Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

4 Langkah Mudah yang Ampuh Mengatasi Bersin Setelah Makan

    4 Langkah Mudah yang Ampuh Mengatasi Bersin Setelah Makan

    Bukan cuma sakit perut, makanan penyebab alergi juga bisa membuat Anda jadi bersin-bersin setelah makan. Ini merupakan pertanda bahwa sistem imun tubuh Anda sedang berusaha melawan protein alergen yang ditimbulkan oleh makanan tersebut.

    Satu atau dua kali bersin mungkin tidak masalah. Namun, kalau Anda jadi sering bersin setelah makan, sudah saatnya bagi Anda untuk mengatasinya dengan cara berikut ini.

    Langkah jitu mengatasi sering bersin setelah makan

    Faktor makanan dan kekenyangan adalah dua penyebab bersin setelah makan yang paling umum. Bersin yang terjadi akibat dua hal ini sebetulnya tidak dapat disembuhkan maupun dicegah.

    Namun Anda tak perlu cemas. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk membantu menjaga hidung tetap bersih dan bebas dari tumpukan lendir. Dengan begitu, bersin yang sering terjadi setelah makan dapat dikendalikan dengan baik.

    Cara tersebut meliputi:

    1. Tahan napas

    latihan pernapasan

    Saat hidung Anda terasa tergelitik dan ingin bersin setelah makan, coba tahan napas dan hitung sampai 10. Cara sederhana ini bisa membantu menghambat refleks bersin yang sering muncul setelah makan.

    Supaya lebih mudah, jepit hidung Anda dengan ibu jari dan telunjuk selama beberapa detik. Setelah itu, buang napas pelan-pelan dan rasakan perubahannya.

    2. Hindari makanan pemicu

    Bersin setelah makan sering kali terjadi setelah Anda mengonsumsi makanan tertentu. Biasanya karena makanan pedas seperti wasabi, lada, kari, sup panas, serta makanan pemicu alergi seperti telur, kacang, susu, atau minuman beralkohol.

    Maka itu, cara paling ampuh untuk mengatasinya adalah dengan menghindari pemicunya. Jika Anda masih tidak yakin dengan makanan pemicu bersin, segera konsultasikan ke dokter untuk melakukan tes alergi.

    3. Kurangi porsi makan

    mengurangi porsi makan

    Hidung meler dan bersin setelah makan juga bisa terjadi ketika Anda makan terlalu banyak alias kekenyangan. Untuk mengatasinya, coba kurangi porsi makan Anda dari biasanya secara bertahap.

    Cara ini bisa membantu menekan snatiation reflex, yaitu refleks tubuh yang terjadi saat perut kekenyangan. Ada baiknya Anda mencoba makan sedikit-sedikit, tapi sering, ketimbang makan porsi besar dalam sekali makan.

    Selain itu, Anda juga dianjurkan untuk minum banyak air putih untuk membantu mengencerkan lendir di tenggorokan. Dengan begitu, reaksi bersin jadi lebih mudah dikendalikan atau bahkan dikurangi.

    4. Minum obat

    Disopyramide adalah obat

    Jika Anda sudah melakukan berbagai cara tapi masih saja sering bersin setelah selesai makan, maka tidak ada salahnya untuk segera pergi ke apotek dan membeli obat pseudoephedrine.

    Pseudoephedrine adalah obat dekongestan yang berfungsi untuk mengurangi sensitivitas hidung yang menyebabkan bersin setelah makan. Anda juga bisa memanfaatkan obat semprot hidung untuk membantu memblokir pelepasan histamin yang menyebabkan bersin.


    Ingin mendapatkan berat badan ideal?

    Yuk konsultasikan masalahmu dengan ahli gizi atau berbagi tips bersama di Komunitas Berat Badan Ideal!


    health-tool-icon

    Kalkulator BMI (IMT)

    Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

    Laki-laki

    Wanita

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Why Do I Sneeze After Eating? https://www.healthline.com/health/sneezing-after-eating. Accessed 25/10/2018.

    Why Do Some People Sneeze After Eating? https://www.medicalnewstoday.com/articles/321587.php. Accessed 25/10/2018.

    A Sneeze After Dinner. https://www.everydayhealth.com/internal-medicine-specialist/sneezing-after-dinner.aspx. Accessed 25/10/2018.

    Foto Penulis
    Ditulis oleh Adelia Marista Safitri Diperbarui Oct 05, 2020
    Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus
    Next article: