backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Corpus Alienum, Adanya Benda Asing di dalam Tubuh

Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H. · General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 09/01/2024

Corpus Alienum, Adanya Benda Asing di dalam Tubuh

Bukan hanya makanan, benda asing juga bisa masuk ke dalam tubuh. Dalam dunia medis, benda asing yang ada di dalam tubuh disebut corpus alienum atau corpal.

Lantas, bagaimana cara menghilangkan benda asing di dalam tubuh supaya tidak membahayakan kesehatan? Simak informasi berikut untuk mengetahui jawabanya.

Apa itu corpus alienum?

Corpus alienum adalah benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Contohnya ketika ada kapas cotton buds yang masuk ke telinga atau staples yang tertelan bersama makanan.

Benda asing bisa masuk ke dalam tubuh melalui berbagai cara, seperti lewat mulut, hidung, hingga lubang telinga. Biasanya, corpal ditemukan di kerongkongan, perut, dan usus.

Selain di dalam perut, saluran pernapasan, dan saluran pendengaran, corpal juga bisa masuk ke dalam kulit. Contohnya ketika duri atau serpihan kaca menempel pada kulit.

Kondisi ini sering ditemukan pada anak-anak, tetapi orang dewasa pun bisa mengalaminya. Bahkan, beberapa orang sengaja memasukkan benda asing ke dalam tubuh mereka sebagai susuk.

Penyebab corpus alienum

corpus alienum

Sebagian besar kasus corpus alienum pada anak-anak disebabkan oleh rasa ingin tahu. Anak-anak sering kali belum bisa membedakan mana yang bisa dimakan dan tidak.

Sementara itu, korpus alienum pada orang dewasa biasanya terjadi secara tidak sengaja. Contohnya, duri atau tulang yang tertelan ketika mengunyah makanan.

Selain itu, orang lanjut usia yang memakai gigi palsu dan seseorang dengan gangguan makan pica juga dinilai lebih berisiko mengalami kondisi ini.

Pica adalah gangguan makan yang membuat seseorang suka mengonsumsi benda yang bukan makanan, seperti kertas atau rambut.

Beberapa jenis gangguan mental, misalnya skizofrenia, juga bisa menjadi penyebab masuknya benda asing ke dalam tubuh.

Pasalnya, kondisi ini dapat mengganggu kemampuan pasien untuk berpikir, termasuk menentukan apakah benda asing bisa dimakan.

Gejala corpus alienum

Corpus alienum bisa menimbulkan gejala yang berbeda, tergantung ukuran, lokasi, dan bentuk benda asing tersebut.

Jika benda asing berukuran kecil dan tidak merusak bagian tubuh tertentu, Anda bahkan bisa saja tidak mengalami gejala apa pun.

Berikut ini adalah gejala umum corpus alienum berdasarkan letak benda asing di dalam tubuh.

  • Kerongkongan: kesulitan menelan, air liur berdarah, batuk, tersedak, kesulitan bernapas.
  • Lambung atau usus: sakit perut, kembung, muntah, kram.
  • Telinga: sakit, tinnitus (telinga berdenging).
  • Mata: penglihatan menurun, nyeri, mata berair.
  • Hidung: berdarah atau mengeluarkan cairan lainnya, susah bernapas.

Gejala corpus alienum bisa berbeda-beda, termasuk yang tidak tertulis di atas. Jika Anda curiga terdapat benda asing yang masuk ke dalam tubuh Anda, jangan takut untuk periksa ke dokter.

Penanganan corpus alienum

cara membersihkan telinga bayi

Beberapa benda asing sering kali keluar dengan sendirinya sehingga tidak membutuhkan penanganan khusus.

Namun, tidak sedikit pula kasus corpus alienum yang membutuhkan penanganan medis segera supaya tidak membahayakan.

Meski begitu, penanganan setiap kasus bisa berbeda-beda, tergantung dengan ukuran, lokasi, dan bentuk benda asing yang masuk dalam tubuh.

Secara umum, berikut adalah berbagai cara yang bisa dilakukan petugas medis untuk mengeluarkan corpal dari dalam tubuh.

1. Korpus alienum pada mata

Melansir dari laman Kementerian Kesehatan RI, berikut adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengeluarkan benda asing dari mata.

  1. Bersihkan tangan menggunakan sabun dan air mengalir.
  2. Jika benda asing sudah terlihat, teteskan obat tetes mata.
  3. Saat mata basah, coba berkedip beberapa kali sampai benda asing keluar.
  4. Jika benda asing tersangkut, tarik kelopak mata ke atas dan gerakkan mata Anda.

2. Korpus alienum pada hidung

Perlu diingat bahwa pertolongan pertama benda asing yang masuk ke hidung ini hanya bisa dilakukan jika benda tersebut terlihat.

Apabila benda yang terhirup sudah tidak terlihat, segeralah pergi ke dokter.

  1. Tarik napas melalui mulut.
  2. Tekan dan tutup lubang hidung yang terbebas dari benda asing.
  3. Buang napas melalui lubang hidung yang terbuka secara perlahan. Ulangi beberapa kali sampai benda asing semakin terlihat.
  4. Gunakan pinset untuk mengambil benda asing di dalam hidung. Jangan lakukan cara ini jika benda masih terlalu dalam.

3. Korpus alienum pada kulit

Sebelum mengeluarkan duri, kaca, atau benda lain dari dalam kulit, bersihkan area tersebut terlebih dahulu. Setelah itu, Anda bisa mengikuti cara berikut.

  1. Gunakan pinset yang sudah dibersihkan dengan alkohol.
  2. Jika ada, gunakan kaca pembesar untuk membantu melihat posisi benda secara lebih baik.
  3. Cabut benda asing yang menancap pada kulit (susupan) secara perlahan dan oles area tersebut menggunakan petroleum jelly atau salep antibiotik.

4. Penanganan korpus alienum lainnya

Selain menggunakan cara manual seperti di atas, berikut adalah metode lain yang bisa digunakan untuk mengeluarkan corpal dari dalam tubuh.

  • Suction machine: mesin pengisap untuk mengeluarkan benda asing dari hidung atau telinga.
  • Endoskopi: memasukkan alat berbentuk tabung panjang yang lentur untuk mengamati bagian organ dalam tubuh, seperti lambung, usus, laring, dan lain-lain.
  • Bronkoskopi: prosedur endoskopi pada saluran pernapasan untuk mengamati bronkus dan paru-paru.

Pembedahan merupakan cara terakhir yang digunakan untuk mengeluarkan benda asing apabila berbagai cara di atas tidak berhasil.

Sebelum melakukan perawatan untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam tubuh, usahakan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Semua tentang corpus alienum

  • Corpus alienum adalah benda asing yang masuk ke dalam tubuh.
  • Kondisi ini tidak selalu harus ditangani dengan operasi. Beberapa kasus yang ringan bahkan bisa ditangani di rumah.
  • Orang tua dengan gigi palsu, anak-anak, dan pengidap gangguan jiwa merupakan kelompok yang paling rentan.

Catatan

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 09/01/2024

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan