Selain Batuk, Apa Saja, Sih, Gejala PPOK yang Harus Diwaspadai?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Mendeteksi PPOK sejak awal bisa menjadi kunci untuk mengendalikan penyakit ini. Untuk itu, mengetahui gejalanya menjadi hal yang penting untuk diketahui. Selain batuk, apa saja gejala PPOK yang mungkin muncul?

Mengenal gejala PPOK

Penyakit paru obstruktif kronis alias PPOK adalah penyakit paru yang disebabkan oleh dua penyakit, yaitu emfisema dan bronkitis kronis. Penyakit ini merupakan penyakit yang tak bisa disembuhkan tetapi dapat dikendalikan agar kondisinya tidak semakin memburuk. Ketika Anda memiliki masalah pada paru-paru, salah satu gejala yang sering muncul adalah PPOK.

Sama seperti penyakit lainnya, batuk juga merupakan salah satu gejala PPOK. Batuk jangka panjang sering menjadi tanda khas dari PPOK. Meski begitu, kondisi ini bukanlah satu-satunya gejala PPOK yang mungkin Anda rasakan. Terdapat beberapa gejala lain yang dapat timbul seiring dengan kondisi kerusakan paru yang mengalami perkembangan.

Gejala-gejala PPOK tersebut biasanya tidak selalu datang bersamaan. Gejalanya bisa saja muncul secara perlahan dengan gejala lanjutan yang akan muncul ketika kerusakan paru telah terjadi secara signifikan. Gejala penyakit ini juga bisa bersifat episodik dan bervariasi intensitasnya, artinya tidak selalu muncul pada orang dengan PPOK.

Apabila Anda memiliki faktor risiko alias penyebab yang membuat Anda berpotensi menderita PPOK, ditambah lagi batuk yang tak kunjung sembuh, bisa jadi itu adalah gejala PPOK. Apabila ditemukan pada tahap awal, PPOK bisa dikendalikan agar tidak menyebabkan kerusakan yang lebih parah lagi pada paru-paru. Itu sebabnya mempelajari gejala dan tanda-tandanya akan sangat berguna bagi Anda.

Batuk kronis: gejala pertama

obat batuk kering dan gatal,obat batuk kering tradisional, obat batuk kering untuk anak

Batuk adalah gejala PPOK yang biasanya muncul pertama kali mendahului gejala lainnya. Menurut Mayo Clinic, batuk yang membandel selama tiga bulan (atau lebih) dalam setahun untuk setidaknya dua tahun, mengindikasikan seseorang memiliki PPOK. Batuk Anda bisa muncul setiap hari, meskipun tak ada gejala penyakit lain yang menyertai, seperti pilek atau flu.

Batuk adalah cara tubuh menyingkirkan lendir dari saluran udara dan paru-paru serta membersihkannya dari iritan lain, seperti debu. Sebenarnya, tubuh memproduksi lendir sehari-hari dalam jumlah wajarnya. Lendir yang keluar saat batuk pada orang normal biasanya bening alias tidak berwarna.

Akan tetapi, pada orang dengan PPOK, lendir yang mereka keluarkan saat batuk sering kali berwarna kuning sebagai tanda adanya infeksi. Kondisi batuk ini biasanya akan memburuk di pagi hari, begitu juga saat berolahraga atau merokok.

Gejala PPOK lain yang umum ditemui

PPOK merupakan penyakit kronis. Seiring berjalannya waktu, kondisi PPOK mungkin saja ikut berkembang apabila tidak serius menjalani pengobatan. Ketika penyakit ini berkembang, mungkin saja gejala PPOK yang Anda rasakan tidak lagi hanya batuk.

Beberapa gejala umum PPOK berikut ini mungkin saja Anda dapatkan. Gejala ini dapat dialami mulai dari PPOK tahap awal sampai dengan tahap menengah.

Mengi

PPOK menyebabkan peradangan pada paru-paru Anda dan mempersempit saluran udara yang ada di dalamnya. Saat udara dipaksa melewati saluran udara yang sempit atau tersumbat di paru-paru, maka Anda mungkin akan dapat mendengar suara seperti siulan ketika membuang napas. Inilah yang disebut mengi.

Pada penderita PPOK, mengi paling sering disebabkan oleh lendir berlebih yang menyumbat saluran napas. Kondisi ini juga berkaitan dengan pengerasan otot yang mempersempit saluran udara. Mengi juga bisa menjadi gejala asma dan pneumonia.

Sesak Napas (Dispnea)

Seiring membengkak, menyempit, dan rusaknya saluran udara di paru-paru akibat peradangan, Anda akan menjadi semakin sulit untuk bernapas atau mengatur napas. Gejala ini akan sangat mudah dikenali ketika terjadi peningkatan aktivitas fisik. Gejala ini dapat membuat Anda kesulitan menjalankan rutinitas harian, seperti berjalan, melakukan pekerjaan rumah sederhana, berganti pakaian, atau bahkan mandi. Bahkan, yang paling buruk, Anda bisa sesak napas saat beristirahat. Anda jelas membutuhkan bantuan medis untuk mengatasi hal ini.

Kelelahan

Jika Anda mengalami kesulitan bernapas, Anda tidak akan dapat mendapatkan oksigen yang cukup bagi darah dan otot Anda. Tanpa oksigen yang diperlukan, fungsi tubuh akan melambat dan terjadilah kelelahan. Anda juga bisa kelelahan karena paru-paru Anda bekerja dengan lebih keras untuk memasok oksigen dan membuang karbondioksida. Akibatnya, Anda akan kehabisan energi.

Sering mengalami infeksi pernapasan

Paru-paru penderita PPOK memiliki gangguan. Itu sebabnya mereka biasanya memiliki kesulitan lebih besar dalam membersihkan paru-paru dari bakteri, virus, polutan, debu, dan iritan lainnya. Hal itu mengakibatkan mereka berisiko terkena infeksi pari, seperti pilek, flu, dan pneumonia. Meski sulit menghindari infeski ini seluruhnya, menjaga kebersihan dan mendapatkan vaksinasi secara rutin, seperti vaksin influenza dan vaksin pneumonia, dapat mengurangi risiko Anda.

Gejala PPOK Tingkat Lanjut

penyebab sakit kepala dan mata serta pusing

Banyak gejala PPOK dialami pada tahapan awal. Namun, seiring dengan perkembangan penyakit ini, mungkin saja ada  gejala lain yang akan muncul. Gejala itu bisa terjadi secara tiba-tiba dan tanpa peringatan.

Gejala-gejala tingkat lanjut ini juga berpotensi membawa Anda pada kondisi eksaserbasi PPOK. Menurut situs Mayo Clinic, eksaserbasi didefinisikan sebagai episode memburuknya gejala yang berlangsung selama beberapa hari. Berikut adalah beberapa gejala PPOK tingkat lanjut yang perlu Anda waspadai.

1. Sakit kepala

Ketika Anda mengalami PPOK, paru-paru Anda mengalami kesulitan melepaskan karbondioksida dan menghirup oksigen. Sakit kepala karena PPOK terjadi akibat tingginya kadar karbondioksida yang ada dalam tubuh dan kekurangan oksigen. Kondisi ini biasanya akan memburuk saat pagi hari.

2. Pembengkakan telapak dan pergelangan kaki

Seiring paru-paru menjadi semakin rusak selama perkembangan penyakit ini, Anda bisa saja mengalami pembengkakan di telapak dan pergelangan kaki. Hal ini terjadi karena jantung Anda harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru yang rusak. Akibatnya, hal ini dapat menyebabkan gagal jantung kongestif.

3. Penyakit kardiovaskuler

Meskipun kaitannya tidak sepenuhnya dipahami, PPOK bisa meningkatkan risiko masalah yang berhubungan dengan jantung. Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah salah satu dari gejala ini. Stadium lanjut juga bisa meningkatkan risiko Anda untuk terkena serangan jantung dan stroke.

4. Penurunan berat badan

Jika telah menderita PPOK untuk jangka waktu lama, Anda bisa memperhatikan bahwa Anda telah mengalami penurunan berat badan. Energi ekstra yang digunakan jantung atau paru-paru untuk tetap berusaha menjalankan fungsi normalnya, dapat membakar lebih banyak kalori daripada yang didapatkan tubuh, yang menyebabkan Anda mengalami penurunan berat badan.

Penyakit paru obstruktif kronis alias PPOK menyebabkan kerusakan paru yang tidak dapat dipulihkan. Sekali, paru-paru Anda rusak karena PPOK, maka akan selamanya begitu. Sekalipun tidak dapat disembuhkan, gejala PPOK dan kerusakan lebih lanjut bisa dikendalikan dengan pengobatan yang tepat.

Gejala yang tidak kunjung membaik, begitu pula dengan munculnya tanda-tanda lebih lanjut dari penyakit ini, merupakan indikasi bahwa pengobatan tidak bekerja. Segera hubungi dokter jika Anda tidak merasakan kemajuan dengan obat-obatan atau terapi oksigen yang mungkin Anda dapatkan. Melakukan pengobatan terhadap gejala PPOK yang muncul sejak dini merupakan cara terbaik untuk meringankan gejala dan memperpanjang kelangsungan hidup jika Anda menderita penyakit ini.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca