Kondom Juga Ternyata Bisa Kedaluwarsa. Seperti Ini Ciri-cirinya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Seperti halnya makanan, ternyata kondom juga ada tanggal kedaluwarsanya. Biasanya tanggal kedaluwarsa (expiration date) kondom tercantum pada kemasannya. Akan tetapi, mungkin saja tanggal yang dicantumkan sudah pudar sehingga sulit dibaca. Bisa juga terjadi kesalahan pada proses produksi sehingga informasi kedaluwarsanya tidak sesuai. Untuk menghindari risiko berhubungan seks menggunakan alat kontrasepsi yang sudah tidak layak lagi, langsung simak berbagai ciri kondom kedaluwarsa berikut ini.

Berapa lama umur simpan kondom yang aman?

Setiap jenis kondom memiliki daya simpan yang berbeda-beda, tergantung pada bahan dasar dan kemasannya. Namun, secara umum kondom bisa disimpan selama dua hingga lima tahun setelah kondom diproduksi. Ingat, daya simpan ini berlaku sejak kondom dibuat di pabrik, bukan sejak Anda membeli kondom dari toko. Maka, cara paling tepat dan efektif untuk mengetahui umur simpannya adalah memeriksa tanggal kedaluwarsa pada setiap kemasan kondom.

Anda dianjurkan untuk memerhatikan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli kondom. Jangan membeli kondom yang tidak ada informasi tanggal produksi maupun kedaluwarsanya. Jika kondom yang Anda miliki sudah melampaui batas kedaluwarsa, segera buang dan jangan dipakai.

Ciri-ciri kondom kedaluwarsa

Bila kondom yang sudah terlanjur Anda beli tidak ada tanggal expired-nya, buka kemasan dan perhatikan kondom Anda. Kalau tekstur kondom tersebut terasa kering dan kaku, itu berarti kondom sudah tidak layak pakai.

Namun, jika Anda membeli kondom yang mengandung spermisida atau lubrikan, biasanya teksturnya justru terasa lengket. Seolah-olah permukaannya saling menempel dan sulit diurai. Ini artinya kondom tersebut telah kedaluwarsa.

Dalam beberapa kasus, kemasan kondom juga bisa mengindikasikan apakah kondom Anda masih layak digunakan. Setiap kemasan kondom baru yang masih bagus seharusnya terasa sedikit menggembung karena udara yang melindungi kondom dalam plastik atau kertas timah. Kalau kemasan kondom terasa kempes, berarti udara di dalam kemasan sudah bocor. Besar kemungkinan kondom di dalamnya sudah rusak dan tak layak pakai. Buang dan ganti dengan kondom baru yang kemasannya masih bagus.

Mengapa tidak boleh pakai kondom kedaluwarsa?

Kondom dibuat dari bahan yang rentan kerusakan seiring berjalannya waktu. Ada kondom yang terbuat dari lateks (getah karet) dan ada juga yang bahan dasarnya poliuretan (plastik sintetis). Bahan-bahan tersebut bisa mengalami degradasi atau kehancuran secara alami.

Bayangkan kantong plastik belanja yang didiamkan selama bertahun-tahun. Lama-lama plastik tersebut akan hancur dan berlubang, meskipun Anda tidak menggunakannya. Hal ini jugalah yang akan terjadi pada kondom kedaluwarsa.

Meskipun belum hancur dan berlubang, ketahanan kondom yang sudah expired sudah sangat jauh berkurang. Akibatnya kondom jadi mudah robek dan bocor ketika digunakan untuk berhubungan seks.

Bahaya pakai kondom kedaluwarsa

Bila Anda nekat menggunakan kondom yang sudah kedaluwarsa, ada berbagai risiko yang mungkin muncul. Kondom yang robek berisiko menyebabkan penularan penyakit kelamin seperti gonore, klamidia, hepatitis, hingga HIV/ AIDS. Di samping penularan penyakit, pasangan juga mungkin jadi hamil. Ingat, masih jauh lebih murah beli kondom baru daripada nantinya harus mengeluarkan banyak uang untuk mengobati penyakit.  

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Mata Kucing Pada Anak? Waspada Gejala Kanker Mata

Orangtua perlu mewaspadai mata anak yang seperti mata kucing. Ada kemungkinan hal ini tanda kanker mata atau retinoblastoma.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Penyakit Kanker Lainnya 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Mungkinkah Hamil Akibat Saling Menggesekkan Alat Kelamin (Petting)?

Petting adalah aktivitas yang menjurus ke hubungan seks tanpa benar-benar melakukan penetrasi. Apakah melakukan petting bisa hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Kesehatan Seksual, Tips Seks 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

7 Hal yang Bisa Terjadi Pada Tubuh Jika Anda Berhenti Minum Pil KB

Pil KB berhubungan dengan hormon. Itu sebabnya, saat Anda memutuskan untuk berhenti minum pil KB akan muncul berbagai efek samping. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Kontrasepsi 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Kenali Tanda dan Cara Mengatasi Anak Hiperaktif

Sebagai orangtua, Anda perlu tau bedanya anak yang aktif dan hiperaktif. Yuk, kenali tanda dan cara mengatasi anak hiperaktif!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Kesehatan Anak, Parenting 4 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pijat payudara

Buat Para Suami, Ini 7 Tips Pijat Payudara untuk Seks yang Lebih Panas

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
penyebab air mani berdarah

Apa yang Menyebabkan Air Mani Bercampur Darah?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara pakai termometer

Mengenal 4 Jenis Termometer yang Paling Umum, dan Cara Pakainya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
apa itu lucid dream

Sedang Mimpi Tapi Sadar? Begini Penjelasan Fenomena Lucid Dream

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Rr. Bamandhita Rahma Setiaji
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit