Bagaimana Bisa Penyakit DBD Sebabkan Kematian?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Indonesia adalah salah satu negara tropis yang menjadi habitat nyamuk demam berdarah. Oleh karena itu, demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama bagi masyarakat Indonesia. Dikutip dari Riskesdas Kemenkes RI, tercatat ada 1.200 orang yang dinyatakan meninggal dunia dari total 126 ribu kasus DBD di Indonesia pada tahun 2015. Jumlah tersebut dilaporkan meningkat dibandingkan pada tahun 2014. Data di atas menempatkan Indonesia sebagai negara nomor 1 di Asia Tenggara terkait kasus DBD. Bagaimana bisa penyakit DBD sebabkan kematian?

Demam berdarah dengue (DBD) beda dengan demam berdarah biasa

DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Namun lebanyakan orang masih sering rancu dengan istilah demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD).

Kedua jenis demam ini sama-sama disebabkan virus dengue, yang membedakannya adalah ada tidaknya kebocoran plasma. Demam dengue menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi. Sedangkan demam berdarah dengue (DBD) dapat menyebabkan kebocoran plasma yang mengakibatkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah tiba-tiba (syok), hingga bahkan kematian.

Peningkatan kasus DBD di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh mobilitas penduduk yang tinggi, perkembangan wilayah perkotaan, perubahan iklim, dan yang terpenting rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Komplikasi penyakit DBD dapat berujung kematian

Dibiarkan tanpa penanganan medis, DBD akan sembakin berkembang parah dan menimbulkan berbagai komplikasi. Salah satu komplikasi yang paling mungkin terjadi adalah kerusakan pembuluh darah dan kelenjar getah bening, yang dapat menyebabkan perdarahan. Perdarahan akibat DBD biasanya ditandai dengan mimisan, gusi berdarah, dan/atau memar berwana keunguan yang terjadi tiba-tiba. Lambat laun perdarahan dalam ini dapat menyebabkan syok akibat tekanan darah yang menurun drastis dalam waktu singkat.

Terlebih, pasien DBD juga mengalami kebocoran plasma seperti yang telah dijelaskan di atas. Artinya, Anda akan tetap kehilangan cairan meskipun sudah banyak minum atau mendapatkan cairan infus. Inilah yang paling sering mengakibatkan terjadinya syok. Jika DBD sampai pada tahap syok, kondisi ini disebut sebagai dengue shock syndrome (DSS) dan dapat menyebabkan kegagalan sistem organ yang berujung pada kematian.

Jangan sepelekan demam berdarah dengue

Anda harus waspada terhadap perdarahan dan dengue shock syndrome sebagai dua komplikasi demam dengue yang mematikan. Kedua kondisi tersebut bisa dibilang jarang terjadi, namun khususnya lebih berisiko pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya tidak mampu melawan infeksi. Selain itu, komplikasi DBD juga paling tinggi pada orang yang sebelumnya pernah terkena demam dengue dari tipe virus berbeda.

Itu sebabnya penting untuk cepat-cepat mendapatkan pertolongan medis jika Anda atau orang terdekat Anda mengalami gejala penyakit DBD atau demam dengue. Selain memberikan tambahan cairan lewat infus, dokter biasanya juga dapat melakukan transfusi darah untuk mengganti darah yang berkurang, serta memonitor tekanan darah pasien.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Cara Agar Tidak Lemas Akibat Muntah-muntah Saat DBD

Muntah termasuk gejala demam berdarah yang sering terjadi dan mengakibatkan tubuh cepat lemas. Lakukan hal ini agar rasa lemas hilang dan tubuh cepat pulih.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Penyakit Musiman, Health Centers 03/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Membuat Teh Daun Pepaya dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Teh daun pepaya menyimpan beragam manfaat untuk kesehatan, termasuk mencegah Anda dari infeksi bakteri penyakit. Berikut cara mudah membuatnya di rumah.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 04/01/2020 . Waktu baca 4 menit

Catat Baik-Baik, Begini Cara Membedakan Gejala DBD dan Chikungunya

DBD dan chikungunya memang sama-sama ditularkan dari gigitan nyamuk. Namun, keduanya adalah penyakit berbeda dengan gejala yang tidak sama. Apa saja, ya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 30/11/2018 . Waktu baca 4 menit

Catat Baik-Baik, Ini Tanda dan Gejala DBD yang Perlu Anda Waspadai

Penyakit demam berdarah (DBD) yang tidak segera mendapat perawatan medis, bisa menyebabkan komplikasi dan kematian. Apa saja gejala DBD itu? Baca di sini.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit Musiman, Health Centers 24/08/2018 . Waktu baca 12 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab dbd berulang

Beragam Hal yang Harus Diperhatikan Agar Tidak Terkena DBD Lagi

Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 07/04/2020 . Waktu baca 4 menit
pemulihan pasca demam berdarah

Beragam Hal yang Mesti Diperhatikan Saat Masa Pemulihan DBD

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 06/04/2020 . Waktu baca 4 menit
cara menambah nafsu makan

Tips dan Trik Meningkatkan Nafsu Makan Saat Terkena DBD

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 06/04/2020 . Waktu baca 4 menit
manfaat makan buah

5 Buah Kaya Manfaat yang Perlu Anda Makan Saat DBD Agar Cepat Pulih

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 03/04/2020 . Waktu baca 5 menit