Bagaimana Cara Kerja Obat Penghilang Rasa Sakit?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/04/2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda sering mengonsumsi obat nyeri seperti paracetamol, acetaminophen, atau aspirin? Ketika Anda merasa sakit kepala, demam, nyeri pada perut, atau berbagai rasa sakit lainnya yang timbul di bagian tubuh, Anda mungkin akan membeli obat-obatan penghilang rasa sakit dan mengonsumsinya, lalu berharap semua nyeri dan rasa sakit Anda akan hilang.

Seperti khasiatnya, obat-obatan yang telah disebutkan tadi adalah kelompok obat-obatan penghilang rasa sakit. Apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana caranya obat penghilang rasa sakit dapat menghilangkan rasa sakit Anda? Lalu apakah efeknya akan bertahan lama? Apakah semua obat penghilang rasa sakit mempunyai khasiat yang sama?

Sekarang ini, banyak merek obat warung yang mengandung berbagai jenis obat-obatan penghilang rasa sakit. Sebenarnya obat penghilang rasa sakit terbagi menjadi beberapa bagian, tergantung dengan kemampuannya untuk menghilangkan rasa sakit, yaitu:

  • Obat non-steroid anti peradangan (NSAID)
  • Paracetamol
  • Opioids

Ketiga jenis obat ini bekerja dengan cara yang berbeda untuk menyembuhkan Anda dari rasa sakit. Ada yang diperuntukan untuk sakit yang hanya terjadi dalam waktu yang sebentar, namun terkadang obat penghilang rasa sakit juga dibutuhkan dalam terapi serta perawatan penyakit yang penyembuhannya membutuhkan waktu yang lama.

BACA JUGA: Benarkah Tidak Boleh Minum Obat Pakai Susu?

Bagaimana cara kerja obat penghilang rasa sakit?

Obat nyeri memang bisa menghilangkan rasa sakit dan nyeri, entah itu rasa nyeri yang ringan, sedang, atau berat. Setiap rasa sakit yang berbeda memerlukan jenis obat yang berbeda. Perbedaan ini juga menentukan bagaimana cara obat penghilang rasa sakit itu bekerja.

1. Paracetamol

Paracetamol terkenal untuk menghilangkan rasa sakit kepala atau pusing. Memang obat ini ditargetkan untuk mengobati bagian otak yang menimbulkan rasa nyeri. Obat ini akan menghentikan produksi zat kimiawi yang menyebabkan bagian otak tersebut meradang. Sebenarnya zat kimiawi yang menyebabkan peradangan ini, bisa dihasilkan oleh seluruh bagian tubuh, namun zat tersebut memang lebih banyak jumlahnya di otak. Paracetamol juga berguna untuk mengatasi demam dan sakit kepala.

2. Obat non-steroid anti peradangan (NSAIDs)

Obat jenis ini yaitu seperti aspirin dan ibuprofen. Kedua obat tersebut memiliki cara kerja yang berbeda dengan paracetamol. Ibuprofen dan aspirin memang sama-sama menghentikan zat kimiawi yang menyebabkan peradangan, namun bukan zat kimia yang dihasilkan oleh otak yang dihentikan produksinya. Zat kimia yang mengakibatkan peradangan, atau disebut dengan zat prostaglandin tersebar di seluruh tubuh dan kedua obat ini bertugas untuk menghentikan zat prostaglandin terbentuk dalam suatu bagian tubuh, kecuali otak.

3. Opioids

Opioids bekerja dengan cara menghilangkan reseptor sakit di dalam tubuh. Reseptor sakit ini ditemukan di seluruh bagian tubuh, tapi paling sering berada di sistem saraf pusat dan usus. Jenis obat ini memiliki dosis yang sangat tinggi, sehingga biasa digunakan untuk menghilangkan rasa sakit yang sangat berat. Contoh obat jenis opioids adalah morfin, methadone, buprenorphine, hydrocodone, dan oxycodone.

BACA JUGA: Berbagai Makanan yang Bisa Mengganggu Kerja Obat Dalam Tubuh

Bagaimana aturan minum obat nyeri?

Ketika Anda merasakan nyeri dan sakit, Anda bisa meminum obat penghilang rasa sakit dalam beberapa waktu hingga rasa sakit tersebut hilang. Minumlah sesuai anjuran dan dosis yang telah ditentukan. Dan jangan lupa untuk memakan sesuatu terlebih dahulu sebelum minum obat penghilang rasa sakit seperti paracetamol dan NSAID. Jenis obat ini bersifat sangat kuat dan dapat menyebabkan perut mengalami peradangan serta perdarahan jika tidak mengonsumsi makanan apapun sebelumnya.

Berapa lama saya harus minum obat penghilang rasa sakit?

Walaupun Anda sedang kesakitan, mengonsumsi obat penghilang rasa sakit dalam waktu yang lama adalah hal yang buruk. Konsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan tubuh mengalami berbagai kondisi yang berkaitan dengan kesehatan. Jika rasa sakit Anda sudah mulai berkurang, maka sebaiknya langsung hentikan konsumsi obat tersebut.

Namun ada beberapa kondisi penyakit yang membutuhkan obat penghilang rasa sakit dalam jangka waktu yang lama seperti, arthritis. Tentu saja hal itu harus dikonsultasikan dan didiskusikan ke dokter.

BACA JUGA: Bagaimana Cara Kerja Obat Antibiotik Melawan Bakteri?

Apa efek samping dari obat nyeri?

Setiap obat jenis apapun memiliki efek sampingnya tersendiri. Sebagian besar efek samping terjadi karena obat dikonsumsi dalam dosis yang tinggi dan tanpa anjuran dari dokter. Terkadang kombinasi antara 2 atau 3 obat yang dikonsumsi sekaligus, bisa menyebabkan efek samping yang buruk. Berikut adalah efek samping yang dapat timbul jika Anda minum obat penghilang rasa sakit:

NSAID, jenis obat ini tidak memiliki efek samping yang dapat membahayakan kesehatan, hanya memiliki efek samping dengan gejala yang ringan. Namun dalam kasus yang ekstrim, Anda bisa saja mengalami gejala seperti, lambung mengalami perdarahan, perdarahan pada usus, dan masalah jantung.

Paracetamol adalah obat warung yang bisa Anda dapatkan di mana-mana bahkan tanpa resep dokter. Obat ini termasuk obat yang aman jika dikonsumsi sesuai dengan anjuran dan aturan yang ada. Namun jika mengonsumsi paracetamol dalam dosis yang berlebihan maka hal ini dapat berbahaya bagi hati Anda.

Opioids, bisa menimbulkan beberapa gejala seperti, mual, muntah, sembelit, mulut kering, mengantuk, dan kebingungan. Dalam hal ini opioids mempunyai dosis yang tinggi dibandingkan dengan paracetamol dan NSAID, oleh karena itu pemakaian obat ini harus dengan anjuran dokter.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

    Apakah artikel ini membantu Anda?
    happy unhappy"
    Sumber

    Yang juga perlu Anda baca

    Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

    Anda pasti tahu mengayuh sepeda tentunya lebih sehat dibanding naik mobil. Tapi, apa sebenarnya manfaat bersepeda bagi kesehatan tubuh kita?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
    Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

    Mungkin Anda kaget saat tahu kalau kelopak mata bengkak tiba-tiba. Ada banyak hal yang bisa bikin kelopak mata Anda bengkak. Apa saja?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit

    Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

    Momen anak disunat menjadi salah satu hal penting, khususnya di Indonesia. Tapi, dari sisi medis, kapan waktu yang tepat untuk melakukan sunat?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Hidup Sehat, Tips Sehat 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

    Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    Sponsored
    foto orang yang merawat anggota keluarga yang terkena penyakit kronis; saat mengasuh, penting untuk tetap jaga diri saat merawat orang sakit kronis

    Tips Jaga Diri Saat Merawat Orang Sakit Kronis di Masa Pandemi

    Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
    Ditulis oleh: Willyson Eveiro
    Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 5 menit
    mengusir biang keringat

    3 Bahan Alami yang Bisa Mengusir Biang Keringat

    Ditulis oleh: Theresia Evelyn
    Dipublikasikan tanggal: 13/07/2020 . Waktu baca 3 menit
    kode wadah plastik pada makanan atau minuman

    Apakah Wadah Plastik untuk Makanan Anda Aman Bagi Kesehatan? Cari Tahu Lewat Kode Ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit
    botol plastik hangat

    Amankah Minum Air dari Botol Plastik yang Sudah Hangat?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 10/07/2020 . Waktu baca 4 menit