Panduan Berolahraga untuk Penderita PPOK

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Olahraga menguntungkan tidak hanya bagi jantung. Olahraga dapat membantu paru-paru menghirup lebih banyak oksigen dan membersihkan tubuh dari iritan. Dengan PPOK, ada iritan yang tersangkut di paru-paru dan menyebabkan peradangan dan kerusakan. Apa yang harus Anda ketahui adalah olahraga dapat membantu Anda bernapas dengan lebih mudah dan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda ketahui sebelum berolahraga dengan PPOK.

Bagaimana bisa saya berolahraga jika saya menderita PPOK?

Gejala penyakit paru obstruktif kronis (PPOK, atau COPD) yang paling umum adalah sesak napas. Anda hampir tidak bisa menarik napas tanpa mengi atau terengah-engah. Itulah sebabnya wajar bagi pasien dan dokter untuk menekankan gagasan untuk beristirahat.

Namun, olahraga adalah yang sebenarnya Anda butuhkan untuk memperbaiki pernapasan Anda. Saat berolahraga, aliran darah akan meningkat ke paru-paru. Ini bagus karena dua alasan: untuk membantu Anda mengeluarkan lendir yang menutupi paru-paru dengan batuk dan untuk meningkatkan oksigen ke darah.

Olahraga apa yang bisa saya lakukan jika saya menderita PPOK?

Berbagai jenis olahraga bisa memperbaiki PPOK Anda dengan cara yang berbeda. Sebagai contoh:

  • Olahraga aerobik dapat memperbaiki pernapasan dengan memperkuat jantung dan paru-paru. Seiring waktu, olahraga aerobik dapat menurunkan denyut jantung dan tekanan darah. Jantung Anda akan tidak perlu bekerja dengan sangat keras selama aktivitas fisik, yang akan meningkatkan pernapasan Anda.
  • Olahraga yang melatih kekuatan otot dapat menstimulasi pemecahan dan pembentukan kembali otot dengan kontraksi yang sering terjadi. Olahraga yang melatih kekuatan tubuh bagian atas dapat membantu membangun kekuatan otot pernapasan Anda.
  • Olahraga peregangan dan fleksibilitas seperti yoga dan pilates dapat meningkatkan koordinasi dan pernapasan Anda.

Namun, Anda masih harus berhati-hati saat berolahraga. Konsultasikan pada dokter sebelum memulai program latihan apapun. Dokter dapat memberikan saran keamanan dan manfaat berolahraga.

Seberapa sering saya harus berolahraga jika saya menderita PPOK?

Penting untuk tidak berlebihan saat berolahraga dengan PPOK. Seperti kebanyakan program latihan, Anda harus mulai dengan singkat dan perlahan kemudian tingkatkan frekuensi saat Anda terbiasa dengan jumlah latihan tersebut. Tingkatkan waktu latihan Anda secara sangat bertahap. Dengan PPOK, latihan ringan bisa membuat jantung Anda berdetak secepat orang normal saat mereka melakukan latihan dengan intensitas sedang.

Mulailah dengan tujuan latihan yang sederhana dan tingkatkan perlahan ke sesi 20 sampai 30 menit, tiga sampai empat kali setiap minggu. Anda bisa mencoba olahraga seperti berjalan kaki, atau sepeda statis, atau seni bela diri sangat lambat yang disebut tai chi. Ingatlah untuk berhenti dan beristirahat jika Anda merasa sesak napas.

Anda dapat meningkatkan stamina dengan bergantian antara latihan yang berbeda, atau antara latihan dengan intensitas tinggi dan jeda istirahat dengan intensitas rendah. Misalnya, 30 detik latihan intens dengan jeda istirahat 30 detik (atau 20 detik latihan intens dengan jeda istirahat 40 detik).

Apa yang bisa saya lakukan untuk bernapas dengan lebih mudah selama berolahraga?

Saat Anda berolahraga dengan PPOK, ingatlah untuk bernapas. Cukup dengan mengingat untuk bernapas dengan perlahan. Tarik napas melalui hidung untuk menghangatkan dan melembabkan udara, dan buang napas dua kali lebih panjang melalui mulut yang dikerucutkan. Sesak napas saat berolahraga berarti tubuh Anda membutuhkan lebih banyak oksigen. Anda dapat mengembalikan oksigen ke sistem Anda dengan memperlambat pernapasan.

Anda bisa menjaga udara yang Anda hirup tetap lembab dan bersih dengan menggunakan humidifier atau air filter. Untuk membantu menurunkan kecepatan napas Anda saat berolahraga, cobalah untuk membuang napas dua kali lebih panjang dari saat Anda menarik napas. Misalnya, jika Anda menarik napas selama dua detik, maka buang napas selama empat detik.

Jangan langsung mandi setelah berolahraga. Hindari mandi dengan air yang sangat panas atau sangat dingin, atau sauna, setelah berolahraga. Ini dapat memperburuk gejala PPOK dengan pembengkakan atau penyempitan sementara dan pengerasan jaringan paru-paru.

Jika Anda tidak tahu cara berolahraga dengan benar atau berlebihan dalam melakukannya, ini bisa berbahaya bagi paru-paru Anda. Jadi, pastikan Anda tahu cara berolahraga yang benar sebelum Anda memulainya.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca