar liang vagina rata-rata bisa sekitar 2.1-3.5 cm. Bentuk vagina dengan lebar liang yang terlalu sempit (hanya sekitar 2 cm) memang dapat menyebabkan wanita merasa nyeri saat berhubungan seks, sehingga pengaruhi kenikmatan orgasme. Vagina yang terlalu rapat bahkan bisa menjadi pertanda Anda mengalami vaginismus.

Bagaimana dengan vagina yang sudah kendur? Tidak ada patokan yang dibuat dalam dunia medis untuk menentukan seberapa ketat atau kendurnya vagina perempuan. Jangan salah. Pasalnya, meski memang vagina kendur lebih sering dialami oleh perempuan yang sudah pernah melahirkan, vagina perempuan yang masih “perawan” pun juga bisa mengendur.

Mengendurnya vagina adalah respons alami tubuh tanda bahwa seorang wanita sebenarnya telah terangsang dengan baik, sehingga penetrasi akan lebih mudah dilakukan dan tidak terasa sakit.

Sampai saat ini masih sedikit penelitian medis yang dapat membuktikan bahwa ukuran dan bentuk vagina wanita berpengaruh pada kemampuannya untuk mencapai orgasme atau membuat seks terasa tak nikmat. Bahkan sebuah penelitian yang dimuat dalam jurnal International Urogynecology tahun 2011 menunjukan bahwa ukuran vagina sama sekali tidak memengaruhi gairah dan aktivitas seksual perempuan.

Terlebih, ada banyak faktor lainnya yang bisa memengaruhi kepuasan seksual perempuan agar bisa mencapai orgasme. Mulai dari rasa percaya dan keintiman dengan pasangan, seberapa jauh ia sudah terangsang, rangsangan apa saja yang ia terima, dan berbagai masalah psikologis lainnya.

Tidak semua orgasme wanita bisa dicapai lewat penetrasi vagina

Selama ini kita menganggap bahwa orgasme wanita hanya bisa dicapai lewat penetrasi penis ke dalam vagina. Padahal berdasarkan sebuah penelitian yang dikutip oleh Medical Daily, hanya ada kurang dari 25% perempuan yang mengaku mengalami orgasme lewat seks penetratif penis.

Ketimbang pusing memikiran ukuran dan bentuk vagina Anda demi orgasme yang nikmat, mengapa tidak melihatnya dari sudut pandang baru? Ada banyak cara bagi perempuan untuk meraih orgasme. Salah satunya adalah dengan rangsangan klitoris, sebuah tombol seks yang sedikit tersembunyi di dekat lubang vagina. malah, ada lebih banyak wanita yang merasa lebih mudah berorgasme lewat stimulasi klitoris.

Ya, klitoris adalah titik rangsangan yang bisa memicu adanya orgasme. Pasalnya ada sekitar delapan ribu titik saraf yang bermukim di klitoris wanita. Meski masih pro dan kontra, orgasme memang dapat dicapai dengan merangsang klitoris, baik secara tidak langsung lewat posisi seks tertentu saat penetrasi penis menyenggol klitoris, atau dengan rangsangan langsung misalnya dengan permainan tangan atau seks oral.

Jangan terlalu pusing mengkhawatirkan ukuran vagina Anda

Dilansir dalam laman WebMD, Christoper Tarnay, MD seorang direktur divisi Female Pelvis Medicine and Reconstructive Surgary dari UCLA Medical Center mengatakan, terkadang wanita terlalu takut akan kondisi vaginanya.

Padahal, setiap wanita memiliki bentuk vaginanya masing-masing. Selama tidak ada masalah kesehatan yang timbul, tidak masalah seperti apa bentuk vagina Anda. Namun jika ada yang Anda khawatirkan dengan rasa sakit, ketidaknyamanan atau perdarahan saat berhubungan seks, segera temui dokter Anda.

Pada dasarnya untuk bisa mendapatkan orgasme yang nikmat, hubungan seks yang ideal haruslah didukung dengan ikatan emosional yang kuat dengan pasangan, suasana yang nyaman, dan tidak melupakan foreplay (pemanasan), bukan bentuk vagina.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Worth Tammy. Tanpa Tahun. Does vagina Size Matter?. [Online] Tersedia pada: https://www.webmd.com/women/features/vagina-size#1 (Diakses 9/1/2018)

Schimpf Megan O dkk. 2010. Does vaginal Size Impact Sexual Activity and Function?. International Urogynecol Journal. 21(4): 447-452

Barnes Zahra. 2014. The Size of Your Vagina: Is It Normal?. [Online] Tersedia pada: https://www.womenshealthmag.com/health/vagina-size (Diakses 9/1/2018)

International Society for Sexual Medicine. Tanpa Tahun. Can the Vagina Tighten Over Time. [Online] Tersedia pada: http://www.issm.info/sexual-health-qa/can-the-vagina-tighten-over-time/ (Diakses 10/1/2018)

SERC. Tanpa Tahun. Sexual Desire and Pleasure. [Online] Tersedia pada: http://www.serc.mb.ca/sexuality-relationships/female-sexuality/sexual-desire-and-pleasure  (Diakses 10/1/2018)

Foto Penulis
Ditulis oleh Rr. Bamandhita Rahma Setiaji Diperbarui 06/11/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
x