Mungkinkah Kena Penyakit Kelamin Lewat Dudukan Toilet Umum?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Meskipun terlihat bersih, dudukan toilet umum tetap saja menimbulkan kekhawatiran. Pasalnya, toilet diketahui menjadi sarang berbagai jenis kuman. Ini sebabnya banyak orang yang lebih memilih toilet jongkok karena takut tertular kuman, apalagi terkena penyakit kelamin dari toilet duduk. Tunggu dulu, benarkah penyakit kelamin bisa ditularkan lewat dudukan toilet? Berikut penjelasannya.

Apakah saya bisa terkena penyakit kelamin dari dudukan toilet?

buang air kecil setelah berhubungan intim

Pada dasarnya, virus memasuki tubuh melalui membran mukosa, yaitu jenis kulit yang ditemukan di mulut, alat kelamin, dan anus. Virus juga bisa masuk ke tubuh melalui permukaan kulit yang terbuka (luka) atau cairan air mata.

Menurut dr. Mary Jane Minkin, seorang profesor klinis kebidanan dan kandungan di Yale Medical School, sebagian besar bakteri tidak bisa tinggal di luar jaringan manusia. Pasalnya, jaringan tubuh manusia adalah lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri.

Sementara itu, Philip Tierno, Ph.D., seorang profesor klinis dari NYU Langone Medical Center mengatakan bahwa virus herpes, klamidia, dan gonore hanya bisa hidup di luar tubuh manusia selama sekitar 10 detik. Itu artinya baik bakteri atau virus penyebab penyakit kelamin tidak dapat hidup di luar tubuh dalam jangka waktu yang lama.

Maka, hampir tidak mungkin seseorang terinfeksi penyakit kelamin melalui dudukan toilet umum, handuk, atau benda lain yang digunakan oleh orang yang terinfeksi.

Selain itu, bakteri atau virus penyebab penyakit kelamin juga tidak akan ikut terbawa oleh urine. Karena itulah, bakteri atau virus tidak akan menempel pada permukaan yang dingin dan keras seperti toilet.

Yang seharusnya lebih dikhawatirkan adalah penularan lewat kontak antar kulit (sentuhan) atau mulut (ciuman). Ya, berciuman dapat menyebarkan penyakit herpes. Bahkan, ciuman yang lebih basah dan dalam dapat menyebarkan penyakit gonore dan klamidia.

Sementara itu, kontak dari kulit dan kulit juga dapat menyebarkan infeksi seperti kutil kelamin, herpes, kudis, dan kutu kemaluan.

Cara aman menggunakan toilet umum

ingin kencing terus gugup

Walaupun dudukan toilet tidak akan membuat Anda terkena penyakit kelamin, tidak ada salahnya untuk tetap melindungi diri Anda dari paparan kuman di toilet. Caranya adalah dengan membersihkan dudukan toilet dengan tisu terlebih dahulu sebelum digunakan.

Setelah selesai buang air kecil atau besar, bersihkan dan lap bagian kelamin hingga kering untuk mencegah kuman tertinggal di bagian kemaluan Anda. Jangan lupa untuk membilas (flush) toilet untuk membilas kuman-kuman yang masih tersisa di toilet.

Sistem kekebalan tubuh Anda sendiri adalah pertahanan utama melawan penyakit menular di toilet umum. Yang terpenting adalah Anda wajib cuci tangan sehabis dari toilet

Cuci tangan bukanlah sekadar cuci, gosok, bilas, dan keringan begitu saja. Lakukan teknik cuci tangan dengan baik dan benar selama 20 sampai 30 detik pada seluruh bagian telapak tangan dan jari, termasuk di bawah kuku jari. Berikan gosokan lembut pada sela-sela jari Anda untuk melonggarkan dan melepaskan kuman yang bersarang di tangan. Setelah itu, bilas hingga bersih dan keringkan dengan tisu atau mesin pengering tangan.

Tak cuma sampai di situ, gunakan tisu kering saat menutup kran air dan menyentuh gagang pintu toilet saat hendak keluar dari toilet. Hal ini berguna untuk mencegah tangan Anda membawa kuman saat kembali beraktivitas.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kumis dan Jenggot Tidak Tumbuh pada Sebagian Pria

Tak semua pria itu sama. Ada yang brewokan dan kumisan, tapi ada juga yang tidak tumbuh jenggot dan kumis di wajahnya. Apa penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Benarkah Obat Kumur Bisa Mengobati Sariawan?

Banyak orang menggunakan obat kumur sebagai pengganti obat sariawan. Apa saja kandungan dalam obat kumur? Benarkah bisa mengobati sariawan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 25 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mengenal Jenis-Jenis Yoga dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Yoga adalah salah satu jenis olahraga yang diminati banyak orang. Tapi, apakah Anda tahu apa saja manfaat yoga untuk kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fitriana Deswika
Latihan Kelenturan, Kebugaran 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Bahaya Mie Instan Jika Terlalu Sering Dikonsumsi

Mie instan mungkin makanan favorit masyarakat Indonesia, terutama anak kos di akhir bulan. Namun, tahukah Anda bahaya makan mie instan?

Ditinjau oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Theresia Evelyn
Fakta Gizi, Nutrisi 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya pakai earphone saat tidur

Waspada Bahaya Infeksi Telinga Akibat Pakai Earphone Saat Tidur

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Thendy Foraldy
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
Apa Fungsi Obat Methylprednisolone

Obat Penambah Tinggi Badan, Apakah Benar Bisa Membuat Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
luka gatal mau sembuh

Kenapa Biasanya Luka Terasa Gatal Kalau Mau Sembuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit