home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Cara Cepat Mengatasi Pusar Bau, Berdasarkan Penyebabnya

Cara Cepat Mengatasi Pusar Bau, Berdasarkan Penyebabnya

Pernahkah Anda memiliki pusar yang bau? Salah satu penyebab utamanya adalah masalah kebersihan. Kotoran atau bakteri lainnya dapat berkumpul di daerah berongga ini, yang mana tali pusar yang menyambungkan Anda ke ibu saat berada dalam rahim. Sebagian besar bakteri memang tidak berbahaya, tetapi bakteri dapat berkembang biak dan menyebabkan infeksi dan menjadi bau. Terlebih lagi jika Anda tidak menjaga kebersihan pusar Anda. Untungnya, masih ada beberapa cara untuk mengatasi pusar bau. Apa saja?

Cara mengatasi pusar bau

Pusar adalah tempat kuman untuk bersarang karena bentuknya yang cekung dan kecil. Bahkan semakin dalam cekungan pusar biasanya akan semakin banyak kotoran yang menumpuk di dalamnya. Sayangnya, banyak yang menyepelekan hal ini.

Saat mandi biasanya pusar sering tidak diperhatikan atau tidak dibersihkan dengan baik. Hal ini yang akhirnya sering membuat pusar bau, karena banyak bakteri menumpuk, hingga akhirnya bisa menyebabkan infeksi. Kalau sudah infeksi, biasanya pusar jadi bau tidak sedap sehingga membuat Anda risi.

Lalu harus bagaimana? Berikut cara mengatasi pusar bau berdasarkan penyebabnya.

Pusar bau akibat adanya infeksi

Pastikan pusar Anda tetap bersih dan kering. Hindari memakai pakaian dan celana yang terlalu ketat, terutama di bagian perut atau pinggang. Keringat dan kotoran dapat menumpuk di bawah pakaian yang menempel pada kulit Anda.

Batasi asupan gula dalam pola makan Anda, terutama jika Anda memiliki diabetes. Kadar gula darah yang berlebihan meningkatkan risiko infeksi. Dokter Anda mungkin merekomendasikan menggunakan krim antijamur atau antibiotik topikal, tergantung pada jenis kuman yang menyebabkan infeksi.

Jika pusar Anda yang terinfeksi dan ada tindikan, lepaskan terlebih dulu tindikannya. Rendam kapas dalam campuran sabun antibakteri dan air hangat, dan cuci pusar Anda dengan mengusapnya lembut.

Usahakan agar area pusar dan perut bersih dan kering setiap saat. Hindari mengenakan pakaian ketat karena dapat mengiritasi area yang terinfeksi. Jika cara ini tidak efektif, sebaiknya periksakan langsung ke dokter Anda.

Pusar bau karena adanya kista sebaceous

Anda tidak perlu mengobati kista kulit yang kecil, kecuali terinfeksi atau mengganggu Anda. Anda perlu memeriksakannya ke dokter jika kista semakin parah, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Biasanya dokter kulit akan menyingkirkan kista dengan menyuntikkannya dengan obat, membersihkannya atau menghilangkan seluruh kista. Bila kista sudah teratasi, bau tak sedap pada area pusar juga harusnya hilang dengan sendirinya.

Selain itu, usahakan untuk tidak memecahkan kista dengan benda tajam agar infeksi tidak bertambah parah.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Causes Belly Button Odor? https://www.healthline.com/health/why-does-my-belly-button-smell diakses 2 Oktober 2018.

How to stop your belly button smelling https://www.medicalnewstoday.com/articles/320706.php diakses 2 Oktober 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Tanggal diperbarui 15/10/2018
x