backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

Penyebab Nyeri Wajah (Facial Pain) dan Cara Mengatasinya

Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan · General Practitioner · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 07/02/2023

Penyebab Nyeri Wajah (Facial Pain) dan Cara Mengatasinya

Rasa nyeri umumnya bisa dirasakan pada kepala, punggung, atau gigi. Namun, ada pula rasa nyeri wajah alias facial pain. Ternyata, penyebabnya bisa bersumber dari infeksi kulit hingga gigi.

Penyebab nyeri wajah

Facial pain adalah munculnya rasa nyeri pada wajah. Rasa sakit ini bisa timbul sebagai masalah tunggal ataupun ada penyakit yang mendasari. 

Berikut kondisi yang bisa menimbulkan rasa sakit di muka. 

1. Sakit kepala

facial pain bisa muncul akibat sakit kepala

Facial pain bisa timbul akibat sakit kepala. Saat kepala sakit, nyeri bisa terasa merambat hingga wajah.

Ada tiga jenis sakit kepala yang bisa menyebabkan nyeri pada muka yaitu sakit kepala akibat tekanan, migrain, dan sakit kepala kluster yang muncul 1 – 8 kali dalam sehari.

Rasa sakit muncul akibat aktifnya sinyal saraf yang memengaruhi otot dan pembuluh darah di sekitar kepala. Sinyal diteruskan ke otak berupa rasa sakit.

Cara mengatasi sakit kepala bergantung pada jenis dan pemicunya. 

Anda bisa mengonsumsi obat sakit kepala yang dijual bebas. Relaksasi dengan fokus mengatur pernapasan juga bisa mengurangi rasa sakit. 

Obat triptan bisa Anda peroleh dari dokter bila migrain sudah terasa parah dan tak terkendali.

2. Sakit gigi

Facial pain bisa terjadi akibat gigi berlubang. Penyebab gigi berlubang yaitu infeksi bakteri di gusi yang bisa menyebabkan nanah atau abses.

Nah, abses inilah yang bisa menimbulkan nyeri berdenyut hingga ke bagian rahang, wajah, hingga leher. 

Rasa nyeri bisa semakin terasa bila gigi yang berlubang digunakan untuk mengunyah makanan panas atau dingin.

Cara mengatasi gigi berlubang adalah dengan melakukan perawatan saluran akar. Bila sudah parah, dokter akan mencabut gigi berlubang dan menyayat gusi agar nanah bisa keluar.

3. Sinusitis

sinusitis bisa menyebabkan nyeri wajah

Sinusitis adalah radang atau pembengkakan pada sinus, yakni rongga di antara tulang pipi, kedua sisi batang hidung, dan belakang mata.

Nyeri di wajah muncul akibat lendir yang menumpuk tidak bisa keluar dari hidung dan sinus yang meradang. Peradangan pada sinus bisa disebabkan oleh infeksi atau alergi. 

Berikut perawatan dan pengobatan sinusitis.

  • Parasetamol atau ibuprofen untuk mengatasi rasa sakit di wajah. 
  • Obat semprot atau tetes hidung agar mengatasi hidung mampet, tetapi tidak boleh digunakan lebih dari seminggu.
  • Obat antihistamin jika muncul akibat alergi.
  • Obat antibiotik bila pembengkakan terjadi akibat infeksi.

4. Trigeminal neuralgia 

Trigeminal neuralgia adalah facial pain di salah satu atau kedua sisi dengan sensasi yang mirip tersengat listrik.

Kondisi ini merupakan nyeri kronis atau berkepanjangan yang mengganggu saraf trigeminal atau saraf wajah yang terhubung dengan otak.

Trigeminal neuralgia dipicu oleh multiple sclerosis, penyakit autoimun yang menyerang saraf, benturan di wajah, hingga masalah di otak.

Untuk mengatasinya, dokter mungkin akan meresepkan obat atau melakukan tindakan berikut.

  • Antikejang, seperti carbamazepine.
  • Obat untuk melemaskan otot, yaitu baclofen.
  • Suntik botoks.
  • Operasi untuk memindahkan pembuluh darah yang bersentuhan dengan saraf trigeminal.

5. Infeksi kelenjar air liur

Peradangan kelenjar air liur alias sialadenitis bisa menyebabkan facial pain

Pasalnya, kelenjar ini terletak di belakang telinga, di bawah lidah, dan di bawah rahang. Jadi, rasa sakit yang timbul berada di sekitar wajah.

Kondisi ini bisa disebabkan oleh dehidrasi, efek samping obat, gigi dan mulut yang kotor, hingga penyakit autoimun.

