Setiap obat tidak terlepas dari efek samping yang bisa diakibatkannya, termasuk obat ranitidin. Ranitidin adalah obat yang bekerja dengan cara mengurangi asam lambung. Sehingga, obat ini bisa mengobati berbagai penyakit yang berhubungan dengan asam lambung berlebih. Namun, jika ranitidin tidak dipakai sesuai dengan petunjuk, maka Anda bisa mengalami efek samping. Apa saja efek samping ranitidin?

Apa saja efek samping ranitidin?

Pemakaian obat yang tidak sesuai dengan petunjuk tentu dapat menimbulkan efek samping. Efek samping umum yang bisa ditimbulkan oleh pemakaian ranitidin, adalah:

Efek samping ini bisa berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu dan lama-kelamaan akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika efek samping tersebut tidak kunjung pergi, Anda harus segera memeriksakan diri Anda ke dokter. Efek samping umum tersebut bisa berkembang menjadi efek samping yang lebih serius.

Beberapa efek samping serius dari ranitidin adalah:

  • Peradangan hati. Biasanya gejala yang muncul adalah kulit dan bagian putih mata berubah warna menjadi kuning, kelelahan, warna urin menjadi lebih gelap, dan sakit perut.
  • Perubahan pada fungsi otak. Hal ini dapat memunculkan gejala, seperti kebingungan, agitasi, depresi, suka berhalusinasi (mendengar atau melihat sesuatu yang tidak ada), dan pandangan menjadi kabur.
  • Detak jantung abnormal. Gejala yang bisa Anda rasakan adalah detak jantung menjadi lebih cepat, sesak napas, dan kelelahan.

Efek samping ranitidin juga bisa muncul jika Anda memiliki alergi terhadap ranitidin. Jika Anda alergi ranitidin, maka Anda akan mengalami gatal-gatal, kesulitan napas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan. Jika Anda mengalami gejala ini, sebaiknya segera hentikan penggunaan ranitidin dan periksakan diri Anda ke dokter.

Yang harus Anda perhatikan sebelum minum ranitidin

Jangan gunakan obat ini jika Anda mempunyai alergi terhadap ranitidin. Jika Anda memiliki kondisi berikut ini, sebaiknya bicarakan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mengambil ranitidin.

  • Penyakit ginjal. Jika Anda memiliki penyakit ginjal atau mempunyai keturunan penyakit ginjal, tubuh Anda mungkin tidak dapat menghilangkan ranitidin dalam tubuh dengan baik. Sehingga, hal ini dapat meningkatkan kadar ranitidin dalam tubuh dan menyebabkan berbagai efek samping.
  • Penyakit hati. Orang dengan penyakit hati atau keturunan penyakit hati juga tidak dapat memproses obat ini dengan baik. Sehingga, kadar ranitidin dalam tubuh juga dapat meningkat dan menyebabkan efek samping.
  • Porfiria. Orang dengan porfiria akut (gangguan darah yang diturunkan) sebaiknya tidak menggunakan ranitidin. Obat ini dapat memicu serangan porphyric akut.
  • Ibu hamil dan menyusui. Jika Anda sedang hamil atau meyusui, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda sebelum mengambil ranitidin. Untuk ibu hamil, ranitidin mungkin boleh digunakan jika benar-benar dibutuhkan. Sedangkan, pada ibu menyusui, penggunaan ranitidin mungkin harus dihindari karena ranitidin dapat masuk ke dalam ASI dan bisa menyebabkan efek samping pada bayi Anda. Untuk lebih jelasnya, tanyakan pada dokter Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca