home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Saya Sering Bersin Setelah Selesai Makan?

Kenapa Saya Sering Bersin Setelah Selesai Makan?

Bersin adalah reaksi alamiah untuk mengeluarkan kuman dan bakteri yang masuk ke saluran pernapasan, terutama di hidung. Namun, pernahkah Anda mengalami bersin setelah makan? Jika ya, Anda mungkin langsung mengira bahwa Anda terkena alergi makanan tertentu atau justru ada yang tidak beres dengan kesehatan Anda. Apa benar begitu?

Apa saja penyebab bersin setelah makan?

Bersin dan hidung tersumbat memang lebih umum disebabkan oleh pilek atau flu. Namun, bila Anda masih saja bersin-bersin setelah makan padahal tidak sedang flu, maka tentu ada penyebab lain yang perlu Anda perhatikan.

Berikut ini beberapa penyebab bersin setelah makan selain karena flu, yaitu:

1. Makanan

Jika Anda mengalami bersin setelah makan, maka ini bisa jadi karena pengaruh makanan yang baru saja Anda konsumsi. Ya, beberapa jenis makanan ternyata dapat menimbulkan iritasi lambung sekaligus memicu peradangan di hidung.

Bersin yang disebabkan karena makanan disebut dengan gustatory rhinitis. Gustatory rhinitis adalah jenis rhinitis non-alergi yang biasanya disebabkan oleh makanan pedas seperti wasabi, lada, kari, sup panas, atau minuman beralkohol.

Berdasarkan sebuah penelitian yang diterbitkan pada jurnal Current Opinions in Otolaryngology and Head and Neck Surgery, hidung memiliki reseptor khusus yang dapat menangkap senyawa capsaicin yang terdapat pada cabai. Saat reseptor hidung terkena rangsangan dari capsaicin, maka akan timbul reaksi bersin-bersin.

2. Kekenyangan

Uniknya, beberapa orang sering mengalami bersin-bersin dan hidung meler secara tiba-tiba setelah makan dalam porsi besar. Kondisi ini disebut dengan snatiation reflex, yaitu refleks tubuh yang terjadi saat perut kekenyangan setelah makan.

Sayangnya, para ahli masih belum tahu pasti penyebab bersin setelah makan yang satu ini. Mereka menduga bahwa hal ini ada kaitannya dengan faktor genetik dan bukan pertanda penyakit tertentu.

3. Alergi makanan

Jika Anda mengalami bersin setelah makan telur, kacang, atau susu, maka bisa jadi Anda mengalami alergi terhadap makanan tersebut. Tidak hanya bersin, tubuh biasanya akan muncul ruam dan mata gatal sebagai reaksi alergi.

Dalam kasus tertentu, sebagian orang mengalami reaksi alergi cukup parah yang disebut dengan reaksi anafilaksis. Kondisi ini dapat memicu sesak napas dan pembengkakan pada tubuh, bahkan juga mengancam jiwa. Maka itu, bila Anda memiliki alergi makanan tertentu dan cukup mengganggu, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Do I Sneeze After Eating? https://www.healthline.com/health/sneezing-after-eating. Accessed 9/10/2018.

Why Do Some People Sneeze After Eating? https://www.medicalnewstoday.com/articles/321587.php. Accessed 9/10/2018.

A Sneeze After Dinner. https://www.everydayhealth.com/internal-medicine-specialist/sneezing-after-dinner.aspx. Accessed 9/10/2018.


Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri
Tanggal diperbarui 19/10/2018
x