Kecanduan seks merupakan jenis kecanduan serius yang harus mendapat perhatian khusus. Ada banyak dampak negatif yang muncul dalam kehidupan bila Anda memilikinya. Berikut ini adalah beberapa akibat kecanduan seks yang perlu diperhatikan.
Kecanduan seks merupakan jenis kecanduan serius yang harus mendapat perhatian khusus. Ada banyak dampak negatif yang muncul dalam kehidupan bila Anda memilikinya. Berikut ini adalah beberapa akibat kecanduan seks yang perlu diperhatikan.

Kecanduan seks adalah kondisi saat seseorang tidak mampu mengontrol perilaku seksualnya. Pikiran pecandu akan dipenuhi tentang hal-hal berbau seks yang tak bisa dilepaskan.
Akibatnya, orang yang kecanduan seks kerap melakukan berbagai perilaku tidak wajar seputar hubungan intim meski sudah tahu ada konsekuensinya.
Beberapa efek negatif dari kecanduan seks yang perlu Anda perhatikan adalah sebagai berikut.

Seseorang yang kecanduan seks lebih berisiko mengalami penyakit kelamin, terutama HIV/AIDS, gonore, dan sifilis. Penyakit ini dapat memengaruhi pria maupun wanita.
Pecandu seks kerap kali bergonti-ganti pasangan tanpa memedulikan kesehatan pasangannya.
Untuk memenuhi keinginannya tersebut, mereka mungkin juga melakukan kegiatan yang berisiko, misalnya sering berhubungan dengan pekerja seks komersial.
Wanita yang kecanduan seks juga sangat berisiko mengalami kehamilan yang tidak diharapkan.
Tentu saja, bila kehamilan tidak direncanakan dan diharapkan, kondisi ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan ibu hamil dan janin di dalam kandungannya.
Pecandu seks juga cenderung tidak produktif. Ini karena mereka akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk terlibat dalam kegiatan yang berbau seks.
Pikiran dan dorongan tentang seks juga membuat merea sulit berkonsentrasi pada pekerjaan. Akibatnya, performa kerja menurun, tugas-tugas terbengkalai, dan potensi pengembangan karier terhambat.
Orang yang kecanduan seks sering mengalami isolasi sosial. Mereka lebih memilih menyendiri dan mengabaikan hubungan dengan orang di sekitar untuk memenuhi hasrat seksualnya.
Kondisi ini membuat hubungan dengan keluarga, teman, dan rekan kerja makin memburuk. Ini karena yang ada di dalam pikirannya hanyalah hal-hal berbau seks.
Masalah mental yang cukup serius merupakan salah satu akibat kecanduan seks. Pecandu sering kali merasa malu, tidak berdaya, dan bahkan stres karena sulit mengendalikan dirinya.
Perilaku yang tidak ditangani dengan baik bahkan bisa memicu depresi ringan hingga berat, gangguan kecemasan, hingga kecenderungan untuk menyalahgunakan alkohol dan zat terlarang.

Orang dengan kecanduan seks memiliki gairah yang lebih tinggi serta sering terobsesi dengan aktivitas seksual meski mungkin baru saja melakukannya.
Tak ayal, kondisi ini kemungkinan besar akan sangat sulit dipahami oleh pasangan normalnya.
Hal ini mungkin membuat mereka mengabaikan pasangan dan kesulitan membangun hubungan yang sehat. Ini karena fokus utamanya adalah kepuasan diri sendiri, bukan pasangan.
Dorongan seks yang tidak terkendali berisiko membuat seseorang terjerat dalam kasus hukum.
Pemerkosaan, pelecehan seksual, hingga mengintip orang lain dengan cara memasang CCTV di toilet umum bisa menjadi aktivitas liar akibat gangguan mental ini.
Kemudian, hal-hal seperti inilah yang membuat efek menjadi pecandu seks sangat berbahaya.
Artikel terkait
Banyak orang mempunyai hasrat seksual yang tinggi. Namun, mereka masih bisa mengendalikan diri dan mampu memenuhi kebutuhan seksualnya dengan cara yang wajar.
Sementara itu, orang-orang yang kecanduan seks biasanya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
Mengatasi kecanduan seks memerlukan kesadaran diri dan bantuan profesional. Anda perlu mengenali ciri-ciri masalah ini sedini mungkin agar bisa mengambil kembali kendali atas kehidupan.
Lewat dukungan dan perawatan yang tepat, Anda bisa memperbaiki perilaku dan membangun kembali hubungan yang lebih bermakna.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Sex addiction. (2017). Psychology Today. Retrieved August 14, 2024, from https://www.psychologytoday.com/us/basics/sex-addiction
Sex addiction: Causes, symptoms, treatment & recovery. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved August 14, 2024, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22690-sex-addiction-hypersexuality-and-compulsive-sexual-behavior
Does society have a sex addiction problem? (2022). Mayo Clinic. Retrieved August 14, 2024, from https://www.mayoclinichealthsystem.org/hometown-health/speaking-of-health/does-society-have-a-sex-addiction-problem
Sexually transmitted diseases (STDs). (2023). Mayo Clinic. Retrieved August 14, 2024, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sexually-transmitted-diseases-stds/symptoms-causes/syc-20351240
Sahithya, B. R., & Kashyap, R. S. (2022). Sexual addiction disorder— a review with recent updates. Journal of Psychosexual Health, 4(2), 95-101. https://doi.org/10.1177/26318318221081080
Blessed, A., Victor, O. B., & Barnabas, U. (2018). Sex and sexual addiction in the United States of America: An overview of its epidemiology, management and prevention strategies. Journal of Addiction Research & Therapy, 09(05). https://doi.org/10.4172/2155-6105.1000366
American Psychiatric Association. DSM-5 Task Force. (2013). Diagnostic and statistical manual of mental disorders: DSM-5.
Versi Terbaru
26/08/2024
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Edria
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro