home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Mengupas Manfaat dan Efek Samping Minyak Mustard

Mengupas Manfaat dan Efek Samping Minyak Mustard

Minyak mustard adalah hasil olahan dari biji tanaman mustard (sesawi). Minyak ini memiliki rasa kuat dan aroma tajam yang memberi ciri khas pada hidangan. Tidak hanya menambah cita rasa, berbagai zat dalam minyak mustard juga diyakini memberikan manfaat bagi kesehatan.

Mengulik lebih dalam manfaat minyak mustard

minyak esensial mengatasi endometriosis

Ada dua jenis minyak mustard yang dijual di pasaran. Minyak yang dibuat langsung dari biji tanaman mustard adalah minyak mustard murni. Minyak ini tidak boleh digunakan untuk memasak karena mengandung asam erucic yang berbahaya bagi jantung.

Jenis minyak yang kedua adalah minyak esensial mustard. Minyak esensial dibuat dengan menyuling uap biji mustard sehingga produk akhirnya tidak lagi mengandung asam erucic. Produk ini aman dikonsumsi sehingga bisa menjadi minyak alternatif untuk memasak.

Meskipun berbeda, minyak murni dan minyak esensial dari mustard sama-sama boleh digunakan sebagai minyak untuk pijat. Baik sebagai bahan masakan maupun minyak pijat, berikut sederet manfaat yang bisa Anda peroleh dari minyak mustard.

1. Meredakan peradangan

Sejak dahulu, minyak mustard sudah menjadi obat alami untuk radang sendi dan peradangan akibat pneumonia atau bronkitis. Minyak ini juga diyakini dapat meringankan radang dan gejala psoriasis.

Manfaat ini mungkin berasal dari senyawa aktif allyl isothiocyanate. Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Cellular and Molecular Medicine, allyl isothiocyanate terbukti berpotensi meredakan peradangan pada sel-sel yang ditumbuhkan dalam laboratorium.

Selain itu, minyak mustard mengandung banyak asam lemak omega-3 dan asam alfa linoleat. Keduanya membantu meredakan peradangan dengan cara mengurangi stres oksidatif (radikal bebas) yang menyerang sel-sel tubuh.

2. Meredakan gejala pilek dan flu

Minyak mustard juga memiliki manfaat dalam mengatasi gejala gangguan pernapasan. Produk ini sering digunakan sebagai bahan alami untuk batuk, hidung mampet, dan berbagai gejala flu lainnya.

Anda dapat mencampurkan minyak mustard murni dengan produk pelega pernapasan berbentuk salep atau krim yang dioleskan ke dada. Atau, Anda juga bisa menambahkan minyak mustard ke dalam alat diffuser dan menghirup uapnya.

3. Menjaga kesehatan jantung

Zat lain yang banyak terkandung dalam minyak mustard adalah asam lemak tak jenuh. Lemak menyehatkan ini dapat menurunkan kolesterol, tekanan darah, serta gula darah yang berpengaruh langsung terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Menurut penelitian lainnya, mengurangi asupan lemak trans dan menggantinya dengan asam lemak tak jenuh juga membantu menurunkan low density lipoprotein (LDL). LDL adalah kolesterol jahat yang memicu pembentukan plak pada pembuluh darah.

Meski begitu, konsumsi minyak mustard secara berlebihan juga tidak disarankan. Anda dapat menggunakan minyak mustard sebagai alternatif untuk memasak, tapi sebaiknya tetap gunakan bergantian dengan jenis minyak yang lain.

4. Meredakan nyeri

Selain meredakan peradangan, allyl isothiocyanate dan asam alfa linoleat pada minyak mustard juga memiliki manfaat untuk mengurangi nyeri. Temuan ini dilaporkan dalam sebuah penelitian terhadap hewan dalam jurnal Scientific Reports.

Dalam studi tersebut, pemberian minyak mustard ke dalam air minum bisa menurunkan kepekaan saraf yang menghantarkan sinyal nyeri pada tubuh hewan. Dengan kata lain, pemberian minyak mustard dapat membantu mengurangi nyeri.

Penggunaan minyak mustard pada kulit manusia kemungkinan bisa meredakan nyeri akibat radang sendi dan penyakit sejenisnya. Akan tetapi, produk ini sebaiknya tidak digunakan dalam jangka panjang karena dapat memicu rasa terbakar pada kulit.

5. Memperlambat pertumbuhan kanker

Seperti manfaat minyak esensial lainnya, minyak mustard juga punya potensi menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker. Pada penelitian terdahulu, pemberian minyak mustard murni bisa menghambat pertumbuhan sel kanker pada usus besar tikus.

Menurut penelitian hewan lainnya, senyawa aktif dalam minyak ini dapat menghambat pertumbuhan sel-sel kanker kandung kemih sebanyak 35 persen. Sel-sel kanker juga tidak bisa menyebar ke luar dinding otot kandung kemih.

Minyak mustard adalah produk yang kaya akan asam lemak tak jenuh serta beragam senyawa aktif. Kandungan inilah yang membuatnya memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, baik sebagai bahan masakan ataupun minyak pijat.

Kendati punya banyak manfaat, minyak mustard sebagai minyak esensial aromaterapi juga bisa menimbulkan efek samping. Jadi, minyak ini sebaiknya tidak dikonsumsi atau digunakan secara berlebihan. Cukup gunakan minyak mustard sebagai alternatif dari produk serupa yang lain.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Wagner, A., Boesch-Saadatmandi, C., Dose, J., Schultheiss, G., & Rimbach, G. (2012). Anti-inflammatory potential of allyl-isothiocyanate – role of Nrf2, NF-κB and microRNA-155. Journal Of Cellular And Molecular Medicine, 16(4), 836-843. doi: 10.1111/j.1582-4934.2011.01367.x

Schwingshackl, L., & Hoffmann, G. (2012). Monounsaturated Fatty Acids and Risk of Cardiovascular Disease: Synopsis of the Evidence Available from Systematic Reviews and Meta-Analyses. Nutrients, 4(12), 1989-2007. doi: 10.3390/nu4121989

Siri-Tarino, P., Sun, Q., Hu, F., & Krauss, R. (2010). Saturated fat, carbohydrate, and cardiovascular disease. The American Journal Of Clinical Nutrition, 91(3), 502-509. doi: 10.3945/ajcn.2008.26285

Kistner, K., Siklosi, N., Babes, A., Khalil, M., Selescu, T., & Zimmermann, K. et al. (2016). Systemic desensitization through TRPA1 channels by capsazepine and mustard oil – a novel strategy against inflammation and pain. Scientific Reports, 6(1). doi: 10.1038/srep28621

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 18/06/2020
x