Apa yang Akan Terjadi Kalau Manusia Makan Rumput? Kenapa Tak Dianjurkan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Agustus 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Homo sapiens, yaitu spesies manusia, bisa digolongkan sebagai omnivor atau pemakan segala. Manusia bisa makan tumbuh-tumbuhan serta daging. Akan tetapi, jika manusia memang bisa mengonsumsi segala jenis sumber pangan, bukankah seharusnya tak ada wabah kelaparan di dunia? Mengapa orang yang kelaparan, terdampar di pulau tak berpenghuni, atau tersesat di hutan belantara tidak makan rumput saja untuk bertahan hidup?

Nah, untuk mencari tahu apa yang bakal terjadi kalau Anda nekat mengonsumsi rumput di pekarangan rumah atau di ladang, simak terus penjelasan lengkapnya berikut ini.

Bolehkah manusia makan rumput?

Pada dasarnya, rumput bukanlah jenis tanaman beracun yang bisa menyebabkan kematian. Maka secara teori mungkin saja manusia makan rumput. Lalu mengapa tak ada orang yang mau memasak rumput jadi sayur untuk dikonsumsi?

Rupanya meski rumput tidak beracun, sistem pencernaan manusia tak dirancang untuk mengurai dan menyerap rumput dalam tubuh. Berbeda dengan binatang pemakan tumbuhan (herbivor) seperti sapi dan kambing, manusia tak memiliki enzim jenis selulase dan mikroba khusus yang mampu menyerap rumput dan mengubahnya jadi bahan pangan yang penuh nutrisi.

Inilah yang membedakan rumput biasa dengan sayur-mayur kaya nutrisi seperti daun selada, daun pepaya, bayam, dan kangkung. Dengan kata lain, tak ada gunanya bagi manusia untuk makan rumput. Inilah mengapa meskipun manusia mungkin saja makan rumput, sejak zaman prasejarah pun hal tersebut tidak dilakukan.

Apa yang terjadi kalau manusia nekat makan rumput?

Dalam beberapa kasus, ada masa-masa di mana manusia akhirnya terpaksa makan rumput karena tak ada sumber pangan lain yang tersedia. Contohnya saat Irlandia mengalami bencana kelaparan pada tahun 1840-an. Juga saat benua Afrika bagian timur, tepatnya negara-negara seperti Somalia dan Etiopia mengalami bencana kekeringan tahun 2011.

Saking putus asanya, orang-orang memilih untuk makan rumput sekadar untuk mengisi perut dan bertahan hidup. Sayangnya, manusia memang tak bisa mencerna rumput. Akibatnya, orang-orang yang makan rumput justru mengalami gangguan pencernaan serius serta malnutrisi. Jadi meskipun manusia dilanda kelaparan sekalipun, rumput bukan solusi yang tepat.  

Tips mengonsumsi rumput dalam situasi darurat

Meskipun manusia memang tak bisa makan rumput, bukan berarti dalam situasi darurat Anda tak bisa memanfaatkan tanaman yang bisa ditemukan hampir di mana saja ini. Misalnya ketika Anda mendaki gunung dan tersesat tanpa persediaan air atau makanan.

Anda bisa mengunyah rumput sampai lumat di mulut, tapi jangan ditelan! Anda harus membuang rumput yang sudah dikunyah. Dengan begitu, Anda bisa menyesap air yang terkandung dalam rumput. Hal ini berguna untuk mencegah dehidrasi tanpa harus mengambil risiko mencerna rumput.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi seperti protein, mineral, dan lemak, Anda malah sebaiknya makan serangga hutan. Serangga yang bisa dimakan dan menambah asupan gizi Anda antara lain kumbang, belalang, capung, dan ulat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Mengatasi Mimisan dengan Cepat, Mulai dari Bahan Alami hingga Obat Medis

Mimisan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, tapi Anda tak perlu panik. Berikut adalah berbagai obat mimisan alami yang ampuh hentikan perdarahan.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan THT, Gangguan Hidung 14 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

5 Penyebab Bercak Putih di Puting Susu dan Cara Mengatasinya

Pernahkah Anda memiliki bintik atau bercak putih di puting susu atau sekitarnya? Tak usah khawatir, kenali penyebab dan cara mengatasinya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Payudara Terasa Sakit, Apa Penyebabnya Selalu Kanker?

Penyebab payudara sakit kerap dikaitkan dengan kanker. Namun, apakah anggapan itu benar? Bagaimana penjelasan lengkapnya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Kanker Payudara, Kanker 14 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

5 Tanda Pasangan Anda Sedang Memendam Rasa Dengan Orang Lain

Pasangan Anda berubah? Bisa saja ia sedang selingkuh hati. Bagaimana ciri-ciri orang yang sedang selingkuh pakai hati? Simak tanda-tandanya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 14 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mengatasi kesepian

5 Langkah Mengatasi Kesepian, Agar Hidup Lebih Semangat

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
brazilian blowout

Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
zat aditif adalah msg

Zat Aditif pada Makanan Ternyata Tak Selalu Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit