Informasi Dasar Seputar HPV Pada Laki-laki (Penyebab, Pencegahan, dan Vaksin HPV)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Infeksi Human papillomavirus (HPV) lebih diketahui masyarakat sebagai penyebab kanker serviks. Karena itu, imunisasi (vaksin) untuk mencegah HPV lebih gencar disosialisasikan pada perempuan. Padahal HPV juga dapat menyerang kaum laki-laki dan menyebabkan kanker penis. Selain kedua jenis kanker tersebut, beberapa jenis HPV juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker mulut atau tenggorokan, serta kanker anus. Selengkapnya soal HPV pada laki-laki, simak di bawah ini. 

Bagaimana laki-laki bisa kena infeksi HPV?

HPV pada laki-laki bisa ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang sudah terinfeksi dengan HPV. Penularan sangat mudah dan paling sering terjadi melalui seks anal, vaginal, atau oral.

Perlu diingat, HPV dapat ditularkan meskipun orang yang terinfeksi tidak menunjukkan tanda dan gejala apa pun.

Apakah ada pemeriksaan untuk HPV pada laki-laki?

Untuk sampai saat ini belum ada pemeriksaan skrining HPV selain untuk kanker serviks pada perempuan. Oleh sebab itu, kebanyakan kasus HPV pada laki-laki baru diketahui saat sudah mencapai kondisi serius sehingga sulit untuk ditangani.

Mencegah HPV pada pria

Cara yang paling efektif adalah dengan pemberian vaksin HPV. Vaksin ini membentuk kekebalan tubuh sehingga sifatnya adalah mencegah infeksi, bukan menyembuhkan.

Di Indonesia, terdapat dua jenis vaksin HPV yang beredar yaitu bivalen (dua jenis virus HPV) dan tetravalen (empat jenis virus HPV). Vaksin HPV bivalen untuk mencegah kanker serviks, sedangkan tetravalen selain untuk kanker serviks juga untuk kutil kelamin.

Apakah seks dengan kondom bisa mencegah HPV?

Kondom memang dapat mencegah infeksi HPV. Namun, cara ini tidak dapat menjamin 100 persen Anda bebas dari virus.

Pasalnya, HPV masih mungkin menginfeksi area yang tidak terlindung oleh kondom dan penularan juga dapat terjadi melalui kontak antar kulit yang terinfeksi. Misalnya saat melakukan seks oral atau anal. Jadi belum tentu lewat alat kelamin saja.

Bagaimana cara pemberian vaksin HPV pada laki-laki?

Sama seperti perempuan, vaksin HPV diberikan sebanyak tiga kali pada lengan bagian atas dengan jarak antar vaksin yaitu enam bulan.

Menurut CDC di Amerika Serikat, vaksin HPV dapat diberikan lebih cepat, yaitu saat usia sembilan tahun dan harus diselesaikan sebelum usia 13 tahun. Apabila diberikan dalam rentang usia tersebut, vaksin hanya perlu diberikan dua kali. Jaraknya mulai dari enam hingga dua belas bulan antar vaksin.

Jangan tunggu sampai usia dewasa atau setelah menikah

Vaksin HPV lebih efektif jika diberikan pada usia muda, yaitu sebelum aktif secara seksual (sebelum menikah). Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI) menyarankan orangtua untuk memberikan vaksin HPV pada anak laki-laki pada usia 10 hingga 12 tahun.

Pria dengan risiko tinggi terinfeksi HPV (homoseksual atau yang suka berganti pasangan seksual baik laki-laki maupun perempuan), dan laki-laki yang mengidap HIV atau sistem kekebalan tubuh lemah sampai usia 26 tahun juga sebaiknya segera mendapatkan vaksin HPV pada pria.

Amankah bila laki-laki mendapat vaksin HPV?

Sejak vaksin HPV mendapat izin edar pertama kali pada tahun 2006, vaksin ini dinilai sangat aman, efektif, dan sangat minim efek samping yang serius baik untuk perempuan atau laki-laki. Efek samping yang umum yaitu rasa sakit dan kemerahan bekas suntikan. Beberapa studi juga sudah menunjukkan vaksin ini terbukti dapat melindungi laki-laki dari kutil kelamin dan kanker anus.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit