Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Mengulik Mitos Orang yang Banyak Bulu Punya Nafsu Seks Tinggi

    Mengulik Mitos Orang yang Banyak Bulu Punya Nafsu Seks Tinggi

    Setiap orang mengalami pertumbuhan bulu tubuh yang berbeda, ada yang lebat dan tidak. Nah, bagi Anda yang memiliki badan berbulu lebat, pernahkah mendengar mitos orang yang banyak bulu punya nafsu seks tinggi? Untuk tahu fakta sebenarnya, simak ulasan di bawah ini.

    Benarkah mitos orang yang banyak bulu punya nafsu seks tinggi?

    pria dengan badan berbulu lebat

    Pada pria maupun wanita, banyaknya bulu atau rambut-rambut halus pada tubuh sama sekali tidak berhubungan dengan nafsu seks atau libido yang tinggi.

    Selain faktor genetik atau keturunan, banyak-tidaknya bulu badan seseorang dipengaruhi oleh kadar hormon testosteron di dalam tubuhnya.

    Testosteron merupakan hormon reproduksi yang dihasilkan oleh testis pada pria dan ovarium pada wanita, serta sejumlah kecil oleh kelenjar adrenal.

    Pada dasarnya, hormon ini berperan penting dalam mendorong libido pada pria. Namun, dikutip dari laman Harvard Health, testosteron pada wanita juga membentuk perilaku seksual, termasuk libido normal meski belum ada bukti jelas hingga saat ini.

    Dengan begitu, mitos tentang orang yang banyak bulu memiliki nafsu seks tinggi tidak terbukti.

    Selain karena tingkat hormon dalam tubuh, dorongan seks bisa dipengaruhi faktor psikologis dan sosial, seperti tingkat stres dan hubungan dengan pasangan.

    Ragam faktor yang menyebabkan badan berbulu lebat

    cara merawat jenggot

    Untuk pria dewasa, peningkatan kadar hormon testosteron umumnya tidak terlalu berdampak pada perubahan fisik, termasuk dalam menyebabkan badan berbulu lebat.

    Namun lain cerita dengan testosteron tinggi yang memicu pertumbuhan bulu pada wanita. Hal ini bisa menandakan suatu kelainan yang disebut hirsutisme.

    Dikutip dari Medscape, kasus hirsutisme memengaruhi 10% wanita di Amerika Serikat, tetapi tidak diketahui secara pasti persentasenya di negara lain.

    Gangguan ini memicu pertumbuhan rambut berlebih pada wanita. Ini bisa terjadi pada berbagai bagian tubuh, termasuk bibir atas, dagu, cambang, dada, dan punggung.

    Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kondisi ini pada wanita adalah sebagai berikut.

    1. Sindrom ovarium polikistik (PCOS)

    Kasus badan berbulu pada wanita umumnya disebabkan oleh tingginya kadar testosteron. Ini bisa menjadi salah satu gejala dari sindrom ovarium polikistik.

    Polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan suatu kondisi yang menyebabkan pengidapnya memiliki banyak kista kecil pada ovarium atau indung telurnya.

    Kondisi ini memicu pelepasan hormon androgen yang berlebihan. Akibatnya, wanita dengan PCOS mengalami pertumbuhan rambut yang tidak normal pada wajah dan tubuhnya.

    2. Konsumsi makanan manis

    Dr. Abed-Alwahab, ahli endokrinologi dari Cleveland Clinic, menjelaskan hubungan PCOS dan masalah kelebihan insulin akibat kadar gula darah yang terlalu tinggi.

    Makanan dengan indeks glikemik tinggi akan melepaskan energi dengan cepat. Kondisi ini akan mendorong produksi insulin lebih banyak untuk mengontrol gula darah.

    Tingkat insulin yang tinggi menyebabkan ovarium menghasilkan lebih banyak testosteron. Tidak jarang, inilah yang menyebabkan badan berbulu lebat pada wanita.

    3. Efek obat-obatan tertentu

    overdosis kostikosteroid

    Munculnya rambut berlebih pada tubuh juga bisa dipengaruhi oleh pemakaian obat steroid seperti prednison. Ini karena obat-obatan steroid berasal dari hormon androgen.

    Obat ini bisa mengubah keseimbangan kadar hormon dalam tubuh. Efek sampingnya sendiri berupa meningkatkan pertumbuhan rambut pada bagian tubuh yang tidak diinginkan.

    4. Kehamilan

    Seperti kondisi lainnya yang dapat menyebabkan perubahan hormon, kehamilan juga bisa menjadi penyebab seorang wanita memiliki lebih banyak bulu tubuh daripada biasanya.

    Sebuah observasi dalam jurnal Fertility and Sterility (2016) menemukan bahwa pertumbuhan rambut halus terjadi akibat peningkatan hormon testosteron seiring fase kehamilan.

    Rambut-rambut halus ini pada umumnya akan muncul pada bagian bibir atas, perut bagian bawah, punggung bawah, payudara, dan paha.

    Bagaimana cara menghilangkan kelebihan bulu tubuh?

    Pada kasus yang ringan, kelebihan bulu bisa dihilangkan dengan mencukur, menggunakan krim penghilang bulu, dan terapi laser. Dalam kondisi tertentu, dokter bisa meresepkan obat untuk mengendalikan produksi hormon.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Testosterone. Society for Endicrinology. (2021). Retrieved 14 June 2022, from https://www.yourhormones.info/hormones/testosterone/

    Testosterone — What It Does And Doesn’t Do. Harvard Health. (2019). Retrieved 14 June 2022, from https://www.health.harvard.edu/medications/testosterone–what-it-does-and-doesnt-do

    Hirsutism: Practice Essentials, Pathophysiology, Epidemiology. Medscape. (2022). Retrieved 14 June 2022, from https://emedicine.medscape.com/article/121038-overview

    Hirsutism. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 14 June 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hirsutism/symptoms-causes/syc-20354935

    Connection Between PCOS and Blood Sugar. Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 14 June 2022, from https://health.clevelandclinic.org/polycystic-ovary-syndrome-pill-not-remedy/ 

    Yang, Y., Han, Y., Wang, W., Du, T., Li, Y., Zhang, J., Yang, D., & Zhao, X. (2016). Assessing new terminal body and facial hair growth during pregnancy: toward developing a simplified visual scoring system for hirsutism. Fertility and sterility, 105(2), 494–500. https://doi.org/10.1016/j.fertnstert.2015.10.036

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Jul 13
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: