home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ternyata Perempuan Juga Punya Jakun, Loh!

Ternyata Perempuan Juga Punya Jakun, Loh!

Jakun adalah karakteristik fisik khas laki-laki yang mulai muncul selama masa puber. Menurut legenda barat, pria memiliki jakun karena nabi Adam yang melanggar perintah Tuhan untuk tidak memakan buah apel di surga. Karena kelalaiannya, potongan apel tersebut tersangkut di tenggorokan Adam, dan semua pria keturunannya kini hidup membawa bukti tersebut. Dari sinilah muncul istilah “Adam’s Apple”, padanan kata bahasa Inggris untuk jakun.

Apakah cerita ini yang juga menjadi alasan kenapa perempuan tidak memiliki jakun?

Semua manusia punya jakun

Jakun (dalam bahasa kedokteran disebut prominentia laryngea) adalah tonjolan di tengah tenggorokan yang terbuat dari tulang rawan tiroid — dinamakan demikian karena letaknya tepat di atas kelenjar tiroid. Tulang rawan tiroid merupakan tulang rawan yang melindungi laring, struktur dalam leher tempat di mana pita suara berada untuk menghasilkan suara.

Baik pria dan wanita sama-sama memiliki tulang rawan tiroid, yang menjadi bagian dari anatomi leher manusia. Artinya, wanita juga memiliki jakun. Tapi umumnya, ukuran jakun wanita tidak sebesar milik pria.

Jakun pria terlihat sangat jelas karena beberapa alasan. Pertama, struktur tulang leher pria lebih kokoh dan tebal daripada wanita, sehingga bisa memberikan jakun penampilannya yang sangat khas menonjol. Kedua, pria dan wanita melalui perubahan fisik yang berbeda selama masa puber.

Kapan kita mulai tumbuh jakun?

Anak perempuan dan laki-laki pada awalnya memiliki ukuran tulang rawan tiroid yang sama besar. Tapi begitu mereka mulai menginjak masa puber, anak laki dan perempuan melewati sejumlah perubahan fisik yang berbeda.

Selama puber, laring laki-laki bertumbuh dengan pesat berkat peningkatan hormon testosteron agar dapat memfasilitasi pita suara pria yang memang lebih tebal dan panjang — yang memberikan pria dewasa suara yang lebih berat dan nge-bass. Bersamaan dengan pertumbuhan laring, tulang rawan di sekitarnya juga ikut tumbuh. Hasil pertumbuhan tulang rawan inilah yang kita sebut dengan jakun.

Kenapa jakun wanita tidak menonjol?

Tulang rawan tiroid milik anak perempuan juga bertumbuh, namun tidak sebanyak itu. Akibatnya, gadis remaja dan wanita dewasa cenderung memiliki nada suara yang lebih tinggi daripada rekan-rekan pria mereka. Selain itu, tubuh perempuan pada umumnya juga memiliki persentase lemak yang lebih tinggi daripada laki-laki, yang secara halus “menyembunyikan” tonjolan tulang rawan sekaligus juga memberikan penampilan garis leher yang lebih ramping.

Namun demikian, beberapa wanita bisa memiliki tonjolan jakun yang terlihat jelas karena beberapa alasan. Kadang, jakun wanita merupakan hasil dari anomali anatomi tubuh, sifat genetik, atau ketidakseimbangan hormon yang terjadi selama pubertas. Dalam beberapa kasus lain, tonjolan ini sebenarnya bukan jakun, melainkan sebuah pertumbuhan yang disebabkan suatu kondisi kesehatan tertentu.

Tonjolan jakun bisa dikurangi lewat operasi

Sayangnya, karena jakun begitu erat kaitannya dengan fitur “kejantanan”, beberapa perempuan berjakun mungkin berurusan dengan isu-isu yang memengaruhi kepercayaan diri dan juga identitas dirinya. Jika diperlukan, konseling dapat membantu wanita untuk memperoleh cara pandang baru terhadap dirinya dan sekaligus juga keyakinan diri.

Masalah penampilan akibat jakun juga bisa menghampiri pria, lho. Terutama ketika jakun tampak naik-turun dengan jelas saat mereka sedang merasa gugup atau ketakutan, yang bisa “membongkar” rasa ketidakpercayaan diri mereka saat tampil di hadapan orang lain.

Baik pria dan wanita yang bermasalah dengan jakunnya dapat memilih untuk melakukan operasi plastik untuk mengurangi besar tonjolannya. Prosedur bedah plastik ini relatif aman, tapi setiap prosedur medis datang dengan risikonya masing-masing. Operasi pengurangan jakun dapat meninggalkan bekas jaringan parut dan potensi perubahan suara.

BACA JUGA:

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Don’t Women Have Adam’s Apples? http://www.everwell.com/fun/stump_the_doc/why_dont_women_have_adams_appl.php accessed Jan 19 2017

Why Do Men Have an Adam’s Apple But Women Don’t? http://www.livescience.com/32470-why-do-we-have-an-adams-apple.html accessed Jan 19 2017

Why don’t women have Adam’s apples? http://health.howstuffworks.com/human-body/parts/why-dont-women-have-adams-apples.htm accessed Jan 19 2017

Foto Penulis
Ditulis oleh Ajeng Quamila
Tanggal diperbarui 23/01/2017
x