Ternyata, Ini Jenis Air Minum yang Paling Sehat (Plus Waktu Paling Tepat Buat Minum Air)

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 Juli 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Tubuh memerlukan air atau cairan yang berguna untuk memproses pencernaan, penyerapan zat atau kandungan makanan untuk energi, sirkulasi darah atau pencernaan, serta mempertahankan suhu tubuh. Sekarang ini banyak jenis air minum yang sudah melalui proses penyaringan yang dianggap lebih sehat, seperti air suling, air yang dimurnikan. Lalu apa bedanya dengan air minum yang biasa atau dari keran?

Mengenal berbagai jenis air minum

Air purifikasi (Purified water)

Purified water (air purifikasi) atau air yang dimurnikan adalah air yang telah disaring atau diproses untuk menghilangkan kotoran seperti bahan kimia dan zat pencemar lainnya.

Biasanya diproduksi menggunakan air tanah atau air keran. Melalui proses pemurnian, banyak jenis kontaminan yang dibuang seperti bakteri, jamur, parasit, ganggang, logam (tembaga, timah), dan polutan kimia.

Air yang dimurnikan dibuat melalui beberapa proses, antara lain:

  • Koagulasi dan flokulasi: Bahan kimia bermuatan positif ditambahkan ke air untuk mengikat partikel bermuatan negatif sehingga mereka dapat disaring. Ini membentuk partikel yang lebih besar yang disebut floc.
  • Sedimentasi: Memisahkan floc yang mengendap di bagian bawah dari air bersih.
  • Penyaringan: Air bersih kemudian mengalir melalui banyak sistem penyaringan yang terbuat dari pasir, arang dan kerikil. Ini menghilangkan kontaminan seperti debu, bakteri, bahan kimia dan virus.
  • Disinfeksi: Selama langkah ini, disinfektan kimia seperti klorin ditambahkan ke dalam air untuk membunuh bakteri atau virus yang tersisa, yang mungkin telah selamat dari beberapa langkah pertama.

Selain itu, air yang dimurnikan melalui proses penyaringan dengan beberapa pilihan metode, yaitu:

  • Reverse osmosis, menyaring air melalui material khusus yang disebut membran semipermeabel. Bahan ini memungkinkan cairan mengalir, tetapi menghilangkan garam dan kotoran.
  • Distilasi, mendidihkan air, dan kemudian mengumpulkan uap yang kembali ke dalam cairan untuk menghilangkan kotoran dan mineral.
  • Deionisasi, menghilangkan garam dan ion mineral lainnya (molekul) dari air.

Air suling (Distilled water)

Distilled water atau air suling adalah salah satu jenis dari air yang dimurnikan. Air suling telah melalui proses distilasi untuk menghilangkan kotoran.

Distilasi adalah proses pendidihan air untuk mengumpulkan uapnya, yang kemudian kembali menetes ke air setelah dingin. Proses ini sangat efektif untuk menghilangkan kontaminan bakteri, virus, protozoa, dan bahan kimia seperti timbal dan sulfat.

Itu kenapa selain diminum, air suling juga sering digunakan di fasilitas medis atau laboratorium karena dianggap sangat murni.

Air keran yang dimasak

Merebus air keran adalah cara mengolah air minum yang banyak dilakukan orang Indonesia. Air rebus terbilang cukup aman untuk diminum karena proses pemanasannya dapat membunuh bakteri atau kuman lain yang bisa mengganggu kesehatan.

air minum tercemar

Jenis air minum mana yang lebih sehat?

Air minum yang melalui proses penyaringan bisa menjadi pilihan yang tepat. Air murni (purified water) pada umumnya bebas dari logam, bahan kimia, dan kontaminan lainnya.

Manfaat lain dari air minum yang dimurnikan adalah menghilangkan rasa tidak enaknya dari kandungan bahan kimia, bahan organik atau pipa besi. Tergantung pada jenis sistem penyaringan yang digunakan.

Namun, sistem pemurnian air dengan filter arang yang bertujuan untuk menghilangkan klorin malah bisa membuat klorin masuk ke dalam air minum. Hal ini sering dihubungkan dengan peningkatan risiko kanker tertentu.

Sementara air suling yang melalui proses distilasi sangat efektif untuk menghilangkan kontaminan yang berpotensi membahayakan, tapi juga menghilangkan mineral dan elektrolit alami yang ditemukan dalam air. Bersama dengan kotoran yang tidak diinginkan, mineral yang bermanfaat seperti kalsium dan magnesium juga tertinggal saat uap naik selama proses distilasi.

Harus berapa banyak minum air dalam sehari?

Terlepas dari mana jenis air minum yang paling sehat, kita harus tetap bisa memenuhi asupan cairan tubuh setiap hari. Menurut Healthline, porsi minum air pada dasarnya tidak harus 2 liter atau 8 gelas dalam sehari. Kebutuhan air tiap orang berbeda-beda, tergantung kondisi kesehatan dan aktivitasnya.

Pasalnya, ada beberapa buah-buahan, sayuran, dan makanan yang bisa di dalamnya sudah mengandung cairan yang diperlukan tubuh. Kelebihan asupan cairan justru dapat mengganggu kesehatan tubuh.

Intinya, banyak minum ketika merasa haus, berkeringat, saat cuaca terik, serta sebelum dan sesudah makan. Namun, ada beberapa waktu atau kondisi yang mengharuskan Anda segera minum air yang cukup. Contohnya seperti berikut ini:

  • Setelah bangun tidur

Minumlah satu gelas air setelah bangun tidur untuk membantu mengaktifkan organ dalam Anda, khususnya pencernaan.  Air akan membantu melancarkan pencernaan, dan menghilangkan racun sisa di pencernaan.

  • Sebelum makan

Minumlah satu gelas air 30 menit sebelum makan untuk membantu melancarkan sistem pencernaan. Jangan terlalu cepat minum air setelah makan, kecuali kalau memang Anda tersedak dan tenggorokan terasa tidak nyaman saat menelan makanan. Disarankan minum air beberapa saat setelah makan untuk memungkinkan tubuh menyerap nutrisi dari makanan yang Anda makan.

  • Sebelum mandi

Minumlah satu gelas air sebelum mandi untuk membantu menurunkan tekanan darah Anda.

  • Sebelum tidur

Habiskan satu gelas air minum satu jam sebelum tidur untuk mengisi kembali cairan yang hilang selama seharian.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Bisa Ada Orang yang Tidak Suka Minum Air Putih?

Minum air itu sangat penting, tapi ada saja orang yang tidak suka air putih. Kok bisa, ya? Ini dia alasan sekaligus cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan, Informasi Kesehatan 9 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit

Bagaimana Menjaga Air Minum Kemasan Tetap Aman dan Bersih?

Ketahui cara menjaga air kemasan tetap aman diminum mengingat sebagian besar orang mengandalkan jenis air minum ini agar kadar air tubuh tetap seimbang.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Tips Makan Sehat, Nutrisi 8 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Mengenal Jenis Air Minum dalam Kemasan (AMDK) di Indonesia

Penting untuk mengenal dan memilih air minum dalam kemasan yang layak konsumsi. Apakah Anda sudah memilih air minum yang tepat untuk dikonsumsi?

Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan, Informasi Kesehatan 12 Mei 2020 . Waktu baca 6 menit

Minum Air Putih vs Infused Water Saat Puasa, Mana yang Lebih Baik?

Selama puasa, asupan cairan harian sebaiknya dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Nah, sebaiknya minum air putih atau infused water saat puasa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 5 Mei 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

rajin minum air putih

5 Manfaat Rajin Minum Air Putih untuk Tubuh Anda

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mencegah batu ginjal sakit batu ginjal

7 Cara Mencegah Batu Ginjal yang Dapat Dilakukan Sekarang Juga

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
air putih untuk bayi

Air Putih untuk Bayi: Kapan Boleh Diberikan dan Apakah Berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
cara mengatasi jantung berdebar

5 Cara Mengatasi Jantung Berdebar Kencang yang Efektif

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit