Hubungan Obesitas dan Penyakit Jantung

Oleh

Ingin tahu apakah Anda terhadap penyakit jantung? Suka atau tidak suka, salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan menimbang berat badan Anda. Jika Anda tidak puas dengan hasil timbangan, Anda tidak sendirian. Meskipun orang-orang terobsesi jadi kurus, makin banyak orang zaman sekarang yang lebih berat dan lebih tidak aktif dibandingkan orang-orang zaman dulu. Bahkan di Amerika Serikat, lebih dari setengah penduduknya mengalami kelebihan berat badan. Bukan hanya masalah percaya diri, kelebihan berat badan dapat berdampak pada jantung. Jika Anda merasa berat badan Anda berlebih, Anda dapat mengurangi risiko dengan mengurangi berat badan yang akan membantu jantung.

Berat badan yang berlebih itu yang seperti apa?

Persepsi gemuk dan kurus dapat berubah seiring berjalannya waktu. Untuk perhitungan yang objektif, dokter menggunakan pengukuran indeks massa tubuh (Body Mass Index atau BMI). Seorang dengan tinggi 177 cm dan berat 80 kg termasuk batas maksimum tubuh yang sehat. Namun, kelebihan 15 kg dapat membuat BMI menjadi 30, yang menandakan masalah berat badan serius. Pada orang dengan berat 110 kg, orang itu akan mencapai BMI 35 dan termasuk obesitas parah.

Kekurangan utama dari pengukuran utama BMI, adalah BMI tidak dapat membedakan lemak dari otot. Seorang pemain bola dengan tinggi 182 cm dapat memiliki BMI di atas 30, tapi ia tidak termasuk kelebihan berat badan. Namun jika kelebihan berat berasal dari lemak, bukan otot, pertambahan kecil pada BMI dapat membuat perbedaan yang besar bagi jantung.

Penelitian terhadap hampir 116.000 perawat pada Journal of the American Medical Association menemukan bahwa wanita dengan kelebihan berat (BMI di antara 25 dan 28.9) 2 kali lebih mudah terkena penyakit jantung koroner dibanding dengan wanita langsing (BMI di bawah 21). Untuk wanita dengan BMI di atas 29, risiko hampir 4 kali lebih besar. Studi pada lebih dari 29.000 laki-laki dewasa menemukan bahwa memiliki berat BMI di antara 25 dan 29, menyebabkan 70% peningkatan penyakit jantung koroner. Sebagai tambahan, para peneliti memberi bukti lebih bahwa kelebihan berat badan berdampak buruk bagi jantung. Pada penelitian dengan lebih dari 5.000 partisipan, risiko gagal jantung meningkat sebanyak satu poin (sekitar 2-4 kg) pada BMI partisipan. Laki-laki mengalami 5% risiko peningkatan poin BMI dan wanita sebanyak 7%. Pada umumnya, peneliti menemukan risiko gagal jantung 34% lebih tinggi pada individu yang kelebihan berat badan dan 104% lebih tinggi pada orang dengan obesitas.

Selama 40 tahun terakhir, terdapat peningkatan pada obesitas, yang diasosiasikan dengan makan berlebihan, peningkatan konsumsi makanan siap saji, dan gaya hidup yang membuat seseorang jarang berjalan kaki.

Bagaimana kelebihan berat badan bisa membahayakan jantung?

Tubuh yang lebih besar memerlukan darah lebih banyak. Saat berat badan Anda bertambah, jantung akan memompa lebih banyak darah daripada sebelumnya. Bukannya berdetak lebih sering, jantung akan bertambah besar agar bisa mengalirkan lebih banyak darah pada setiap detakan. Peningkatan aliran darah dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, yang merupakan penyebab utama penyakit jantung.

Walau tekanan darah tidak bertambah, jantung bisa menderita beban kerja yang bertambah. Saat ruang jantung membesar, kemampuan meremas berkurang. Pada akhirnya, jantung tidak dapat mengeluarkan darah pada tiap detak jantung. Saat darah mulai menggenang di jantung, Anda dapat mengalami gagal jantung kongestif.

Kelebihan lemak tubuh dapat mengakibatkan perubahan lain pada tubuh yang meningkatkan risiko masalah pada jantung. Jika lemak tersebar pada bagian tengah, risikonya lebih tinggi: pengukuran lingkar pinggang lebih dari 89 cm pada wanita dan 102 cm pada laki-laki meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Kadar lemak pada perut yang tinggi dapat menumpulkan efek insulin, membuat Anda rentan terhadap diabetes tipe 2, kondisi yang sangat mengancam jantung. Orang dengan kelebihan berat sering memiliki kadar LDL kolestrol yang tinggi. Terlalu banyak kolestrol yang menyumbat arteri atau artheroscleoris, dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke. Kelebihan berat badan juga bisa menjadi tanda Anda menyakiti jantung Anda. Banyak orang mengalami kelebihan berat badan karena makan makanan tinggi lemak dan menghindari olahraga. Beberapa orang yang mengalami kenaikan berat badan akibat kehamilan dan bertambah usianya merasa sulit untuk kembali beloragraga. Tidak peduli seberapa berat Anda, makanan tinggi lemak dan kurangnya olahraga dapat merusak arteri dan melemahkan jantung Anda.

Selain berkontribusi pada tekanan darah tinggi, kelebihan kolestrol, intoleransi glukosa, dan obesitas diasosiasikan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, menurut studi terbaru pada European Heart Journal.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber
Yang juga perlu Anda baca