Orang yang Punya Kanker Usus Besar Harus Banyak Makan Serat

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Berdasarkan informasi yang didapat dari Komite Penanggulangan Kanker Nasional Kemenkes RI, setidaknya ada 13 orang per 100.000 penduduk usia dewasa yang mengidap kanker usus besar. Kanker usus besar itu sendiri bertanggung jawab menyebabkan 9,5% kematian dari total seluruh kasus kematian akibat kanker di Indonesia. Nah, penelitian membuktikan bahwa asupan makanan mengandung serat dalam jumlah besar dapat menurunkan risiko kematian pada pasien kanker usus besar.

Makanan mengandung serat menurunkan risiko kematian akibat kanker usus besar

Faktor risiko kanker usus besar yang utama adalah riwayat kanker dalam keluarga dan gangguan pencernaan tertentu, seperti peradangan usus IBD, kolitis ulseratif, dan penyakit Crohn.

Meski begitu, orang-orang yang menjalani gaya hidup tidak aktif (tidak berolahraga secara teratur, pola makan tinggi lemak, dan banyak duduk), perokok, dan yang kelebihan berat badan juga berisiko sama tingginya untuk terkena kanker usus besar.

Diet tinggi serat diduga kuat dapat menurunkan risiko kematian akibat kanker usus besar. Sebuah penelitian melaporkan bahwa setiap tambahan 5 gram makanan berserat setiap hari dapat menurunkan angka kematian sebanyak 33 persen pada orang-orang yang memiliki kanker usus besar, ketimbang yang tidak makan serat sama sekali atau hanya sedikit saja.

Kenapa demikian?

Kenapa makanan yang mengandung serat bisa mengurangi risiko kematian akibat kanker belum jelas diketahui. Namun banyak ahli kesehatan percaya ini ada hubungannya dengan peningkatan kerja metabolisme tubuh.

Serat merupakan kandungan dari makanan sumber nabati yang tidak dapat dicerna maupun diserap tubuh. Di dalam usus, serat bekerja mengikat air dan melancarkan pencernaan. Makanan mengandung serat juga membantu menurunkan kadar kolesterol jahat LDL dan mengontrol kadar gula darah.

Selain itu, makan makanan yang tinggi serat dapat menurunkan berat badan sehingga mencegah Anda mengalami obesitas, karena membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Kesehatan tubuh yang lebih prima secara keseluruhan inilah yang dipercaya mampu memperlambat keparahan perkembangan sel kanker dalam tubuh.

Namun, sebuah artikel dalam rubrik Nutrition Source di laman Harvard School of Public Health mengungkapkan keberatannya. Meski memang benar menurunkan risiko kematian akibat kanker usus besar, perbedaan angka sebenarnya tidak sebesar seperti yang digembar-gemborkan.

Konsumsi makanan berserat tetap penting

Perubahan pola makan merupakan hal yang penting untuk dilakukan selama pengobatan dan pemulihan kanker.

Gantilah makanan tinggi lemak Anda dengan makanan yang mengandung serat, seperti sayur dan buah-buahan segar. Terlebih, asupan serat alami tetap lebih baik daripada mengonsumsi serat dalam bentuk suplemen atau vitamin.

Berikut adalah sumber makanan mengandung serat tinggi yang bisa Anda masukkan ke dalam menu makan Anda setiap hari:

  • Alpukat. Per 100 gram alpukat mengandung sekitar 6,7 gram serat.
  • Apel. Satu buah apel ukuran sedang terkandung serat sebanyak 4,4 gram.
  • Pir ukuran sedang mengandung 5,5 gram serat.
  • Kelompok buah beri, seperti strawberi dan raspberi, termasuk buah yang memiliki serat yang tinggi. Contohnya, dalam 100 gram raspberri terdapat 6,5 gram serat.
  • Pisang, selain menjadi sumber vitamin C, vitamin B6, dan kalium, serat yang dimiliki pisang sebanyak 3,1 gram dalam satu buah pisang ukuran sedang.
  • Brokoli. Per 100 gram sayuran hijau ini Anda dapat menemukan 2,6 gram serat.
  • Wortel. Dalam 100 gram wortel terkandung serat sebanyak 3,4 gram.
  • Bayam, per 100 gram bayam mengandung 2,2 gram serat.
  • Kacang merah. Per 100 gram kacang merah mengandung serat sekitar 7 gram.
  • Almond, mengandung 3,5 gram serat per 23 kacang almond.
  • Gandum utuh, per 100 gram oat diperkaya dengan 10,6 gram serat.
  • Beras merah. Per 190 gram beras merah mempunyai 3,5 gram serat.

Tips meningkatkan asupan serat setiap hari

  • Pilih produk yang diolah secara minim, seperti roti gandum dan nasi merah dibanding nasi putih biasa
  • Usahakan tidak mengupas kulit buah dan sayuran , karena bagian kulit mengandung serat dalam jumlah tinggi
  • Untuk mencegah gangguan pencernaan setelah makan sayur dan buah, disarankan minum air dalam jumlah banyak
  • Ganti camilan manis Anda dengan buah-buahan dan sayuran segar
  • Usahakan sertakan buah dan sayur di setiap makanan yang dikonsumsi

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kanker Kolorektal (Usus Besar dan Atau Rektum)

Kanker kolorektal (usus besar) merupakan jenis kanker yang cukup umum. Lantas, seperti apa gejala, penyebab, dan pengobatannya? Baca di sini.

Ditulis oleh: Aprinda Puji
Penyakit A-Z, Kesehatan A-Z 13/04/2020 . Waktu baca 10 menit

Kenali Pentingnya Asupan Serat Bagi Bayi dan Kebutuhan Idealnya

Tak kalah dengan zat gizi lainnya, kebutuhan serat untuk bayi juga penting dipenuhi setiap harinya. Sudahkah Anda tahu berapa kebutuhan serat si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Parenting, Nutrisi Anak 28/03/2020 . Waktu baca 7 menit

Begini Cara Mengatur Perawatan Kanker Selama Wabah COVID-19

Pasien kanker adalah salah satu kelompok orang yang cukup berisiko terinfeksi Coronavirus. Lantas, bagaimana perawatan kanker selama wabah COVID-19?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 26/03/2020 . Waktu baca 6 menit

Kebutuhan Serat untuk Balita Usia 2-5 Tahun

Serat sangat penting untuk kesehatan orang dewasa dan anak-anak. Lalu, seberapa banyak kebutuhan serat untuk balita usia 2-5 tahun?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Parenting, Nutrisi Anak 28/02/2020 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pencegahan cara mencegah kanker ovarium

Hal-hal yang Dapat Dilakukan untuk Mencegah Kanker Ovarium

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 06/08/2020 . Waktu baca 6 menit
manfaat serat kenapa penting

Kenapa Penting Makan Makanan Berserat?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 01/06/2020 . Waktu baca 5 menit
Konten Bersponsor
sumber serat

5 Sumber Serat Selain Buah dan Sayur untuk Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 29/05/2020 . Waktu baca 4 menit
karbohidrat untuk diet

7 Sumber Karbohidrat Terbaik untuk Anda yang Sedang Diet

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020 . Waktu baca 5 menit