backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

1

Tanya Dokter
Simpan
Konten

Benarkah Anda Tidak Boleh Minum Obat dengan Susu?

Ditinjau secara medis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm · Farmasi · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 14/08/2023

Benarkah Anda Tidak Boleh Minum Obat dengan Susu?

Supaya dapat bekerja dengan baik, obat perlu diminum dengan mengikuti aturan tertentu. Selain aturan minum obat setelah atau sebelum makan, Anda mungkin pernah mendengar bahwa Anda sebaiknya tidak minum obat dengan susu.

Lantas, apakah benar demikian? Adakah jenis obat tertentu yang memang tidak boleh diminum dengan susu? Simak ulasan berikut untuk tahu jawabannya.

Bolehkah Anda minum obat dengan susu?

Anda sebetulnya boleh saja minum obat dengan susu. Ini tidaklah berbahaya, tetapi aturan tersebut tidak berlaku untuk semua jenis obat.

Ada beberapa jenis obat yang sebaiknya tidak diminum bersama susu, salah satunya adalah antibiotik.

Ini karena kandungan kalsium yang tinggi di dalam susu dikhawatirkan dapat mengurangi proses penyerapan zat aktif pada antibiotik sehingga obat tidak bisa bekerja dengan baik.

Bukan hanya susu dalam bentuk minuman, Anda sebaiknya juga tidak mengonsumsi antibiotik dengan produk olahan susu, seperti keju dan yoghurt.

Meski begitu, Anda sebaiknya juga tahu bahwa ada beberapa obat yang justru disarankan untuk diminum bersama susu.

Susu yang diminum sebelum atau setelah obat umumnya berfungsi untuk menggantikan zat gizi yang terbuang saat minum obat atau mengurangi risiko efek samping.

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa aturan minum obat tanpa minum susu tidak berlaku untuk semua jenis obat. Pastikan Anda menyesuaikannya dengan jenis obat yang sedang diminum.

Interaksi saat minum obat dengan susu

Berikut adalah kondisi yang dikhawatirkan terjadi jika Anda minum beberapa jenis obat pakai susu.

  • Mengganggu kinerja obat di dalam tubuh, baik menjadikannya terlalu kuat atau lemah sehingga tidak bekerja optimal.
  • Meningkatkan risiko efek samping atau bahkan menimbulkan efek samping yang baru.
  • Mengganggu proses penyerapan obat dalam tubuh.

Oleh karena itu, penting untuk membaca aturan pakai obat pada kemasan atau menanyakannya langsung pada dokter atau apoteker.

Selain itu, perlu diingat bahwa setiap orang mungkin merasakan interaksi obat dan susu yang berbeda.

Selain karena kondisi tubuh, efek samping setiap orang juga bisa ditentukan dari banyaknya susu yang diminum atau jarak minumnya dengan obat.

Jenis obat yang sebaiknya tidak diminum dengan susu

obat dicampur susu

Bukan hanya antibiotik, berikut adalah beberapa jenis obat lainnya yang sebaiknya tidak diminum bersama susu.

  • Antibiotik, seperti doxycycline, levofloxacin, minocycline, gemifloxacin, dan ciprofloxacin.
  • Suplemen zat besi untuk anemia.
  • Obat antikanker.
  • Obat-obatan untuk penyakit tiroid seperti levothyroxine.
  • Obat-obatan untuk osteoporosis seperti alendronate dan risedronate.

Selain itu, Anda sebaiknya juga menghindari minum obat pakai susu jika pada kemasan obat tertulis larangan mengonsumsi obat bersama makanan yang tinggi kalsium, zat besi, magnesium, atau seng.

Meski begitu, bukan berarti Anda benar-benar tidak bisa mengonsumsi susu dan olahannya selama minum berbagai obat tersebut.

Anda bisa minum obat dengan susu atau produk olahan susu kira-kira satu jam sebelum atau dua jam setelah minum obat.

Selain susu, perlu diingat pula bahwa Anda mungkin tidak boleh minum obat dengan teh atau jenis minuman lainnya.

Jenis obat yang boleh diminum dengan susu

Salah satu jenis obat yang dianjurkan untuk dikonsumsi dengan susu adalah kortikosteroid, seperti prednison.

Meski begitu, laman Hospital for Special Surgery menyarankan untuk memilih jenis susu low-fat. Jika Anda memiliki intoleransi laktosa, susu kedelai bisa menjadi penggantinya.

Fungsi susu saat minum kortikosteroid adalah memberikan kalium dan kalsium pengganti yang banyak terbuang saat Anda mengonsumsi jenis obat tersebut.

Tindakan tersebut juga mencegah timbulnya efek samping minum kortikosteroid, seperti osteoporosis.

Susu juga bisa diminum saat Anda mengonsumsi obat-obatan jenis anti-inflamasi nonsteroid (NSAID) karena dapat mengurangi efek samping berupa gangguan sistem pencernaan.

Pada dasarnya, setiap obat memiliki aturan pakainya masing-masing supaya bisa berfungsi secara optimal.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan pada dokter atau apoteker terkait cara mengonsumsi obat yang benar. Selain itu, Anda juga bisa membaca aturan pakai obat pada kemasan.

Kesimpulan

  • Tidak semua obat tidak boleh diminum dengan susu.
  • Obat yang sebaiknya tidak diminum dengan susu: antibiotik, suplemen zat besi, obat antikanker, levothyroxine, dan obat untuk osteoporosis.
  • Obat yang bisa diminum dengan susu: kortikosteroid dan NSAID.
  • Interaksi obat dan susu dikhawatirkan dapat mengurangi kinerja obat atau memperbesar risiko efek samping.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm

Farmasi · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 14/08/2023

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan