backup og meta

Ngidam tapi Tidak Hamil, Mengapa Bisa Terjadi?

Ngidam tapi Tidak Hamil, Mengapa Bisa Terjadi?

Pernahkan Anda sangat menginginkan makanan makanan tertentu dan keinginan ini sulit dikendalikan? Rasanya seperti ngidam, tapi tidak hamil. Ketahui hal yang menyebabkan keinginan makan yang kuat dan cara mengatasinya. 

Penyebab ngidam tapi tidak hamil

Ngidam saat hamil terjadi akibat perubahan hormon. Namun, keinginan kuat untuk makan pada dasarnya bisa dialami siapa pun. Kondisi ini disebut dengan food craving

Berikut beberapa kemungkinan penyebab food craving.

1. Kondisi mood

Saat suasana hati sedang menurun, Anda cenderung ingin mengonsumsi makanan enak untuk membuat diri merasa nyaman. Jenis makanan ini disebut comfort food

Comfort food biasanya tinggi kalori, tinggi lemak, dan gula. Gula dan lemak bisa memicu pelepasan dopamin yang menimbulkan rasa senang.

Di satu sisi, dampak stres pada tubuh bisa menyebabkan sensasi ngidam.

Ketika stres, hormon kortisol dalam tubuh meningkat, ini berkaitan dengan munculnya rasa lapar, hasrat makan, dan kebiasaan makan nonstop.

Tak heran bila Anda sering ngidam makanan manis atau berlemak saat stres meskipun tidak hamil.

2. Kekurangan zat gizi tertentu

Saat Anda ngidam makanan tertentu, tubuh Anda mungkin saja sedang kekurangan zat gizi protein dan serat.

Orang yang sering mengalami food craving sebelumnya tidak banyak mengonsumsi sumber protein dan serat.

Padahal, baik protein maupun serat punya fungsi mengendalikan nafsu makan. 

Protein berperan penting meningkatkan hormon peptida YY, yaitu hormon yang membatasi asupan makanan.

Protein juga menurunkan hormon ghrelin atau hormon pemicu nafsu makan. Sementara itu, serat memperlambat pengosongan lambung. 

3. Kurang tidur

Kurang tidur ternyata rentan membuat Anda ngidam berat tapi tak hamil. Mengapa demikian?

Kurang tidur ternyata meningkatkan hormon ghrelin, pemicu nafsu makan dan rasa lapar. Hal ini menyebabkan cepat lapar.

Kurang tidur pun memengaruhi bagian otak yang memikirkan tentang makanan. Otak akan berpikir seolah-olah makanan merupakan “hadiah”, sehingga Anda ingin mendapatkannya terus-menerus.

4. Sindrom premenstrual (PMS)

Sebelum haid, Anda mungkin merasakan beberapa sensasi tidak nyaman, mulai dari mood menurun hingga hasrat ingin makan banyak.

Menjelang menstruasi, hormon estrogen dan progesteron naik-turun. 

Saat hormon estrogen naik, ada kecenderungan untuk ngidam makanan tinggi karbohidrat. Selain itu, kenaikan hormon progesteron bisa memicu keinginan minum yang manis-manis. 

Meski begitu, peneliti melihat kemungkinan penyebab ngidam tapi tidak hamil ini tidak berkaitan dengan hormon pemicu lapar dan nafsu makan. Jadi, penyebabnya bisa jadi adalah hormon estrogen dan progesteron.

5. Kurang minum

food craving

Ngidam tapi tidak hamil bisa juga muncul akibat kurang minum air. Bagaimana kaitannya?

Otak ternyata sering menyalahartikan sensasi haus sebagai rasa lapar palsu. Akibatnya, Anda justru mengalami food craving sehingga makan berlebihan.

Air pun membantu memenuhi sisa ruang di lambung. Jadi, perut lebih penuh dan terasa kenyang lebih lama. 

Kekurangan air membuat sisa ruang kosong di lambung dibiarkan begitu saja sehingga Anda mungkin merasa lapar.

6. Mengonsumsi junk food

Kebiasaan makan tidak sehat ini bisa menyebabkan ngidam tapi tidak hamil karena junk food kaya akan lemak dan gula.

Kedua kandungan merangsang senyawa dopamin dan opioid di otak. Alhasil, Anda jadi ingin mengonsumsi junk food terus-menerus.

Asupan junk food yang tak terkendali bisa menyebabkan kecanduan yang mirip dengan kecanduan penyalahgunaan obat. 

Terlalu sering makan junk food juga meningkatkan kadar lemak dan gula darah, sehingga rentan terkena penyakit.

7. Kurang aktivitas fisik

Beberapa studi menemukan bahwa orang yang impulsif atau rentan kecanduan sesuatu cenderung memiliki rasa ngidam tidak hamil. 

Studi terbitan The International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity (2016) menemukan bahwa dibandingkan duduk terus, berjalan 5 menit dalam setiap jam bisa mengurangi food craving.

Kurang aktivitas fisik ternyata menghambat aliran darah. Jadi, energi  lebih mudah berkurang dan tubuh mudah lelah.

Akibatnya, tubuh ingin mendapatkan makanan untuk mengembalikan energi.

Selain itu, kurang olahraga bisa meningkatkan stres dan masalah mood. Keduanya sudah diketahui sebelumnya sebagai pemicu ngidam berlebih.

Cara mengatasi ngidam tapi tidak hamil

Ada beberapa upaya yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi food craving, apa saja?

1. Penuhi kebutuhan air

Dalam sehari, pastikan Anda minum air sebanyak delapan gelas berukuran 230 ml per hari atau total sebanyak dua liter.

Pastikan pula Anda mengonsumsi makanan sayur dan buah kaya air, seperti bayam dan semangka.

2. Makan sebelum lapar

Makan sebelum lapar mencegah kenaikan hormon pemicu lapar.

Jadi, nafsu makan pun terkendali dan Anda terhindar dari food craving. Untuk itu, pastikan jam makan harian Anda teratur.

3. Kunyah permen karet

Ada berbagai penelitian melihat mengunyah permen karet mengurangi nafsu makan.

Proses mengunyah bisa melepaskan hormon di usus yang mengurangi rasa lapar berlebih. Namun, pastikan kunyah permen karet tanpa gula.

Penting Anda ketahui

Makan permen karet berlebihan bisa membuat buah terasa tak lezat sehingga mengurangi keinginan makan buah.

4. Olahraga rutin

Lakukanlah olahraga intensitas sedang hingga tinggi selama 30 menit per hari.

Olahraga bisa memperbaiki mood, menjaga energi di tubuh, dan mengalihkan pikiran Anda dari rasa ngidam tapi tak hamil.

5. Kelola stres

Ada beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk mengendalikan stres. Anda bisa mencoba meditasi untuk menenangkan pikiran. 

Lakukan hobi untuk menyegarkan pikiran dari tuntutan pekerjaan yang penuh tekanan.

Jangan sungkan untuk mengutarakan beban pikiran dengan orang-orang yang dipercaya.

6. Tidur cukup

Untuk menghindari ngidam tapi tidak hamil, pastikan Anda tidur malam selama 8 – 9 jam per hari.

Agar tidur nyenyak, hindari penggunaan ponsel dan matikan lampu sebelum tidur.

Kamar gelap bisa memicu hormon kantuk. Main ponsel sebelum tidur justru merangsang aktivitas otak yang membuat Anda terjaga.

7. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang tidak membuat Anda gemuk, justru membantu menahan nafsu makan berlebih.

Penuhi separuh piring dengan sayur dan buah-buahan tinggi serat. Isi seperempat piring dengan lauk tinggi protein, seperti tahu, tempe, dan dada ayam.

Terakhir, letakkan seperempat piring yang berisi nasi, kentang, atau mi.

Ngidam tapi tidak hamil bisa terjadi akibat ketidakseimbangan hormon, tetapi lebih sering muncul akibat pola hidup tak sehat.

Jadi, selalu mulai gaya hidup sehat agar nafsu makan terkendali.

[embed-health-tool-bmi]

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Rodríguez-Martín, B. C., & Meule, A. (2015). Food craving: new contributions on its assessment, moderators, and consequences. Frontiers in Psychology, 6. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2015.00021

Chao, A. M., Jastreboff, A. M., White, M. A., Grilo, C. M., & Sinha, R. (2017). Stress, cortisol, and other appetite-related hormones: Prospective prediction of 6-month changes in food cravings and weight. Obesity (Silver Spring, Md.), 25(4), 713. https://doi.org/10.1002/oby.21790

Moon, J., & Koh, G. (2020). Clinical Evidence and Mechanisms of High-Protein Diet-Induced Weight Loss. Journal of Obesity & Metabolic Syndrome, 29(3), 166-173. https://doi.org/10.7570/jomes20028

Salleh, S. N., Hamizi Fairus, A. A., Zahary, M. N., Raj, N. B., & Mhd Jalil, A. M. (2019). Unravelling the Effects of Soluble Dietary Fibre Supplementation on Energy Intake and Perceived Satiety in Healthy Adults: Evidence from Systematic Review and Meta-Analysis of Randomised-Controlled Trials. Foods, 8(1). https://doi.org/10.3390/foods8010015

Can Overeating Cause Sleep Disturbances? | Sleep Foundation. (2020). Retrieved 7 December 2022, from https://www.sleepfoundation.org/physical-health/sleep-and-overeating

Yosten, G., & Samson, W. (2014). Separating Thirst from Hunger. CRC Press/Taylor & Francis. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK200963/

Krishnan, S., Tryon, R., Welch, L. C., Horn, W. F., & Keim, N. L. (2016). Menstrual cycle hormones, food intake, and cravings. The FASEB Journal, 30, 418-6. https://doi.org/10.1096/fasebj.30.1_supplement.418.6

Yosten, G., & Samson, W. (2014). Separating Thirst from Hunger. CRC Press/Taylor & Francis. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK200963/

Bergouignan, A., Legget, K. T., Jong, N. D., Kealey, E., Nikolovski, J., Groppel, J. L., Jordan, C., Hill, J. O., & Bessesen, D. H. (2016). Effect of frequent interruptions of prolonged sitting on self-perceived levels of energy, mood, food cravings and cognitive function. The International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 13. https://doi.org/10.1186/s12966-016-0437-z

Berapa takaran air yang harus Anda minum? – Direktorat P2PTM. (2019). Retrieved 7 December 2022, from https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stress/page/12/berapa-takaran-air-yang-harus-anda-minum

Bagaimana cara mengatasi Stres? – Direktorat P2PTM. (2018). Retrieved 7 December 2022, from https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/stress/page/19/bagaimana-cara-mengatasi-stres

Isi Piringku Sekali Makan – Direktorat P2PTM. (2018). Retrieved 7 December 2022, from https://p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/isi-piringku-sekali-makan

What Is Sleep Hygiene? | Sleep Foundation. (2009). Retrieved 7 December 2022, from https://www.sleepfoundation.org/sleep-hygiene

Ghrelin Hormone: Function and Definition. (2022). Retrieved 7 December 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/body/22804-ghrelin

Miquel-Kergoat, S., Azais-Braesco, V., Burton-Freeman, B., & Hetherington, M. M. (2015). Effects of chewing on appetite, food intake and gut hormones: A systematic review and meta-analysis. Physiology & Behavior, 151, 88-96. https://doi.org/10.1016/j.physbeh.2015.07.017

Swoboda C, Temple JL. Acute and chronic effects of gum chewing on food reinforcement and energy intake. Eat Behav. 2013 Apr;14(2):149-56. https://doi.org/10.1016/j.eatbeh.2013.01.011. Epub 2013 Feb 13. PMID: 23557811.

Versi Terbaru

05/01/2023

Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

Diperbarui oleh: Ilham Fariq Maulana


Artikel Terkait

Panduan Pola Makan Sehat untuk Usia Remaja

Buah untuk Menurunkan Berat Badan yang Kaya Serat dan Air


Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan, M.Kes.

Magister Kesehatan · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 05/01/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan