home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Menghentikan Lagu yang Terngiang-ngiang di Dalam Kepala

Menghentikan Lagu yang Terngiang-ngiang di Dalam Kepala

Sesaat setelah mendengarkan lagu yang sangat catchy, bahkan jika kita merasa lagu tersebut menyebalkan, terkadang lagu itu “tersisa” di pikiran kita. Kita seperti terbayang-bayang dengan nadanya, liriknya, bahkan hingga suara alat musik, atau backsound dari penyanyi latarnya. Seringnya, lagu itu seperti terjebak dan tidak mau keluar dari pikiran kita. Itulah yang dinamakan earworm. Hmm, itu normal tidak, ya?

Apa itu earworm?

Earworm, atau “ohrwurm” dalam bahasa Jerman, adalah fenomena ketika sepotong musik terngiang dalam benak kita dan tidak bisa hilang dengan sendirinya seperti kaset rusak.

James J. Kellaris, seorang PhD dari University of Cincinnati, melakukan penelitian terhadap 559 pelajar di Amerika dan menemukan 10 daftar lagu yang paling banyak menyebabkan earworm, di antaranya “Who Let the Dogs Out” dan “We Will Rock You”.

Para pelajar tersebut juga menyatakan bahwa lagu yang menyebabkan earworm 15% berasal dari jingle iklan dan 11% adalah lagu instrumental. Hal ini sesuai dengan faktor yang dapat menyebabkan earworm, yaitu lagu dengan lirik yang berulang, nada yang catchy, ritme yang tidak biasa.

Kalau earworm sudah sangat mengganggu, bagaimana cara mengusirnya?

Terkadang lagu yang terngiang-ngiang di kepala adalah jingle iklan yang diputar berulang-ulang di televisi, atau lagu populer yang sebenarnya Anda benci. Tentu menyebalkan jika seharian lagu tersebut terus berputar di dalam kepala, membuat Anda tak bisa konsentrasi. Jika sudah begitu, ada beberapa cara untuk menghentikannya.

1. Makan permen karet

Menurut penelitian dari Philip Beaman dan kolega, memakan permen karet dapat merangsang lidah, gigi, dan organ yang memicu keluarnya kata-kata untuk mengurangi kerja otak dalam membentuk memori musik dan suara.

2. Mengeluarkan suara

Victoria Williamson dari University of Sheffield menyatakan bahwa membuat otak “sibuk” dapat mengurangi efek dari earworm. Pekerjaan seperti membaca doa, puisi, atau menyanyikan lagu yang benar-benar berbeda dari yang muncul di pikiran kita dapat secara efektif mengurangi earworm.

3. Memfokuskan diri pada hal lain

Mencoba mengingat jadwal hari ini, review mata kuliah di pagi kemarin, atau pekerjaan berpikir lainnya dapat menjadi cara ampuh untuk mengurangi efek earworm. Kunci utama dari hal ini adalah tidak mencobanya terlalu keras dan terlalu santai, menurut Ira Hyman, professor psikologi di Western Washington University

4. Mendengarkan lagunya, dari awal hingga akhir

Karena di dalam fenomena earworm biasanya yang terus berputar di dalam kepala hanyalah sepenggal atau satu bagian lagu saja, coba dengarkan semua lagunya, dari awal hingga benar-benar tuntas.

Apakah earworm berbahaya?

Menurut Kellaris pada konferensi Consumer Psychology, 97%-99% orang di dunia memiliki kecenderungan untuk mengalami earworm. Jadi tentunya hal ini sangat normal terjadi pada setiap orang.

Tidak perlu khawatir jika earworm menghantui hidup Anda, namun, jika Anda mendengar lagu (bukan terngiang dalam pikiran) walaupun sebenarnya tidak ada yang memasang lagu tersebut, Anda perlu menghubungi psikolog. Ada fenomena yang disebut sebagai endomusia, suatu obsesi yang menyebabkan orang mendengar musik yang sebenarnya tidak diputar.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Gadis Rima Astari Diperbarui 06/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Satya Setiadi
x