2 Posisi Tidur yang Aman dan Nyaman Bagi Anda yang Punya Sakit Leher

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15 November 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Anda mungkin pernah terbangun dengan rasa nyeri di bagian leher. Hal ini bisa jadi karena Anda tidur dengan posisi yang salah. Alhasil, tidur Anda setiap malam jadi tidak nyenyak karena terganggu dengan leher sakit. Eits, tenang dulu! Ternyata, ada beberapa posisi tidur yang bisa Anda coba untuk meringankan sakit leher, lho! Seperti apa, sih, posisi tidur tersebut? Cari tahu pada ulasan berikut ini.

Hindari tidur tengkurap saat mengalami sakit leher

mencegah leher sakit

Ada banyak hal yang bisa jadi penyebab sakit leher yang Anda alami. Usia yang terus bertambah menyebabkan tulang di sekujur tubuh mulai berkurang kekuatannya, termasuk di bagian leher. Itulah sebabnya semakin bertambahnya usia, Anda semakin rentan mengalami nyeri leher.

Namun, jika Anda terbangun dengan rasa nyeri pada leher, hal ini mungkin disebabkan oleh posisi tidur yang salah. Ya, leher sakit dan posisi tidur memiliki hubungan timbal balik yang saling memengaruhi. Posisi tidur yang salah dapat membuat leher sakit dan sebaliknya kondisi ini tentu bikin Anda sulit terlelap.

Ketika mengalami leher terasa nyeri, sebaiknya hindari tidur tengkurap untuk sementara waktu. Seorang ahli chiropractic dari Cleveland Clinic‘s Center for Integrative Medicine, Andrew Bang, D.C., mengungkapkan bahwa tidur tengkurap membuat kepala Anda terpelintir ke satu arah selama berjam-jam. Alih-alih bikin tidur lebih nyenyak, posisi tidur ini justru bisa bikin leher jadi semakin nyeri.

Tak hanya itu, tidur tengkurap juga membuat berat badan Anda berpusat pada bagian tengah tubuh alias tulang belakang. Akibatnya, tekanan pada bagian tengah tubuh jadi tidak seimbang dan memicu nyeri tulang belakang. Bukan cuma leher sakit, punggung Anda pun ikut terasa sakit saat bangun tidur.

Posisi tidur terbaik untuk mengatasi leher sakit

posisi tidur memengaruhi pencernaan

Sebelum mencoba posisi tidur saat sakit leher, perhatikan dulu kondisi kasur dan bantal Anda. Jangan salah, alas tidur juga turut memengaruhi kesembuhan sakit leher Anda, lho!

Ada baiknya, gunakan kasur yang kokoh supaya tulang di sepanjang leher dan punggung Anda tidak meliuk-liuk dan memicu cedera. Selain itu, ganti bantal Anda dengan bantal yang terbuat dari bulu agar lebih mudah mengikuti bentuk leher Anda saat tidur.

Kalau sudah, barulah Anda bisa mulai mencoba posisi tidur yang tepat untuk mengatasi nyeri di sakit. Beberapa posisi tidur yang aman dan nyaman saat sakit leher di antaranya:

1. Tidur miring

Saat leher mulai terasa nyeri, cobalah tidur dengan posisi miring alias menyamping. Tidur miring dapat membantu menopang tulang leher dan tulang belakang Anda selama tidur. Dengan begitu, rasa nyeri dan kaku di leher akan berkurang.

Supaya hasilnya lebih maksimal dan Anda terbangun dengan perasaan segar, pastikan tulang belakang Anda tetap lurus. Caranya adalah hindari menggunakan bantal yang terlalu tinggi atau kaku. Ini karena bantal tinggi bisa membuat leher tertekuk semalaman, sehingga memicu leher sakit dan kaku di pagi hari.

Sebagai solusinya, gunakan bantal yang tidak terlalu tinggi untuk kepala. Letakkan juga bantal tambahan di bawah leher untuk membantu menopang leher saat tidur.

2. Tidur telentang

Selain tidur miring, Anda juga dianjurkan untuk tidur telentang saat leher sedang nyeri. Tidur telentang akan menjaga tulang leher dan punggung tetap lurus dan menurunkan risiko cedera.

Lagi-lagi, gunakan bantal bulu karena lebih lembut dan bisa melengkung mengikuti lekuk alami leher Anda sewaktu tidur. Jika bantal Anda dirasa terlalu tinggi, segera ganti dengan bantal yang lebih rendah dan rata untuk menopang kepala Anda.

Alhasil, katakan selamat tinggal pada leher sakit dan raih tidur nyenyak Anda mulai malam ini!

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Sudah Benarkah Cara Anda Keramas Selama Ini? Cek di Sini!

Walaupun Anda rajin keramas, belum tentu rambut Anda bersih. Berikut ulasan mengenai langkah mencuci rambut dengan benar.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 23 November 2020 . Waktu baca 9 menit

Kadar Hb Terlalu Tinggi, Apakah Berbahaya dan Perlu Diturunkan?

Mudah merasa lelah dan pusing? Bisa jadi gejala kadar hemoglobin atau Hb tinggi. Apa risikonya bagi tubuh? Cari tahu info lengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 22 November 2020 . Waktu baca 7 menit

10 Cara Ampuh Mencegah Penyakit Jantung dan Kekambuhannya

Kabar baik, berbagai masalah jantung dapat Anda cegah. Cara mencegah penyakit jantung pun beragam. Apa saja tindakan pencegahan penyakit jantung?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Jantung 21 November 2020 . Waktu baca 12 menit

8 Hal yang Membuat Anda Sering Terbangun Tengah Malam

Terkadang kita terbangun di tengah malam meski tak ada bunyi alarm atau hal lainnya. Kondisi itu ternyata dipengaruhi kesehatan fisik atau mental. Apa saja?

Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 19 November 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Penyebab Serangan Jantung Pada Anak Muda

Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 26 November 2020 . Waktu baca 5 menit
gingsul, salah satu jenis maloklusi

Fakta Seputar Gigi Gingsul yang Harus Anda Tahu

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat bengkoang

Tak Hanya Memutihkan Kulit, Ini 6 Manfaat Bengkoang Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
cara mengatasi rambut kering

Rambut Kering, Bagaimana Cara Ampuh Mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24 November 2020 . Waktu baca 8 menit