home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Ternyata, Bengong Justru Bikin Kita Lebih Produktif

Ternyata, Bengong Justru Bikin Kita Lebih Produktif

Apakah Anda termasuk orang yang sering bengong? Dalam masyarakat, bengong bukanlah suatu kebiasaan yang patut dibanggakan. Banyak yang percaya bahwa kalau Anda bengong, bisa-bisa pikiran Anda nanti dikuasai oleh roh jahat. Selain karena alasan mistis, bengong atau mimpi di siang bolong juga kerap dikaitkan dengan orang yang kurang kerjaan atau tidak produktif. Maka, saat Anda kedapatan sedang bengong, biasanya orang-orang di sekitar Anda akan kemudian ‘membangunkan’ Anda dari mimpi di siang bolong tersebut. Padahal, berbagai penelitian ilmiah yang dilakukan untuk mempelajari kondisi ini justru menguak bahwa ada banyak manfaat bengong.

Tak seperti yang diyakini masyarakat, bengong justru akan merangsang otak sehingga Anda pun lebih produktif. Tidak percaya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

BACA JUGA: Fenomena Kesurupan, Dilihat Dari Sisi Medis

Apa yang terjadi pada otak ketika bengong?

Bengong adalah kondisi yang sangat umum. Sebuah penelitian di University of Oregon, Amerika Serikat membuktikkan bahwa baik disadari maupun tidak, kebanyakan orang pikirannya akan melayang ke mana-mana hingga 50% dari waktu Anda seharian. Otak manusia memiliki jaringan dan tingkat kesadaran yang beragam. Jaringan tersebut bisa diaktifkan secara bergantian di luar kendali Anda. Bentuk jaringan yang digunakan otak saat bengong dinamakan default-mode. Sementara jaringan saat Anda mengambil keputusan penting disebut executive control. Jaringan yang aktif saat Anda bereaksi atau merespon rangsangan dalam situasi tertentu dikenal sebagai salience.

Ketika otak mengaktifkan jaringan default-mode, pikiran Anda seolah berjalan secara otomatis. Namun, hasil pemindaian otak dalam kondisi default-mode menunjukkan bahwa aktivitas otak yang berkaitan dengan fungsi kognitif menurun. Ini berarti dalam jaringan default-mode Anda akan sulit berkonsentrasi, mencerna informasi baru, menghafal sesuatu, atau memperhitungkan pilihan-pilihan yang cukup sulit. Otak Anda bekerja dengan lebih santai dan bebas. Inilah mengapa bengong bisa membuat orang merasa nyaman dan jadi lupa diri.

BACA JUGA: Waspada Bahaya Microsleep, Ketiduran Singkat Beberapa Detik

Manfaat bengong bagi otak

Otak tidak akan menciptakan jaringan khusus jika tak ada manfaatnya bagi tubuh dan pikiran Anda. Begitu juga dengan jaringan default-mode yang digunakan waktu Anda sedang asyik mimpi di siang bolong. Maka, simak berbagai manfaat bengong berikut ini.

1. Meningkatkan produktivitas

Kalau otak justru berada dalam kondisi santai dan bebas ketika bengong, bagaimana Anda bisa jadi lebih produktif? Ternyata, bengong bisa meningkatkan kapasitas kognitif Anda. Sebuah eksperimen yang diprakarsai oleh Bar-Ilan University di Israel meminta peserta penelitian untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu di hadapan layar komputer. Hasilnya, mereka yang mengerjakan pekerjaan tersebut sambil bengong beberapa kali kinerjanya justru lebih baik daripada mereka yang berkonsentrasi penuh. Ini berarti kebiasaan bengong justru membantu Anda bekerja dengan lebih efektif.

2. Memicu kreativitas

Mungkin Anda pernah mendapatkan ilham atau ide cemerlang setelah menghabiskan waktu di kamar mandi. Hal ini ternyata ada penjelasannya. Ketika Anda sedang melakukan tugas-tugas yang ringan dan tidak begitu membutuhkan konsentrasi tinggi seperti berkendara, berbincang-bincang, atau membaca buku, jaringan default-mode pun segera aktif. Dalam kondisi ini, Anda pun jadi lebih tenang dan santai. Dengan begitu, Anda pun jadi bisa melihat suatu masalah dengan sudut pandang yang berbeda karena Anda tidak merasa terdesak atau tertekan. Anda pun jadi bisa mencari solusi kreatif terhadap persoalan tertentu, yang mungkin tak akan terpikir oleh Anda dalam keadaan sadar sepenuhnya.

3. Menambah daya ingat

Saat bengong, otak sebenarnya sedang menyimpan berbagai informasi ke dalam memori jangka panjang. Hal ini tak bisa dilakukan oleh otak jika Anda disibukkan dengan berbagai kegiatan seperti bekerja, belajar, atau berbicara dengan orang lain. Saat memasuki default-mode, gelombang elektrik dalam otak akan berkurang dan Anda memasuki saat-saat yang tenang. Inilah waktu yang tepat untuk menyimpan memori. Maka, biasanya orang yang sering bengong justru memiliki daya ingat yang lebih baik.

BACA JUGA: 4 Mitos Tentang Memori yang Sering Disalahpahami

Meningkatkan fungsi otak dengan bengong

Karena manfaat bengong bagi otak sayang untuk dilewatkan, Anda bisa melatih diri untuk membiasakan bengong. Memang ada beberapa orang yang pikirannya selalu aktif dan cenderung resah akan hal-hal tertentu, sehingga sulit bagi orang-orang tersebut untuk membiarkan pikirannya ke mana-mana. Oleh karena itu, cobalah untuk melakukan aktivitas-aktivitas seperti jalan kaki, naik sepeda, atau berenang. Olahraga aerobik bisa membantu pikiran Anda jadi lebih rileks karena Anda harus mengatur pernapasan sedemikian rupa.

Anda juga bisa mengurangi penggunaan smartphone ketika sedang menganggur, menunggu seseorang, atau berada di kendaraan umum. Lebih baik perhatikan lingkungan di sekitar Anda dan biarkan pikiran Anda menjelajah ke mana-mana. Jika Anda tak mau melewatkan ide-ide yang muncul saat bengong, selalu siapkan buku catatan kecil ke mana pun Anda pergi.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Why Daydreaming Can Make You More Productive. http://www.livestrong.com/article/1012502-daydreaming-can-make-productive/ Diakses pada 6 Desember 2016.

Functional Connectivity in the Resting Brain: A Network Analysis on the Default Mode Hypothesis. http://www.pnas.org/content/100/1/253 Diakses pada 6 Desember 2016.

Study identifies brain areas altered during hypnotic trances. http://med.stanford.edu/news/all-news/2016/07/study-identifies-brain-areas-altered-during-hypnotic-trances.html Diakses pada 6 Desember 2016.

The Benefits of Daydreaming. http://www.smithsonianmag.com/science-nature/the-benefits-of-daydreaming-170189213/ Diakses pada 6 Desember 2016.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri pada 16/12/2016
Ditinjau oleh dr. Andreas Wilson Setiawan
x