home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Panik Jika Tak Sengaja Tertelan Permen Utuh, Ini yang Harus Anda Lakukan

Jangan Panik Jika Tak Sengaja Tertelan Permen Utuh, Ini yang Harus Anda Lakukan

Makan permen biasanya jadi jurus ampuh pengusir kantuk, atau sekadar selingan untuk membunuh rasa bosan. Apalagi, kini permen telah tersedia dalam berbagai macam pilihan rasa yang bisa disesuaikan dengan selera dan kebutuhan. Namun, bagaimana jika tanpa sengaja Anda malah tertelan permen keras yang masih utuh? Adakah cara mengatasinya?

Bahayakah jika tertelan permen keras yang masih utuh?

Sedang asyik mengisap atau mengunyah permen keras, tiba-tiba permen tersebut justru tertelan utuh-utuh sehingga tersangkut di tenggorokan Anda. Atau bahkan, mungkin tidak tersangkut, tapi Anda merasa ada yang aneh karena tertelan permen keras yang masih berukuran cukup besar.

Sebenarnya, menelan suatu makanan merupakan melibatkan serangkaian proses yang cukup kompleks. Mulai dari mengunyahnya sampai halus, memindahkan makanan dari mulut ke bagian belakang tenggorokan dengan bantuan lidah, hingga makanan masuk ke dalam kerongkongan sampai berakhir di dalam lambung.

Ketika makanan tidak sengaja langsung masuk ke tenggorokan tanpa dikunyah terlebih dahulu, misalnya tertelan permen keras, tentu seolah ada yang aneh karena berbeda dengan proses seharusnya. Hanya saja, kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan selama tidak menghambat pernapasan, atau sampai mengalami nyeri dada.

Singkatnya, permen keras tersebut akan tetap bergerak menuju sistem pencernaan meskipun masih dalam bentuk utuh. Sistem pencernaan akan mengolah permen keras bersama dengan makanan lainnya, hingga keluar dari tubuh sebagai feses.

Apa yang harus dilakukan setelahnya?

Hampir semua kasus tertelan permen keras dapat tidak perlu dikhawatirkan karena akan tercerna alami di dalam pencernaan. Namun, jika kondisi ini membuat Anda tidak nyaman, beberapa cara berikut ini bisa membantu memulihkannya:

1. Banyak minum air putih

Air liur biasanya akan bertindak sebagai pelumas alami untuk menggerakkan permen keras yang tersangkut, atau melancarkan perjalanannya sampai ke perut. Selain itu, Anda bisa mempercepat proses ini dengan menenggak beberapa gelas air putih.

Selain membantu melegakan tenggorokan yang mungkin terasa kurang nyaman, permen akan lebih cepat sampai ke lambung hingga nantinya keluar melalui feses. Terlebih jika permen keras tersebut kering, maka minum banyak air akan membantu permen agar lebih mudah bergerak.

2. Makan makanan lunak

Meski sedang merasa tidak nyaman karena baru saja tertelan permen keras, tapi makan makanan lunak bisa sedikit membantu pergerakan permen menuju sistem pencernaan. Misalnya pisang, bubur, roti, kue brownies, dan lainnya.

Supaya lebih mudah, Anda bisa mencelupkan sepotong roti ke dalam segelas susu hangat guna membuatnya lebih lunak. Pastikan Anda mengunyah dan menelannya dengan perlahan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What to Do If You Get Food Stuck in Your Throat. https://www.healthline.com/health/food-stuck-in-throat Diakses pada 9 Januari 2019.

Swallowed Object Treatment. https://www.webmd.com/first-aid/swallowed-object-treatment Diakses pada 9 Januari 2019.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 20/01/2019
x