Sakit Perut setelah Makan Daging? 5 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

    Sakit Perut setelah Makan Daging? 5 Hal Ini Mungkin Penyebabnya

    Tidak semua orang memiliki reaksi pencernaan yang baik setelah makan daging. Reaksinya berbagai macam, tetapi yang paling umum adalah perut sakit setelah makan daging. Kenapa perut sakit setelah makan daging? Agar lebih jelas, simak ulasannya berikut ini.

    Penyebab perut sakit setelah makan daging

    Walaupun makan daging memberikan manfaat yang melimpah bagi tubuh, tetap ada kemungkinan efek samping yang muncul, misalnya sakit perut.

    Berikut beberapa hal yang menyebabkan sakit perut setelah makan daging.

    1. Makan daging terlalu banyak

    makanan penetral setelah makan daging

    Walaupun tubuh dapat dengan baik mencerna protein dan lemak, butuh waktu bagi tubuh untuk mencerna zat gizi ini.

    Protein membuat perut Anda mudah kenyang dan dapat menahan rasa lapar lebih lama dibanding jenis makanan lainnya.

    Nah, bila dimakan terlalu banyak, apalagi juga tinggi lemak, bisa menyebabkan perut Anda penuh, terasa tidak nyaman, bahkan sakit perut. Hal ini disebabkan proses pencernaan daging yang cukup lama.

    2. Alergi makanan

    Seseorang bisa terkena alergi akibat mengonsumsi beberapa makanan tertentu, salah satunya daging. Kondisi ini memunculkan berbagai gejala, termasuk kram perut, mual, dan muntah.

    Gejala tersebut biasanya terjadi dalam beberapa menit atau jam setelah daging dimakan.

    Bila Anda sering merasakan sakit perut setelah mengonsumsi daging, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

    3. Penyakit sistem pencernaan

    Penyakit gastritis terjadi akibat peradangan pada lapisan lambung. Orang dengan kondisi ini sebaiknya menghindari daging merah. Mereka hanya diperbolehkan mengonsumsi daging putih, seperti ayam tanpa lemak atau ikan.

    Selain itu, orang dengan sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome) harus menghindari daging merah. Pasalnya, otot pada usus harus bekerja lebih keras untuk memproses daging.

    Bila dikonsumsi, kemungkinan besar akan pasien kan merasakan sakit perut dan nyeri ulu hati.

    4. Keracunan makanan

    Jika daging yang Anda makan tidak higienis dan tidak dimasak dengan suhu yang tepat, makanan ini bisa membuat Anda sakit perut.

    Kualitas daging yang kurang baik mungkin bisa mengurangi kelezatan daging dan kualitas nutrisi. Daging yang kurang segar atau matang ini bisa menyebabkan keracunan makanan.

    Daging tersebut biasanya terkontaminasi berbagai bakteri, seperti Salmonella, E. colli, atau Listeria.

    Keracunan makan bisa terjadi beberapa jam atau beberapa hari setelah daging dikonsumsi. Gejalanya keracunan makanan umumnya meliputi sakit perut, muntah, dan diare.

    5. Penyakit lain

    sakit gigi setelah makan daging

    Pada beberapa kasus, sakit perut setelah makan daging merah mungkin saja tidak berhubungan dengan gangguan sistem pencernaan.

    Ada kemungkinan sakit perut yang Anda alami berkaitan dengan penyakit lain, tapi Anda tidak menyedarinya.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention, jenis penyakit tertentu, seperti flu, diketahui ikut menyebabkan ketidaknyamanan perut, seperti mual dan muntah.

    Selain itu, penelitian dari Stanford Medicine menyebut tidak jarang orang dengan COVID-19 mengalami gangguan pencernaan yang serupa.

    Cara mengatasi sakit perut karena makan daging

    Tak hanya protein, daging memiliki banyak kandungan zat gizi seperti lemak, seng, zat besi, hingga berbagai vitamin yang dibutuhkan tubuh.

    Berikut cara meringankan rasa sakit di perut karena makan daging yang bisa Anda coba.

    • Anda bisa mempertimbangkan sumber protein hewani lain, seperti daging ayam dan ikan. Bila pencernaan Anda tidak merespons dengan baik salah satu jenis daging merah.
    • Bila memiliki alergi atau intoleransi protein hewani, Anda bisa mengandalkan makanan protein nabati, misalnya tahu, tempe, dan kacang-kacangan.
    • Minum cairan bening tanpa pemanis tambahan, seperti teh atau air putih hangat dapat membantu sistem pencernaan.
    • Hindari mengonsumsi makanan padat selama beberapa jam setelah gejala muncul.
    • Hindari makanan berlemak tinggi atau yang digoreng atau berminyak.
    • Minum lansoprazole dan esomeprazole untuk mencegah asam lambung naik dan untuk membantu menyembuhkan iritasi lambung dan kerongkongan.
    • Probiotik membantu kesehatan sistem pencernaan dengan menambahkan bakteri baik ke dalam sistem pencernaan Anda.
    • Istirahat yang cukup dan makan makanan bergizi untuk menurunkan gejala sakit.

    Bila bingung bahan makanan apa yang harus dipilih dan cocok bagi pencernaan, Anda sebaiknya konsultasikan hal ini pada dokter.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Alpha-gal syndrome -Symptoms & causes. (2021). Mayo Clinic. Retrieved August 16, 2022 from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alpha-gal-syndrome/symptoms-causes/syc-20428608

    Flu Symptoms & Complications. (2021). Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Retrieved August 16, 2022 from https://www.cdc.gov/flu/symptoms/symptoms.htm

    Food Allergy vs. Intolerance: What’s the Difference?. (2022). Cleveland Clinic. Retrieved August 16, 2022 from https://health.clevelandclinic.org/allergy-or-intolerance-how-to-tell-the-difference/

    Gastritis. (n.d.). Hopkins Medicine. Retrieved August 16, 2022 from https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gastritis

    Meat Allergy. (2019). American College of Allergy, Asthma & Immunology. Retrieved August 16, 2022 from https://acaai.org/allergies/allergic-conditions/food/meat/

    White, T. (2020). Gastrointestinal symptoms common in COVID-19 patients, Stanford Medicine study reports. Stanford Medicine. Retrieved August 16, 2022 from https://med.stanford.edu/news/all-news/2020/04/stomach-complaints-common-in-covid-19-patients.html

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Aprinda Puji Diperbarui Sep 14
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan