home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tidak Sengaja Termakan Belatung, Apa yang Akan Terjadi?

Tidak Sengaja Termakan Belatung, Apa yang Akan Terjadi?

Belatung identik dengan hewan kecil bertubuh lunak tanpa kaki, yang sekilas terlihat mirip seperti cacing. Normalnya, belatung kerap muncul di tempat sampah, area kotor dan lembap, atau di tubuh makhluk hidup yang telah mati. Namun, tak jarang belatung juga muncul di dalam makanan yang tidak diolah dengan benar maupun yang sudah busuk. Kira-kira, bagaimana, ya, kalau tidak sengaja makan belatung yang ada dalam makanan ini?

Apa akibatnya kalau tidak sengaja makan belatung?

Membayangkan dan mendengar nama belatung saja mungkin Anda sudah jijik, apalagi kalau tanpa sadar memakannya. Lalu, apa jadinya kalau makan belatung yang ada dalam makanan? Akankah hewan ini berkembang biak dan menggerogoti organ tubuh? Cari tahu di bawah ini.

1. Myiasis

Myiasis adalah infeksi yang terjadi ketika belatung menggerogoti dan memakan jaringan hidup hewan atau manusia. Belatung yang termakan bisa hidup dan berkembang di dalam bagian tubuh mana pun, baik itu pada organ ataupun jaringan tubuh.

Semakin banyak jumlah belatung di dalam tubuh, maka akan semakin banyak organ dalam yang terinfeksi. Sebagian besar kasus myiasis biasanya terjadi di bawah jaringan kulit. Namun, tidak menutup kemungkinan kalau belatung juga dapat hidup di perut, usus, hingga mulut yang kurang dijaga kebersihannya.

Infeksi yang sudah memburuk bisa menimbulkan kerusakan serius pada jaringan dan organ tubuh sehingga membutuhkan penanganan medis secepat mungkin.

2. Keracunan

Sama halnya seperti mengonsumsi makanan yang kurang terjaga kebersihannya, makan belatung juga berisiko menyebabkan keracunan. Ini karena belatung biasanya tinggal dalam makanan yang kurang bersih atau bahkan sudah membusuk sehingga tidak aman lagi untuk dimakan.

Penyebab keracunan bukan semata-mata berasal dari belatung saja. Kontaminasi bakteri (C. botulinum atau C. perfringens) yang terkandung dalam makanan tersebut dapat membuat kandungan nutrisinya hilang dan menjadi tidak higienis untuk dimakan. Akibatnya, Anda mungkin mengalami demam, diare, mual, muntah, kelelahan, serta sakit perut sebagai tanda kalau Anda mengalami keracunan makanan.

3. Reaksi alergi

Makan belatung bisa mengakibatkan alergi pada beberapa orang. Jangankan memakannya, mungkin bersentuhan sedikit saja dengan belatung dapat dengan mudah membuat gejala alergi tesebut muncul.

Fakta ini dikonfirmasi oleh dr. William Sears, seorang dokter anak sekaligus penulis buku The Portable Pediatrician, yang berpendapat bahwa alergi bisa langsung muncul meski kontak yang terjadi dengan belatung sangat kecil.

Gejala alergi yang dapat muncul setelahnya yakni berupa masalah pernapasan, ruam atau kemerahan pada kulit, sensasi gatal di mulut, sakit perut, diare, muntah, pusing, dan gejala alergi lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

I Accidentally Ate Maggots. Now What? https://www.healthline.com/health/eating-maggots Diakses pada 8 November 2018.

Risks of Ingesting Maggots. https://www.livestrong.com/article/548659-risks-of-ingesting-maggots/ Diakses pada 8 November 2018.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 19/11/2018
x