Dokter bisa memberikan antibiotik, baik berupa obat minum atau melalui infus untuk mengatasi radang kelenjar air liur. 

Bila kelenjar liur sudah bernanah, dokter akan melakukan tindakan bedah untuk membuang nanah atau batu yang menyumbat kelenjar.

6. Gangguan temporomandibular

Nyeri wajah ini timbul pada sendi, otot, atau tulang rahang.

Penyebab pasti gangguan temporomandibular masih belum jelas. Ada yang terjadi akibat tekanan pada sendi dan otot rahang akibat menggertakkan gigi terus-menerus, cedera, hingga fibromyalgia.

Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa sakit.

Anda juga sebaiknya mengurangi aktivitas mengunyah terlalu banyak, seperti menggertakkan gigi, mengunyah permen karet, dan menggigit kuku.

Fisioterapi mungkin dibutuhkan agar pergerakan rahang kembali seperti semula.

7. Cedera

penyebab muka sakit

Facial pain bisa berkaitan dengan cedera yang baru Anda alami atau cedera di masa lalu. Cedera bisa merusak saraf yang ada di wajah sehingga memicu rasa nyeri.

Beberapa penyebab cedera wajah yaitu luka, pukulan, terjatuh, kecelakaan, hingga menjadi korban kekerasan.

Meski jarang, pembedahan plastik pada wajah juga bisa merusak saraf yang menyebabkan nyeri wajah.

Berikut penanganan yang biasa dilakukan dokter untuk mengatasi nyeri akibat cedera wajah. 

  • Mengontrol perdarahan.
  • Memperlancar saluran pernapasan.
  • Mengobati patah tulang.
  • Mencegah bekas luka.
  • Menyembuhkan cedera lain yang mungkin timbul.

8. Kanker mulut

Kanker mulut bisa terjadi pada bibir, lidah, pipi bagian dalam, langit-langit, hingga di dasar mulut.

Kanker menimbulkan sariawan yang membengkak, meradang, dan nyeri yang bisa merambat ke area wajah. 

Terlebih, benjolan tersebut akan menekan wajah dari dalam sehingga terasa sangat nyeri. Tak jarang, kondisi ini menyebabkan wajah mati rasa sebelah.

Ada tiga cara utama untuk mengatasi nyeri wajah akibat kanker mulut, yaitu tindakan bedah, radiasi, atau kemoterapi.

9. Arteritis sel raksasa

Arteritis sel raksasa atau giant cell arteritis (GCA) adalah peradangan di lapisan pembuluh darah (vaskular) arteri. Kondisi ini sering dijumpai pada arteri di bagian kepala, tepatnya di pelipis.

Penyebab facial pain ini bisa menimbulkan berbagai keluhan, seperti sakit kepala, kulit kepala terasa lunak, nyeri rahang dan wajah, dan kelelahan.

Giant cell arteritis diduga berkaitan dengan gangguan sistem imun yang menyerang ke dinding arteri yang sehat.

Dokter akan memberikan obat kortikosteroid untuk mengurangi peradangan. Pengobatan harus dilakukan secepat mungkin untuk mencegah kebutaan. 

10. Herpes zoster

Bila Anda terkena herpes, kulit akan mengelupas, mengalami nyeri, gatal, ruam, dan kemerahan.

Infeksi kulit ini biasa terjadi di bagian dada, perut, dan bokong. Namun, herpes kulit juga bisa menyerang saraf wajah. 

Bila tidak segera diobati, herpes bisa menyebar ke bagian telinga, mata, mulut, atau kulit kepala. Hal ini bisa menyebabkan wajah terasa nyeri, bahkan mati rasa.

Obat antivirus diberikan untuk mempercepat pemulihan gejala di kulit dan menurunkan komplikasi.

Nyeri wajah terjadi akibat berbagai hal. Bila kondisi ini tak tertahankan lagi disertai dengan gejala yang mengganggu, segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan tepat.

Rangkuman

Berikut nyeri wajah berdasarkan masalah yang mendasari.
  • Nyeri gigi: berkaitan dengan masalah gigi dan mulut.
  • Nyeri saraf: nyeri akibat kondisi pada saraf wajah (trigeminal).
  • Nyeri temporomandibular: rasa sakit di bagian sendi, tulang, dan otot rahang.
  • Nyeri vaskular: rasa sakit akibat masalah pembuluh dan aliran darah.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Andreas Wilson Setiawan

General Practitioner · None


Ditulis oleh Larastining Retno Wulandari · Tanggal diperbarui 07/02/2023

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan