backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan

10 Pilihan Obat Saraf Kejepit di Apotek, Ampuh dan Aman

Ditinjau secara medis oleh Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm · Farmasi · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

10 Pilihan Obat Saraf Kejepit di Apotek, Ampuh dan Aman

Saraf kejepit tidak hanya menyebabkan pegal-pegal, tetapi juga bisa membuat Anda kesulitan beraktivitas. Bagi Anda yang sedang bertanya-tanya apa nama obat saraf kejepit di apotek yang aman dan ampuh, inilah beberapa rekomendasi untuk Anda.

Cara memilih obat saraf kejepit di apotek

Saraf kejepit adalah kondisi ketika saraf tertekan oleh jaringan di sekitarnya. Kondisi ini bisa terjadi pada pinggang, leher, pergelangan tangan, hingga siku.

Saraf yang mendapatkan tekanan berlebih akan mengirimkan sinyal ke otak sehingga menimbulkan rasa nyeri, mati rasa, dan sensasi tersetrum.

Untuk mengatasi berbagai kondisi tersebut, pastikan Anda memilih obat saraf kejepit yang memiliki efek antiperadangan atau antinyeri. 

Selain dengan memerhatikan manfaatnya, Anda bisa memilih obat saraf kejepit berdasarkan bentuk sediaannya.

Bentuk sediaan obat saraf kejepit saat ini cukup beragam, mulai dari tablet, gel, cream, hingga patch transdermal.

Selebihnya, jangan lupa memastikan bahwa obat saraf kejepit pilihan Anda telah memiliki izin edar dari pihak terkait, seperti BPOM.

10 rekomendasi obat saraf kejepit di apotek

saraf kejepit penyebab hilang keseimbangan tapi tidak pusing

Jika gejala saraf kejepit Anda masih tergolong ringan, berikut adalah beberapa merek obat yang bisa dipertimbangkan.

1. Voltaren Sterling

Cukup dengan mengoleskannya ke area tubuh yang nyeri, Voltaren Sterling akan meresap ke kulit dan meredakan peradangan otot Anda.

Obat topikal ini akan mengurangi nyeri akibat saraf kejepit dengan kandungan diklofenak.

Diklofenak adalah golongan obat non-steroid anti-inflamasi (NSAID) yang akan menghambat produksi prostaglandin sehingga meredakan peradangan dalam tubuh.

Obat pereda nyeri saraf kejepit ini bisa didapatkan di apotek tanpa resep. Namun, segera kunjungi dokter jika nyeri Anda tidak membaik setelah tujuh hari pemakaian.

Nomor izin edar BPOM: DTL1624504328A1

2. Salonpas Hot

Dengan kandungan 2,76 gram metil salisilat dan 4,61 gram ekstrak capsicum, Salonpas Hot akan membantu meredakan gejala saraf kejepit dengan memberikan sensasi hangat pada kulit.

Rasa hangat pada kulit dapat mengalihkan Anda dari nyeri dan kesemutan. Jadi, cukup gunakan koyo saat masih panas, lalu lepaskan atau ganti dengan yang baru saat rasa hangatnya sudah menghilang.

Produk pereda nyeri dari Salonpas ini terdiri dari berbagai varian, seperti koyo, cream, hingga jet spray.

Nomor izin edar BPOM: QL041800311

3. Proris Triple Action

Mengandung hingga 200 mg ibuprofen, Proris Triple Action telah lama dipercaya dapat mengatasi gejala radang sendi sebagai salah satu penyebab saraf kejepit.

Ibuprofen akan meredakan nyeri akibat saraf kejepit dengan cara menghambat zat pemicu nyeri.

Berdasarkan informasi pada kemasannya, obat tablet ini bahkan boleh diminum oleh anak-anak di atas satu tahun dengan berat badan lebih dari tujuh kilogram.

Obat saraf kejepit ini bisa didapatkan di apotek tanpa resep dokter. Namun, pastikan Anda mengonsumsinya sesuai aturan pakai.

Nomor izin edar BPOM: DTL9621619109A1

4. Novexib

Memiliki kandungan bahan aktif celecoxib membuat Novexib dapat membantu meredakan gejala osteoarthritis dan rheumatoid arthritis sebagai penyebab saraf kejepit.

Celecoxib dalam Novexib bekerja dengan cara menghambat kinerja enzim siklooksigenase (COX) sehingga pembentukan prostaglandin bisa berkurang.

Ketika proses tersebut terjadi, rasa sakit serta peradangan pada area tertentu akan perlahan berkurang.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa Novexib termasuk obat keras sehingga hanya bisa didapat dengan resep dokter.

Nomor izin edar BPOM: DKL1333528301A1

5. Forres

Pilihan obat untuk saraf kejepit berikutnya adalah Forres. Obat ini mengandung zat aktif  eperison.

Eperison dapat meningkatkan sirkulasi darah sekaligus melemaskan otot yang kaku. Sebagai obat antispasmodik, Forres juga bisa mengurangi kejang otot atau kram.

Dokter biasanya meresepkan Forres untuk dikonsumsi sebanyak tiga kali sehari. Namun, obat saraf kejepit yang bisa ditemukan di apotek ini biasanya tidak disarankan untuk seseorang dengan riwayat gagal hati.

Nomor izin edar BPOM: DKL0211635217A1

6. Kaltrofen Suppositoria

Selain dengan obat minum, topikal, dan koyo, saraf kejepit juga bisa diatasi dengan Kaltrofen Suppositoria. Obat ini digunakan dengan cara dimasukkan ke dalam anus.

Kaltrofen akan mengatasi nyeri akibat saraf kejepit dengan kandungan zat aktif ketoprofen. Ini merupakan obat NSAID yang menghambat kinerja prostaglandin penyebab peradangan.

Kaltrofen Suppositoria termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan di apotek dengan resep dokter.

Nomor izin edar BPOM: DKL9911630353A1

7. Neuralgin RX

Dengan kandungan utama berapa metampiron, Neuralgin RX akan menghambat kinerja enzim cyclooxygenase sehingga produksi prostaglandin bisa berkurang. 

Obat yang hanya bisa dibeli di apotek dengan resep dokter ini juga mengandung berbagai jenis vitamin, seperti thiamin HCl (B1), cyanocobalamin (B12), dan piridoksin HCl (B6) untuk menjaga kesehatan sistem saraf.

Sebagai catatan, penggunaan Neuralgin RX biasanya tidak disarankan untuk seseorang dengan leukopenia, agranulositosis, dan tukak lambung.

Nomor izin edar BPOM: DKL2311647804A1

8. Hot In Cream Aromatherapy

Jika taraf nyeri Anda masih tergolong ringan dan Anda belum ingin mengonsumsi obat, cobalah Hot In Cream Aromatherapy.

Obat topikal ini akan meredakan nyeri dengan kombinasi metil salisilat, mentol, kampor, sekaligus minyak eukaliptus.

Melansi dari laman Cleveland Clinic, kamper dan mentol akan memberikan kehangatan sekaligus kesejukan pada kulit sehingga sinyal rasa sakit yang menuju otak bisa terhambat.

Nomor izin edar BPOM: QD143712421

9. Lexacort 

Rekomendasi obat untuk saraf kejepit berikutnya adalah Lexacort. Obat yang hanya bisa dibeli dengan resep dokter ini bisa membantu meringankan nyeri sedang sampai berat akibat saraf kejepit.

Lexacort bekerja dengan memanfaatkan bahan aktif yang disebut prednisone. Ini adalah bahan aktif yang akan mengurangi peradangan pada saraf dan bantalan saraf yang terjepit.

Sebagai golongan kortikosteroid, Lexacort juga bekerja sebagai imunosupresan (menekan kerja sistem imun) sehingga kerap menjadi pilihan ketika Anda alergi NSAID.

Nomor izin edar BPOM: DKL0830908510A1

10. Panadol Advance

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Panadol kerap menjadi pilihan pertama ketika seseorang merasakan nyeri otot dan sendi.

Dalam varian Panadol Advance ini, Anda bisa mendapatkan hingga 500 mg paracetamol dalam setiap tabletnya.

Paracetamol dalam Panadol akan bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk mengurangi rasa nyeri.

Obat saraf kejepit ini bisa didapatkan di apotek tanpa resep dokter, tetapi pastikan Anda mengonsumsinya sesuai petunjuk pada kemasan.

Nomor izin edar BPOM: DBL2124504704A1

Itulah beberapa obat pereda nyeri saraf kejepit yang bisa Anda beli di apotek. Untuk mendapatkan manfaat yang optimal, pastikan Anda menggunakannya sesuai resep dokter atau petunjuk pada kemasan.

Perlu diingat juga bahwa beberapa obat saraf kejepit hanya berguna untuk meringankan nyeri, bukan menyembuhkan saraf kejepit itu sendiri.

Jadi, jika gejala yang Anda alami tidak membaik setelah lima hari menggunakan obat, segeralah periksa ke dokter.

Dokter bisa menyarankan pengobatan lain, seperti fisioterapi atau operasi, jika obat-obatan tidak cukup untuk meringankan keluhan Anda.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

Apt. Ambar Khaerinnisa, S.Farm

Farmasi · None


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 3 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan