home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Apa yang Terjadi Jika Tak Sengaja Menelan Isi Staples? Apakah Berbahaya?

Apa yang Terjadi Jika Tak Sengaja Menelan Isi Staples? Apakah Berbahaya?

Tidak jarang isi staples masuk ke dalam makanan atau minuman akibat dibungkus dan dijepit menggunakan staples. Kadang ada yang langsung sadar jika stapes masuk ke dalam makanan tapi banyak juga yang tak sadar. Hal ini tentu saja bisa membuat isi staples tertelan. Lalu, apa yang terjadi jika tertelan isi staples?

Apa yang akan terjadi bila tertelan isi staples?

Siapa pun bisa mengalami kondisi ini. Kebanyakan memang disebabkan karena kurang teliti dan sembarangan ketika menggunakan staples atau saat menyajikan makanan. Isi staples memiliki ukuran yang kecil sehingga kadang tidak terlihat oleh mata, yang akhirnya bisa tertelan begitu saja.

Sebenarnya, sama halnya dengan menelan makanan. Ketika tertelan isi staples maka selanjutnya akan masuk ke dalam saluran pencernaan dan diproses layaknya makanan, hingga akhirnya ia akan keluar dari tubuh secara alami bersama dengan feses.

Namun dalam beberapa kasus, isi stapes yang tertelan bisa sulit untuk keluar dari dalam tubuh dan akhirnya menyebabkan luka di perjalanannya untuk keluar dari tubuh. Jika hal ini terjadi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, dokter akan melakukan tindakan sesuai dengan penyebab dan keadaan.

Bagaimana tanda-tanda yang terlihat setelah menelan benda asing?

Terkadang, mungkin Anda tidak menyadari telah menelan benda asing, seperti isi staples, sebab ukurannya yang sangat kecil hingga cenderung tidak terlihat.

Namun ada beberapa tanda yang bisa menjadi patokan bahwa ada benda asing yang tertelan dan menghalangi jalan napas yaitu tersedak, kesulitan dalam bernapas, batuk, muntah, dan mengalami mengi atau napas berbunyi lirih.

Jika isi staples yang tertelan tidak terperangkap di tenggorakan, maka hal ini tidak akan menimbulkan gejala. Kemungkinan ia telah masuk ke saluran pencernaan dan akan keluar sendirinya. Staples ataupun benda asing lainnya yang masuk ke dalam tubuh, hanya akan menimbulkan gejala apabila tertahan dan tidak bisa keluar dari tubuh.

Namun, apabila staples atau benda asing tersebut terjebak di dalam tubuh dalam waktu yang cukup lama dan tanpa perawatan, maka hal ini bisa mengakibatkan infeksi dan pada akhirnya menyebabkan batuk yang menghasilkan dahak, demam, nyeri dada, dan mengi dalam waktu yang lama.

Tips yang bisa dilakukan setelah menelan staples atau benda asing

Bila Anda tidak sengaja menelan staples ataupun benda asing lainnya, coba lakukan batuk yang disengaja untuk mengeluarkan staples tersebut. Namun jika staples yang masuk membuat sulit dalam berbicara, ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai pertolongan pertama, dilansir dari laman Mayo Clinic.

  • Berikan 5 pukulan pada punggung. Posisikan diri Anda di samping atau di belakang orang tersebut, jika ia masih anak-anak Anda bisa berlutut di belakangnya. Kemudian berikan pukulan pada punggung belakang sebanyak lima kali.
  • Berikan 5 dorongan pada perut sama seperti sebelumnya. Lalu lakukan lima kali dorongan atau tekanan pada bagian perutnya.
  • Secara bergantian, berikan 5 pukulan dan 5 dorongan sampai staples atau benda asing tidak lagi tersumbat di kerongkongan .

Jika jalan napas masih tersumbat hingga membuat orang tersebut kesulitan bernapas dan henti jantung, segera lakukan perawatan darurat seperti teknik pernapasan bantuan (CPR) atau cari bantuan medis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Swallowed (or Inhaled) Foreign Object. https://www.healthline.com/health/foreign-object-inhaled-or-swallowed Diakses pada 21 Maret 2018.

Foreign Object Swallowed: First Aid. https://www.mayoclinic.org/first-aid/first-aid/basics/art-20056707 Diakses pada 21 Maret 2018.

Swallowed Object. https://www.emedicinehealth.com/swallowed_object/article_em.htm#swallowed_object_facts Diakses pada 21 Maret 2018.

Foreign Objects in the Body. https://www.healthline.com/health/foreign-objects Diakses pada 21 Maret 2018.


Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 14/09/2020
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus