Masa Kecil Anda Bahagia, Tidak? Bentuk Wajah Anda Mungkin Bisa Membuktikannya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Ciri khas dan bentuk wajah seseorang pada umumnya ditentukan oleh genetik turunan orangtua. Itulah mengapa Anda kemungkinan besar terlihat mirip dengan salah satu orangtua, entah ayah atau ibu. Namun, tahukah Anda bahwa ternyata pengalaman masa kecil juga ikut memengaruhi bentuk wajah Anda? Apa hubungannya? Yuk, simak fakta dari penelitiannya di bawah ini.

Pengalaman masa kecil memengaruhi bentuk wajah seseorang ketika dewasa

Simetris atau tidaknya wajah Anda saat usia dewasa bisa mengungkapkan banyak hal tentang masa kecil Anda. Pernyataan ini dibuat oleh sekelompok peneliti asal Universitas Edinburgh di Skotlandia. Hasil temuan mereka kemudian diterbitkan dalam jurnal Economics and Human Biology. Apa yang sebenarnya mereka teliti sampai bisa menyimpulkan demikian?

Para peneliti memeriksa bentuk wajah dan karakteristik fisik lainnya dari 292 orang lanjut usia — mereka semua berusia 83 ketika simetri wajah mereka diukur, sementara simetri tubuh diperiksa ketika sudah berusia 87 tahun. Ciri fisik ini diperiksa menggunakan alat pendeteksi khusus yang mengamati posisi dan bentuk mata, hidung, mulut, serta telinga.

Setelah mengumpulkan informasi tentang bentuk wajah setiap peserta, peneliti kemudian mengumpulkan informasi tentang status sosial-ekonomi masa kecil dan pada usia paruh baya. Status sosioekonomi peserta semasa kecil termasuk informasi tentang apakah fasilitas rumah (seperti jumlah toilet dan kamar tidur) sebanding dengan banyaknya penghuni; serta apa pekerjaan orangtua mereka dulu dan sebesar apa penghasilannya setiap bulan.

Peneliti juga mengumpulkan data tentang kondisi kesehatan setiap peserta semasa kecil. Misalnya kecukupan gizi, riwayat atau risiko penyakit tertentu, hingga kualitas udara di rumah (apakah ada paparan asap rokok dan asap polusi).

Hasilnya ditemukan bahwa semakin simetris bentuk wajah seseorang ketika dewasa, menandakan bahwa masa kecil mereka bahagia. Dalam artian, status gizi dan sosioekonomi mereka dulu tergolong baik. Ini bisa berarti mereka cukup gizi/bergizi baik, tidak memiliki riwayat penyakit serius, pola asuh orangtua baik, dan penghasilan bulanan termasuk menengah ke atas.

Sebaliknya, kelompok orang yang melewati masa kecil sulit dan serba kekurangan dilaporkan memiliki wajah yang kurang simetris. Sama halnya dengan orang-orang yang dulunya miskin, namun menjadi kaya raya di usia dewasa. Bentuk wajah mereka juga dilaporkan tidak simetris ketika dibandingkan dengan orang-orang yang masa kanak-kanaknya bahagia, namun ketika dewasa malah melarat.

bentuk wajah

Kenapa demikian?

Profesor Ian Deary, ilmuwan senior yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa simetri wajah merupakan salah satu penanda stabilitas perkembangan. Menurut para ahli, stabilitas perkembangan adalah seberapa baik kemampuan tubuh untuk bertahan dan beradaptasi dengan tekanan lingkungan luar, sehingga perkembangannya tidak keluar jalur.

Peneliti menduga bahwa simetris tidaknya bentuk wajah seseorang dapat menjadi “saksi hidup” dari kumpulan stres yang dihadapi sepanjang hidupnya, yang kemudian memengaruhi perkembangan fisiknya. Secara tidak langsung, bentuk wajah yang lebih simetris dapat menjadi tanda bahwa orang tersebut memiliki kesehatan yang baik dan status sosioekonominya sejahtera.

Para ilmuwan selanjutnya juga berpendapat bahwa seberapa simetris wajah seseorang dapat dihubungkan dengan risiko atau riwayat penyakit yang dimiliki, seperti risiko hipertensi dan kematian dini akibat stres berat.

Namun, Profesor Deary menekankan bahwa hasil penelitian ini belum bisa dijadikan tolak ukur bagaimana masa kecil bisa menjamin status dan bentuk wajah seseorang ke depannya. Ia percaya, bahwa masih diperlukan penelitian lain guna memantapkan penelitiannya dan mencari apa hubungan sebab-akibatnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara merangsang istri

Untuk Para Suami, Ini 10 Trik Memanjakan Istri Agar Lebih Bergairah

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
telat datang bulan

Berapa Lama Telat Datang Bulan Dapat Menjadi Pertanda Kehamilan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit