Tidak Tahan Dengan Suara Bising? Bisa Jadi Ciri Hiperakusis

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Suara yang bising seperti klakson kendaraan, sirene ambulans, teriakan anak-anak, musik yang terlalu keras, atau alat-alat konstruksi bangunan memang sangat mengganggu. Namun, Anda mungkin pernah menemui orang-orang yang terlampau peka pada suara-suara tertentu. Saat mendengar suara tertentu yang cukup keras, mereka akan tampak bereaksi secara berlebihan. Atau jangan-jangan Anda sendiri yang mengalami kondisi ini? Ternyata tidak tahan dengan suara berisik bisa jadi kondisi medis yang cukup serius. Kondisi tersebut dikenal dengan nama hiperakusis. Orang yang mengidap hiperakusis akan merasa sangat tidak nyaman ketika mendengar suara-suara yang dibencinya. Baca terus informasi di bawah ini untuk mencari tahu seluk-beluk soal hiperakusis.  

Apa itu hiperakusis?

Hiperakusis adalah sebuah gangguan pendengaran yang menyebabkan seseorang jadi terlalu peka saat menangkap suara. Orang yang mengidap hiperakusis akan menerima suara dalam tingkat yang lebih keras daripada orang lain. Pada setiap orang yang mengidap hiperakusis, bentuknya bisa berbeda-beda. Sebagai contoh, ada orang yang terlampau peka terhadap suara tangisan anak kecil tapi bisa menerima suara musik yang terlalu keras. Ada juga orang yang tidak tahan dengan suara dentingan alat makan tapi tidak begitu merasa terganggu dengan suara gergaji mesin. Namun, ada juga pengidap kondisi ini yang sama sekali tidak tahan dengan suara berisik, apa pun itu sumbernya. Beberapa orang dengan hiperakusis bahkan akan merasa sangat tidak nyaman dengan suara-suara normal yang ada di sekitarnya sehari-hari. Hiperakusis yang cukup parah bisa sangat mengganggu aktivitas harian pengidapnya.

Kasus hiperakusis termasuk kondisi yang jarang ditemukan di seluruh dunia. Prevalensinya adalah satu dari setiap 50.000 orang. Namun, kondisi ini bisa menyerang siapa pun tanpa pandang bulu. Baik orang dewasa, anak-anak, laki-laki, maupun perempuan bisa mengalami hiperakusis. Gangguan pendengaran ini bisa muncul seketika atau perlahan-lahan.

Apakah Anda mengidap hiperakusis?  

Gejala dan ciri-ciri hiperakusis hampir tidak bisa dibedakan dengan rasa jengkel atau terganggu yang biasanya dirasakan semua orang ketika ada suara berisik. Jadi, perhatikan beberapa ciri berikut ini untuk mencari tahu apakah Anda hanya merasa terganggu biasa atau mengidap hiperakusis.

  • Merasa tidak nyaman
  • Marah, gugup, cemas, gelisah, tegang, dan ketakutan
  • Rasa sakit pada telinga
  • Menghindari tempat-tempat ramai
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sensitif atau tidak tahan dengan suara yang sangat spesifik
  • Insomnia

Penyebab hiperakusis

Hingga saat ini, belum ada penyebab pasti munculnya gangguan pendengaran ini. Namun, jika Anda tidak tahan dengan suara berisik tertentu, mungkin ada penyakit atau kondisi tertentu yang menjadi pemicunya. Berikut adalah beberapa faktor yang meningkatkan risiko Anda terhadap hiperakusis.

  • Tinnitus atau telinga berdenging
  • Kerusakan otak atau telinga misalnya karena trauma pada kepala, operasi telinga, prosedur mengangkat kotoran telinga, infeksi telinga, atau hilang pendengaran karena suara bising
  • Lingkungan kerja dengan suara mesin yang sangat berisik
  • Stres dan depresi
  • Trauma psikologis terhadap situasi tertentu misalnya pada tentara yang berada di medan perang dengan suara ledakan atau dentuman senjata
  • Gangguan spektrum autistik (GSA)
  • Sindrom Williams
  • Penyakit Bell’s Palsy atau kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah
  • Penyakit Meniere atau gangguan telinga dalam
  • Efek samping obat-obatan

Apakah kondisi ini bisa disembuhkan?

Penanganan atau pengobatan yang diberikan bagi penderita hiperakusis biasanya berbeda-beda, tergantung pada faktor pemicunya. Pada kebanyakan kasus, gangguan hiperakusis akan hilang setelah penyakit atau kondisi yang memicunya sembuh. Namun, selama faktor pemicunya belum hilang, hiperakusis hanya bisa diringankan gejalanya.

Dokter mungkin akan meresepkan obat penenang untuk membantu mengendalikan kecemasan. Anda juga disarankan untuk menjalani terapi bersama dengan psikolog, psikiater, atau ahli saraf. Terapi yang bisa dicoba untuk mengatasi hiperakusis antara lain adalah terapi kognitif dan perilaku (CBT) dan terapi suara dengan alat khusus untuk mengurangi kepekaan Anda terhadap suara yang menggangu. Anda juga mungkin akan diajari teknik relaksasi untuk mengurangi tekanan atau ketidaknyamanan ketika mendengar suara-suara tertentu. Kalau suara yang Anda dengar terlalu mengganggu, Anda bisa menggunakan sumbat telinga (earplug) saat berada di tempat-tempat umum.  

Komplikasi yang ditimbulkan

Pada kasus tertentu, hiperakusis bisa menyebabkan rasa takut atau benci terhadap suara yang juga dikenal dengan sebutan misophonia. Beberapa orang yang tidak tahan dengan suara bising yang mengganggu juga jadi takut keluar rumah dan menarik diri dari lingkungan sosialnya. Jika Anda atau orang terdekat Anda menderita depresi karena hiperakusis, segera cari bantuan profesional.

BACA JUGA:

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

3 Resep Pasta Gandum Rendah Kalori yang Mudah Dimasak

Menu diet tidak harus itu-itu melulu sajiannya. Anda masih bisa makan pasta nikmat dan pastinya rendah kalori. Simak 3 resep pasta gandum pada artikel ini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Nutrisi, Hidup Sehat 14/07/2020 . Waktu baca 3 menit

Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

Saat ini hampir semua tempat makanan atau minuman terbuat dari wadah plastik. Namun, sebelum menggunakannya, ketahui dulu kode dari masing-masing wadah.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

4 Fakta yang Perlu Anda Ketahui Seputar Tanggal Kedaluwarsa

Setiap produk makanan kemasan pasti mencantumkan tanggal kedaluwarsa. Tapi, apa Anda sudah benar-benar memahami yang dimaksud dengan tanggal kedaluwarsa?

Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

Ada yang bilang kita sudah tak boleh minum air yang disimpan dalam botol plastik hangat. Misalnya karena ditinggal di mobil seharian. Benarkah demikian?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Tips Sehat 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

hubungan baru setelah bercerai

Kapan Waktu Tepat Memulai Hubungan Baru Setelah Bercerai?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 16/07/2020 . Waktu baca 4 menit
orgasme tanpa disentuh

3 Hal yang Bisa Membuat Anda Orgasme Tanpa Disentuh

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
pasien koma masih sadar atau tidak

Ini yang Terjadi Pada Tubuh dan Pikiran Saat Kita Sedang Koma

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit
tidak puas dengan pekerjaan berbahaya bagi kesehatan

Tidak Menikmati Pekerjaan di Masa Muda, Bisa Membahayakan Kesehatan di Masa Depan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 14/07/2020 . Waktu baca 4 menit