Kenapa Saya Mudah Geli Sedangkan Orang Lain Tidak?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 11 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pernahkah Anda tidak sengaja menyentuh bagian tubuh tertentu seseorang dan ia merasakan geli yang tidak biasa? Mengapa ada orang yang merasa geli saat disentuh sedikit saja, tapi ada juga yang tahan geli meski sudah digelitiki?

Penyebab tubuh merasa geli saat disentuh atau digelitiki

Sebagian orang merasa geli berlebihan jika bagian tubuhnya disentuh, meski bukan disengaja untuk membuatnya merasa geli. Untuk mengungkap hal ini, ahli saraf David J. Linden, yang juga seorang profesor di Johns Hopkins University School of Medicine menjelaskan, pada dasarnya rasa geli adalah pertahanan pertama terhadap serangan.

Ia mencontohkan bahwa pada bagian telapak kaki semua orang cenderung merasakan geli jika diraba. Namun, di bagian kulit lainnya, rasa geli yang muncul ketika diraba merupakan reflek mekanisme tubuh untuk melawan serangan yang dipicu oleh serangga atau binatang lain yang mungkin menggerayangi tubuh Anda.

Gatal dan merasa geli adalah efek serupa yang menuntut respon fisik langsung. Anda bisa menganggap hal itu sebagai petunjuk agar tidak terjadi serangan lanjut. Namun, hal ini tidak berlaku jika serangan berasal dari diri sendiri. Ia mencontohkan, ketika tangan Anda menggerayangi bagian tubuh yang rentan terhadap geli, maka tidak ada perasaan menggelitik yang muncul.

Berbeda jika orang lain atau binatang yang melakukannya kepada Anda. Secara reflek otak akan mengatur untuk menimbulkan sensasi geli. Sedangkan pada mereka yang lanjut usia, Linden mengatakan sensasi geli akan berkurang. Ia pun mengatakan bahwa setiap bertambahnya usia, seseorang kehilangan sekitar satu persen dari ujung saraf kulit yang berperan mengatur rasa geli. Tapi kehilangan ujung saraf tidak sepenuhnya menyebabkan rasa geli berkurang.

Tapi mengapa Anda tidak merasa geli jika menggelitiki diri sendiri?

Jawabannya terletak pada area otak yang disebut otak kecil atau cerebellum, yang terlibat dalam pemantauan gerakan. Studi yang dilakukan oleh tim peneliti di Universitas College London menunjukkan bahwa cerebellum dapat memprediksi sensasi yang ditimbulkan oleh gerakan Anda sendiri, tetapi tidak jika gerakan itu dilakukan oleh orang lain.

Sarah-Jayne Blakemore, salah satu peneliti yang terlibat dalam studi tersebut mengungkapkan bahwa ketika Anda mencoba menggelitik diri sendiri, cerebellum memprediksi sensasi yang akan ditimbulkan, dan prediksi tersebut digunakan untuk membatalkan respon dari daerah otak lainnya.

Ia menjelaskan, ada dua area otak yang terlibat dalam memproses perasaan ketika Anda digelitik, yaitu korteks somatosensori yang memproses sentuhan dan korteks singulat anterior yang memproses informasi yang menyenangkan (perasaan nyaman). Kedua area ini kurang aktif saat seseorang menggelitik dirinya sendiri, dibanding saat ia digelitik oleh orang lain.

Studi lebih lanjut menemukan, Anda bisa menggelitik diri sendiri dan merasakan sensasi lumrah seperti digelitik orang lain dengan bantuan robot yang dikendalikan dengan remot. Ketika Anda menekan tombol pada remot, robot akan memberikan jeda selama sepersekian detik sebelum menggelitik tubuh Anda. Semakin lama jedanya, semakin geli pula rasanya.

Lantas, apakah normal jika sudah merasa geli saat baru disentuh?

Ada sebagian orang yang memiliki tingkat sensitivitas yang lebih tinggi dari orang lain sehingga bisa membuat mereka merasa geli saat baru disentuh. Sementara itu, ada pula orang yang memiliki tingkat sensitifitas yang rendah sehingga saat mereka disentuh atau digelitiki, mereka justru hanya merasa tidak nyaman.

Yang menarik adalah, rasa geli bisa dibedakan menjadi dua tipe. Yang pertama adalah knismesis atau rasa geli yang cenderung ringan layaknya ada bulu yang disentuhkan pada kulit. Biasanya, rasa geli ini bisa Anda lakukan pada diri sendiri.  Sementara itu, rasa geli lainnya adalah gargalesis yang cenderung lebih agresif dimana saat bagian tubuh yang sensitif digelitiki, Anda bisa tertawa lepas hingga kehabisan napas.

Ahli kesehatan menyebutkan jika saat ujung saraf pada bawah kulit terstimulasi oleh sentuhan, maka korteks akan segera menganalisa sentuhan tersebut dan mengirimnya ke dua bagian otak yang akan memberikan sinyal untuk tertawa dan merasa senang. Jadi, jika Anda termasuk orang yang merasa geli saat disentuh, jangan khawatir, ini adalah hal yang normal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Cara Jitu Mengusir Rasa Sedih dan Galau Dalam Hati

Ternyata menonton film sedih bukan cuma membuat kita menangis, tapi ada juga manfaat lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Manfaat Buah Stroberi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh

Tahukah Anda, buah stroberi dapat membantu mencegah katarak dan menurunkan tekanan darah? Apalagi manfaat buah merah asam ini untuk kesehatan tubuh?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Fakta Gizi, Nutrisi 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

4 Bahaya Komplikasi Infeksi Cacing Pita Dalam Tubuh, Plus Cara Menghindarinya

Tanpa disadari, cacing pita bisa masuk ke dalam tubuh lewat makanan yang mentah atau tidak dimasak dengan benar. Hati-hati, risiko infeksi yang mengintai

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Penyakit Infeksi, Infeksi Jamur dan Parasit 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Apa yang Akan Terjadi Ketika Anda Menghirup Debu

Tak hanya memicu batuk-batuk, menghirup debu saat Anda bernapas juga bisa menimbulkan dua kondisi kesehatan berikut ini. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Asma, Kesehatan Pernapasan 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

bahaya rokok, bahaya merokok bagi kesehatan, dampak rokok, efek rokok, berhenti merokok

Bahaya Merokok Terhadap Daya Tahan Tubuh Manusia

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
urat menonjol pada orang muda

6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
kaki terasa panas, kaki panas

Berbagai Hal yang Bisa Menyebabkan Kaki Terasa Panas di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
manfaat daun sirih daun sirih merah, rebusan daun sirih, manfaat daun sirih untuk wajah, manfaat daun sirih untuk kewanitaan

Segudang Manfaat Daun Sirih Hijau dan Merah yang Sayang Dilewatkan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit