Penyakit Paru Obstruktif Kronis atau biasa disingkat PPOK merupakan penyakit yang menyerang paru-paru dan mengakibatkan kerusakan jaringan paru. Penyakit ini biasanya membuat orang yang mengidapnya mengalami kesulitan dalam bernapas dan mudah kelelahan. Kedua alasan itulah yang kemudian membuat olahraga untuk PPOK dinilai mustahil.

Bagaimana bisa olahraga jika saya mudah sesak napas? Saya juga pasti akan gampang kelelahan. Kurang lebih, kedua kalimat itulah yang mungkin umum dijumpai pada orang dengan PPOK yang harus menjalani olahraga. Padahal, jenis olahraga untuk PPOK yang tepat dapat membantu dalam mewujudkan gaya hidup sehat. Tak perlu olahraga rumit, memahami dasarnya pun sudah cukup bagi Anda.

Olahraga dan PPOK adalah dua kata yang sering ditakuti oleh banyak pasien PPOK. Sesak napas, kelemahan, dan kekurangan energi sering dikaitkan dengan rasa takut tersebut. Namun, mempelajari dasar olahraga saat Anda menderita PPOK akan sangat membantu dalam upaya Anda menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Berikut adalah mengapa olahraga dapat membuat Anda merasa lebih baik dan beberapa olahraga terbaik bagi pasien PPOK.

Apa olahraga untuk PPOK yang sebaiknya dilakukan?

1. Latihan pernapasan

Masalah utama pada orang yang memiliki penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) adalah pernapasan. Itu sebabnya melakukan latihan pernapasan menjadi penting. Dengan melakukan latihan pernapasan, otot pernapasan utama Anda, yaitu diafragma akan menjadi lebih kuat.

Latihan pernapasan dapat Anda lakukan dengan cara yang mudah dan tak membutuhkan alat bantu apa pun. Anda dapat melakukannya sendiri di rumah. Untuk mempraktikkan olahraga untuk PPOK yang satu ini, Anda dapat memulai dengan berbaring sambil menekuk lutut. Anda juga dapat duduk di kursi yang cukup rendah. 

Setelah berada dalam posisi berbaring atau duduk, letakkan satu tangan pada dada dan yang lainnya di bawah tulang rusuk Anda. Tarik napas perlahan lewat hidung sampai perut Anda bergerak dan menggerakkan satu tangan Anda.

Ketika Anda telah menarik napas, buanglah melalui mulut. Bentuklah bibir Anda seperti orang yang ingin bersiul agar Anda dapat membuang napas secara perlahan. Ketika mengembuskan napas, jangan lupa untuk mengencangkan perut Anda.

Jangan lupa memastikan agar tangan Anda yang diletakkan pada dada tidak bergerak. Lakukan ini selama 5 – 10 menit sebanyak tiga hingga empat kali sehari. Ketika melakukannya secara rutin, Anda akan segera terbiasa dengan cara bernapas ini.

2. Tai Chi

Olahraga untuk PPOK yang satu ini merupakan olahraga Tiongkok kuno yang terdiri atas gerakan-gerakan lembut dan mengalir. Melihat dari jenis gerakan, Tai Chi menjadi jenis olahraga terbaik untuk PPOK. Tak hanya untuk PPOK, olahraga ini juga diketahui baik bagi mereka yang memiliki penyakit jantung. Olahraga satu ini juga membantu mengencangkan otot.

Stres dan kecemasan merupakan salah satu dampak yang mungkin muncul pada penderita PPOK. Penyakit ini termasuk penyakit mematikan, wajar jika orang dengan PPOK merasakan ketakutan. Selain baik untuk melatih paru-paru, berlatih Tai Chi berguna untuk mencegah depresi. Berlatih Tai Chi dapat membuat mengurangi stres dan membuat Anda relaks.

Bernapaslah dengan perlahan selama latihan. Tarik napas lewat hidung dengan mulut tertutup. Melakukan hal itu dapat menghangatkan dan menyaring udara. Buanglah napas lewat mulut dua kali lebih panjang dibandingkan saat Anda menghirup napas. Jangan bernapas dengan terengah-engah atau ngos-ngosan karena hal ini akan membuang seluruh udara dalam paru-paru Anda.

Jika napas Anda menjadi cepat atau pendek, berhenti dan beristirahatlah sejenak. Istirahatkan dulu tubuh Anda. Tarik napas lewat hidung dan buanglah napas secara perlahan lewat bibir yang mengerucut.

3. Berjalan kaki

Meski memiliki PPOK, bukan berarti tak ada jenis olahraga yang bisa dilakukan agar tubuh tetap bugar. Berjalan kaki adalah olahraga untuk PPOK yang paling tepat, terutama jika Anda baru saja memulai program latihan. Selain mudah, Anda dapat melakukan jenis olahraga ini di mana saja. Bisa di treadmill, bisa di sekitar rumah Anda, atau bahkan di mall.

Sebaiknya, jangan melakukannya langsung dalam jangka waktu yang lama atau jarak yang jauh. Tambahkan jarak dan intensitas waktu latihan secara bertahap agar Anda terhindar dari risiko kelelahan yang parah. Anda bisa menambahkan 30 detik atau 9 meter setiap harinya.

Anda tak perlu melakukan olahraga yang satu ini dengan terburu-buru. Jalan santai dengan lambat juga tetap dapat membawa dampak yang baik tubuh Anda. Jika Anda baru saja ingin menjalankan program olahraga lagi setelah sekian lama, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar mendapat rekomendasi olahraga untuk PPOK yang tepat.

4. Peregangan

Sebelum masuk ke menu olahraga utama, ada baiknya Anda melakukan peregangan ringan sebelum berolahraga, hitung-hitung pemanasan. Namun, jangan lupa pula untuk melakukan peregangan dalam tahap pendinginan karena hal ini tak kalah pentingnya.

Salah satu gerakan peregangan yang dapat Anda lakukan setelah pada sebelum dan setelah olahraga adalah dengan meletakkan kedua tangan Anda pada dinding setinggi bahu seolah ingin mendorong dinding. Letakkan kaki kanan Anda di depan, dan secara perlahan tekuk lutut sampai Anda merasa adanya tarikan pada otot paha. Tahanlah gerakan ini selama 10 – 30 detik dan lakukan hal yang sama untuk kaki satunya. Ulangilah gerakan ini hingga tiga sampai lima kali pada masing-masing kaki sebelum dan sesudah olahraga.

Olahraga untuk PPOK dapat membantu tubuh pasien mendapatkan oksigen dan memanfaatkannya dengan lebih baik. Aktivitas fisik juga dapat meningkatkan kualitas hidup Anda secara keseluruhan dengan membantu menjaga berat badan, mendapatkan lebih banyak energi, dan merasa lebih kuat. Dengan melakukannya secara rutin, perburukan kondisi PPOK diharapkan dapat dikendalikan dan dihindari.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca