backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

2

Tanya Dokter
Simpan

Awas Imun Turun! Ini Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 23/01/2024

Awas Imun Turun! Ini Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Kekebalan tubuh dapat menurun ketika musim penghujan. Akibatnya, Anda lebih rentan terserang penyakit, seperti batuk, pilek, hingga flu. Agar aktivitas Anda tidak terganggu, simak berbagai tips menjaga kesehatan di musim hujan pada ulasan berikut ini.

Tips menjaga kesehatan tubuh di musim hujan

Datangnya hujan terkadang sulit diperkirakan, terutama saat pergantian musim atau pancaroba

Peralihan antara musim kemarau ke musim penghujan umumnya ditandai dengan perubahan cuaca tiba-tiba dan angin kencang. Kondisi ini bisa berdampak pada sistem imun tubuh Anda.

Supaya Anda tidak mudah sakit, berikut ini adalah beberapa cara menjaga kesehatan di musim hujan yang bisa Anda lakukan.

1. Tetap aktif bergerak

treadmill mengurangi nyeri haid

Derasnya hujan dan basahnya jalanan bukan penghalang bagi Anda untuk tetap aktif bergerak. Olahraga rutin termasuk salah satu cara sederhana untuk meningkatkan sistem imun.

Mencoba yoga di rumah atau latihan kardio di gym, seperti jogging dengan treadmill selama 30 menit setiap hari, cukup untuk menjaga tubuh tetap fit selama musim hujan. 

2. Rajin mencuci tangan

Tips lainnya yang perlu Anda lakukan untuk menjaga kesehatan di musim hujan ialah mencuci tangan yang benar.

Gosok tangan Anda dengan sabun setidaknya 20 detik, lalu bilas secara menyeluruh dan keringkan tangan dengan handuk atau tisu.

Apabila tidak tersedia sabun dan air, gunakanlah cairan pembersih tangan (hand sanitizer) yang mengandung 60% larutan alkohol yang efektif mematikan virus, bakteri, dan kuman.

3. Segera lepas pakaian yang basah

Pakaian yang basah setelah kehujanan dapat menurunkan suhu tubuh. Kondisi inilah yang bisa meningkatkan risiko Anda terinfeksi virus atau bakteri.

Melepas pakaian basah juga membantu mencegah ruam dan iritasi kulit. Kondisi ini disebabkan pertumbuhan bakteri dan jamur yang mudah terjadi dalam kondisi lembap.

Tahukah Anda?

Penelitian dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (2015) menyebut rhinovirus lebih cepat berkembang dalam rongga hidung bersuhu 33–35 °C. Infeksi rhinovirus dapat menyebabkan pilek yang ditandai dengan hidung tersumbat, sakit tenggorokan, batuk, dan demam.

4. Mandi atau berendam air hangat

Untuk mencegah sakit setelah kehujanan, segeralah mandi untuk membersihkan diri. Air hujan mungkin membawa virus dan bakteri yang bisa menimbulkan penyakit.

Mandi atau berendam air hangat dapat meningkatkan suhu tubuh serta membuat Anda lebih rileks.

Anda cukup mandi atau berendam selama 10–15 menit saja. Keringkan tubuh dan rambut, lalu kenakan pakaian yang hangat untuk menjaga kesehatan Anda selama musim hujan.

5. Konsumsi makanan dan minuman hangat

minum minuman panas saat sakit gigi

Konsumsi makanan dan minuman hangat, misalnya sup, soto, atau teh panas, bisa membantu menjaga suhu tubuh dan meningkatkan daya tahan selama musim hujan.

Sejumlah ramuan, seperti teh dengan campuran jahe dan madu, juga dapat memberikan tubuh Anda perlindungan tambahan terhadap infeksi virus dan bakteri.

6. Istirahat yang cukup

Satu lagi tips agar Anda tetap sehat di musim hujan ialah mencukupi waktu istirahat. Tak hanya menghilangkan rasa kantuk, tidur juga memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan Anda.

Orang dewasa membutuhkan tidur malam selama 7–9 jam setiap hari. Waktu tidur yang kurang membuat Anda gampang sakit karena fungsi kekebalan tubuh yang menurun.

Studi dalam jurnal Behavioral Sleep Medicine (2016) menunjukkan tidur hanya 4 jam per malam selama 6 hari menurunkan 50% jumlah antibodi yang melawan virus influenza.

7. Minum suplemen penambah imun

Salah satu cara mencegah sakit saat musim hujan yakni dengan minum suplemen penambah imun.

Beberapa suplemen herbal, seperti ekstrak tanaman echinacea (Echinacea purpurea), memiliki aktivitas imunomodulator yang membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh.

Suplemen ini umumnya aman digunakan dalam jangka panjang. Namun, pastikan untuk selalu mengikuti aturan pakai obat dan dosis yang tertera pada label kemasan produk.

Hubungan perubahan musim dan tubuh yang rentan sakit

Lingkungan yang basah dan lembap selama musim hujan membuat virus dan bakteri penyebab penyakit berkembang lebih cepat. Itu sebabnya, Anda jadi lebih gampang sakit.

Selain itu, berikut adalah sejumlah alasan mengapa badan mudah sakit saat perubahan musim.

  • Daya tahan tubuh melemah. Pembuluh darah yang menyempit saat cuaca dingin bisa menurunkan fungsi sel darah putih dalam melindungi tubuh dari infeksi.
  • Perubahan suhu ekstrem. Suhu udara yang lebih dingin meningkatkan risiko sejumlah infeksi virus, seperti influenza dan rhinovirus penyebab gangguan pernapasan.
  • Paparan orang di sekitar. Berada di dalam ruangan dalam waktu yang lebih lama bisa meningkatkan peluang Anda terpapar virus dan bakteri penyebab penyakit.

Kombinasi faktor-faktor di atas bisa meningkatkan risiko penyakit saat musim hujan, seperti flu, batuk, demam, diare, tipes, demam berdarah (DBD), hingga malaria.

Oleh sebab itu, Anda perlu memiliki daya tahan tubuh yang kuat selama perubahan musim supaya terhindar dari ancaman penyakit tersebut.

Anda dapat minum obat nonresep bila merasakan gejala pilek atau flu. Namun, bila gejala tidak membaik dalam tiga hari, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Kesimpulan

  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah selama musim hujan dapat meningkatkan risiko penyakit, seperti flu, batuk, demam, diare, tipes, hingga demam berdarah (DBD).
  • Sejumlah tips yang bisa Anda lakukan untuk menjaga kesehatan di musim hujan yaitu olahraga rutin, mencuci tangan, mandi air hangat, dan istirahat yang cukup.
  • Minum obat nonresep bila Anda merasakan gejala pilek atau flu. Periksa ke dokter bila gejala tersebut tidak membaik dalam beberapa hari.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 23/01/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan