Mengenali Bintik Merah Tanda Demam Berdarah

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 06/02/2020
Bagikan sekarang

Siapa yang tidak kenal Demam Berdarah Dengue, atau yang biasa kita kenal dengan DBD? Penyakit menular ini disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan sering kali oleh nyamuk Aedes Aegypti, dan telah menjadi wabah di Indonesia sejak tahun 1968. Penyakit ini masih menghantui sampai saat ini, tiap kali musim penghujan tiba.

Di mana biasanya nyamuk Aedes Aegypti bersarang?

Musim penghujan biasanya disertai dengan munculnya genangan-genangan air. Padahal menurut Kementerian Kesehatan RI, tempat perkembangbiakkan nyamuk Aedes berada pada tempat penampungan air, yang terdiri dari :

  • Tempat penampungan air untuk keperluan sehari-hari baik dalam maupun luar rumah, seperti ember, drum, tempayan dan bak mandi/WC.
  • Tempat penampungan air bukan untuk keperluan sehari-hari, seperti tempat minum burung, vas bunga, perangkap semut, barang bekas, dan talang air.
  • Tempat penampungan air alamiah, seperti lubang pohon, lubang batu, pelepah daun, tempurung kelapa, potongan bambu, dan pelepah pisang.

Air yang menggenang dalam suatu tempat lalu menjadi tempat perkembangbiakkan nyamuk, menyebabkan telur nyamuk menetas, dan setelah 10 sampai 12 hari akan berubah menjadi nyamuk. Bila manusia digigit oleh nyamuk dengan virus dengue, maka setelah 4 sampai 7 hari, gejala-gejala DBD akan mulai timbul.

BACA JUGA: Infografik: Fakta Demam Berdarah di Indonesia

Hal yang menarik adalah, beberapa tahun belakangan ini telah disepakati bahwa gejala klinis DBD bervariasi, sehingga perjalanan penyakit ini tak lagi dapat diprediksi. Hal ini dikarenakan berbedanya hasil temuan kasus di lapangan dengan teori yang ada. Padahal terdapat beberapa penyakit yang memiliki kesamaan dengan gejala awal DBD.

Salah satu gejala DBD yang masih sering dijumpai adalah munculnya bintik-bintik merah pada kulit. Namun ternyata, gejala tersebut masih sering disalahartikan dengan gejala penyakit lain seperti campak.

Bagaimana membedakan bintik merah tanda demam berdarah?

Menurut seorang Dokter Spesialis Anak, Dokter Widodo Judarwanto, ruam merah pada awal-awal gejala DBD biasanya timbul pada daerah muka, leher dan dada. Ruam merah tersebut kemudian biasanya akan berkurang memasuki hari ke-4 dan ke-5 hingga akhirnya menghilang setelah hari ke-6. Meskipun kulit direnggangkan, bintik merah tersebut juga ternyata akan tetap terlihat.

Hal tersebut berbeda dengan penyakit campak. Ruam pada penyakit campak biasanya timbul pada hari ke-3, lalu akan bertambah banyak pada hari ke-6 dan ke-7. Hingga akhirnya berubah warna jadi kehitaman dan bertahan selama seminggu.

Gejala DBD juga sering kali diawali dengan panas tinggi yang terjadi secara mendadak. Biasanya, hal inilah yang membedakan bintik merah gejala DBD dengan bintik merah karena hal lain.

Ruam merah pada kulit tersebut, yang membedakan DBD dengan penyakit lain, kemudian diikuti dengan gejala lain seperti kejadian syok (fase kritis) yang dipercepat oleh kondisi kekurangan cairan. Hal ini dapat terjadi karena trombosit turun yang mengakibatkan kelainan pada pembuluh darah (pendarahan). Kondisi tersebut sering kali dikaitkan dengan penyebab kematian penderita DBD. Kematian dapat dihindari, bila penderita mendapatkan penanganan yang cepat dan benar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan pemeriksaan laboratorium segera setelah mengalami panas tinggi hingga 3 hari berturut-turut.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah demam berdarah?

Guna mencegah DBD, peran serta masyarakat sangat dibutuhkan. Karenanya, baru-baru ini Kementerian Kesehatan RI mengenalkan suatu program yang dinamakan dengan PSN 3M Plus, atau Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan cara 3M Plus.

Program PSN dilakukan dengan:

  • Membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember air, tempat penampungan air minum, penampung air lemari es (menguras)
  • Menutup rapat-rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi, toren air
  • Memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD.

Sedangkan yang dimaksud dengan 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti:

  • Menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan
  • Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk
  • Menggunakan kelambu saat tidur
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk
  • Mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah
  • Menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk, dan lain-lain.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

    Puasa menjadi tantangan tersendiri untuk Anda yang memiliki maag. Namun, jangan khawatir, berikut tips-tips mencegah maag saat puasa.

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hari Raya, Ramadan 07/05/2020

    5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

    Punya masalah hipertensi alias tekanan darah tinggi saat puasa tentu memberikan tantangan sendiri. Agar puasa tetap lancar, ikuti tips ampuhnya berikut ini!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Hari Raya, Ramadan 04/05/2020

    Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

    Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Ajeng Quamila
    Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

    4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

    Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

    Direkomendasikan untuk Anda

    makan di luar rumah saat pandemi

    Amankah Makan di Luar Rumah di Tengah Pandemi?

    Ditinjau secara medis oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
    Ditulis oleh: Nabila Azmi
    Dipublikasikan tanggal: 02/06/2020
    sakit tangan main hp

    Mengatasi Sakit Tangan Akibat Terlalu Sering Main HP

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
    Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020
    resep membuat bakwan

    4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Aprinda Puji
    Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
    sakit perut setelah buka puasa

    Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

    Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
    Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020