Sembuh dari Kanker Usus Besar, Apakah Masih Harus Menjalani Pengobatan?

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28/05/2020
Bagikan sekarang

Bagi sebagian penderita kanker kolorektal atau dikenal juga dengan kanker usus besar, berbagai pengobatan yang dilalui mampu mengangkat atau menghancurkan sel kanker sehingga ia dinyatakan sembuh dari kanker. Namun sayangnya, hal itu tidak berlaku bagi beberapa orang dan mengharuskan mereka hidup dengan kanker. 

Ketika sembuh dari kanker, terkadang tak serta-merta kita terbebas dari jadwal kunjungan rutin ke rumah sakit. Masih terdapat pengobatan lanjutan, seperti kemoterapi, terapi radiasi (radioterapi), atau terapi lainnya yang jika dilakukan dengan rutin dapat membantu mengendalikan kanker usus besar. Hal ini tentu membuat Anda harus memiliki usaha khusus agar pengobatan yang Anda jalani tetap  menunjukkan perkembangan yang baik, seperti menjaga pola makan dan rutin kontrol ke dokter.

Sebenarnya, apa saja sih hal-hal yang harus diperhatikan ketika Anda telah menuntaskan pengobatan, dan dinyatakan sembuh dari kanker usus besar? Simak ulasan berikut ini untuk mengetahui apa yang seharusnya dilakukan pasien kanker kolorektal usai menjalani pengobatan.

Hidup dengan kanker usus besar, pengobatan apa yang mungkin saya dapatkan?

Operasi kanker usus besar adalah salah satu pengobatan utama dan paling umum jika Anda memiliki kanker usus besar (kanker kolorektal). Jika Anda didiagnosis kanker pada tahap awal (stadium awal), dokter Anda kemungkinan akan menjalankan prosedur ini. Semakin awal Anda didiagnosis kanker usus besar, akan semakin tinggi pula kemungkinan Anda sembuh dari kanker. 

Operasi kanker usus besar sudah berhasil, lalu, apa yang harus saya lakukan?

Ketika menjalani operasi kanker usus besar, usus Anda adalah organ yang akan menjadi “aktor utama”. Akan banyak tindakan yang dilakukan pada organ pencernaan yang satu ini. Itu sebabnya, biasanya, setelah operasi kanker usus besar dilakukan Anda dianjurkan tidak makan atau minum selama beberapa hari sampai usus Anda siap untuk bekerja normal kembali, melakukan tugas mencerna makanan.

Usai operasi berhasil dilaksanakan, karena tidak dapat langsung mengonsumsi makanan padat, Anda akan diberikan cairan infus yang akan menjaga asupan nutrisi Anda. Dokter Anda akan memberi tahu apa yang boleh dimakan dan diminum, serta kapan sebaiknya Anda memulainya.

Seperti operasi pada umumnya, Anda pasti akan merasakan sakit pada beberapa hari awal pasca-operasi. Obat pereda nyeri mungkin akan diberikan untuk meredakan sakit yang Anda rasakan. Jika rasa sakitnya tidak tertahankan, sebaiknya ungkapkan pada dokter atau perawat sesegera mungkin sehingga mereka bisa menemukan jenis dan dosis pereda nyeri yang tepat.

Mengapa saya malah mengalami diare atau susah BAB setelah operasi?

Setelah operasi usus, jangan kaget jika Anda mengalami diare untuk beberapa waktu karena ini adalah hal normal yang dialami seseorang yang menjalani operasi kanker. Apabila bagian usus yang diangkat berukuran besar, Anda juga bisa terkena diare dan sembelit secara bergantian. Konsultasikanlah dengan dokter atau perawat Anda mengenai masalah ini, sehingga mereka dapat memberikan saran terkait perubahan kebiasaan buang air besar Anda ini.

Sudah sembuh dari kanker, kenapa masih harus kemoterapi?

Sekalipun prosedur operasi telah sukses dijalankan, dokter mungkin saja akan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi jika ia menilai Anda berisiko tinggi mengalami kekambuhan atau penyebaran kanker. Biasanya, keputusan ini muncul setelah biopsi sel kanker menunjukkan adanya tanda-tanda keganasan atau ditemukan sel kanker yang bergerak jauh dari lokasi awalnya di usus.

Ketika Anda hidup dengan kanker sebelum menjalani pengobatan, sel-sel kanker yang berdiam dalam diri Anda bisa saja diangkut dalam aliran darah atau sistem limfatik (kelenjar getah bening) dan bisa tumbuh menjadi kanker sekunder suatu saat di masa depan. Itu sebabnya, sebagai upaya pencegahan, dokter akan menganjurkan untuk melakukan kemoterapi pasca-operasi untuk mengurangi kemungkinan kembalinya atau penyebaran kanker. Prosedur kemoterapi ini biasanya akan dimulai setelah Anda pulih dari operasi, kurang lebih dalam delapan minggu.

Bagaimana tentang perawatan tindak lanjutnya?

Sekalipun pengobatan Anda telah tuntas dan mungkin tubuh Anda sudah bersih dari sel kanker, dan dinyatakan sembuh dari kanker, pemeriksaan dengan dokter tetap perlu dilakukan secara rutin selama beberapa waktu. Biasanya, dokter mungkin akan menanyakan kondisi kesehatan atau masalah yang mungkin Anda miliki. Dokter juga mungkin akan menjalankan pemeriksaan laboratorium, rontgen, atau mungkin scan untuk memeriksa tanda-tanda kanker atau efek samping pengobatan.

Beberapa efek samping akibat pengobatan kanker bisa terjadi selama beberapa hari hingga beberapa bulan, namun ada pula yang berlangsung seumur hidup Anda. Itu sebabnya penting untuk mempertimbangkan memiliki asuransi kesehatan karena Anda membutuhkan biaya yang besar untuk setiap pemeriksaan rutin. 

Saat kanker usus besar berhasil diangkat, sel kanker bisa saja kembali. Hal inilah yang selalu dikhawatirkan oleh orang yang pernah hidup dengan kanker. Itu sebabnya menjalankan kontrol rutin sesuai anjuran dokter sangat penting untuk memantau kondisi kesehatan AndaAnda jalankan setelah tuntas menjalani pengobatan kanker.

Dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan fisik setiap tiga sampai enam bulan sekali pada dua tahun pertama pasca-pengobatan kanker usai dijalani untuk memastikan bahwa Anda benar-benar sembuh dari kanker. Setelahnya, frekuensi pemeriksaan mungkin bisa menjadi lebih lama apabila pengobatan kanker yang dijalani menunjukkan hasil yang positif.

Berbagai tes mungkin akan dilakukan pada masa 3-6 bulan pertama pasca-pengobatan untuk melihat perkembangan kanker usus besar yang Anda jalani. Anda harus memiliki jadwal perawatan tindak lanjut setiap tahunnya. Ini membantu mengendalikan pemulihan Anda dengan lebih mudah dan jelas.

3 kunci penting hidup sebagai survivor kanker usus besar

Meski telah sembuh, bukan berarti Anda bisa mengabaikan perencanaan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Sekalipun tak ada yang mau hal ini terjadi, kanker bisa tetap kembali sekalipun sudah dinyatakan sembuh dari kanker. Untuk itu, agar pengobatan dan kesembuhan yang didapat bisa bertahan, secara umum, ada 3 hal kunci yang menjadi dasar Anda melakukan perawatan lanjutan bagi kanker usus besar yang pernah Anda alami, yaitu:

  • Tujuan utama perawatan lanjutan kanker usus besar yang Anda jalani adalah untuk deteksi dini, sebagai upaya pencegahan kembalinya kanker yang telah dinyatakan hilang usai pengobatan.
  • Perawatan lanjutan kanker usus besar (kolorektal) terdiri atas pemeriksaan fisik reguler, carcinoembryonic antigen test, computed tomography scan (CT Scan), dan kolonoskopi atau rektosigmoidoskopi.
  • Untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai risiko Anda mengalami kekambuhan kanker dan rencana perawatan lanjutan bagi Anda.

Meski pemulihan dan perawatan kesehatan setelah pengobatan kanker usus besar tidaklah begitu sulit, Anda tetap membutuhkan opini dari dokter untuk menilainya. Selalu berikan perkembangan terbaru mengenai kondisi kesehatan Anda dan perbanyaklah informasi untuk mengatasi hal buruk yang terjadi pada kesehatan Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

http://www.cancer.net/research-and-advocacy/asco-care-and-treatment-recommendations-patients/follow-care-colorectal-cancer

http://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/type/bowel-cancer/treatment/chemotherapy/chemotherapy-after-surgery-for-bowel-cancer

http://www.cancerresearchuk.org/about-cancer/type/bowel-cancer/treatment/surgery/after-your-operation-for-bowel-cancer

http://www.journeyforward.org/document/what-happens-after-treatment-colorectal-cancer

Yang juga perlu Anda baca

Bolehkah Kita Donor Darah Saat Puasa? Apa Saja Risikonya?

Donor darah sebaiknya dilakukan teratur. Tapi bagaimana jika jadwal donor darah Anda selanjutnya jatuh di bulan Ramadan? Bolehkah donor darah saat puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Hari Raya, Ramadan 02/05/2020

4 Penyebab Sakit Kepala Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Sakit kepala saat puasa tentu sangat mengganggu. Nah, kira-kira apa penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya? Ini dia jawabannya!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hari Raya, Ramadan 27/04/2020

7 Cara Cepat Menghilangkan Bau Mulut Saat Puasa

Bau mulut adalah masalah yang umum terjadi selama puasa. Tenang saja, Anda bisa menghilangkan bau mulut saat puasa dengan cara alami berikut ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Hari Raya, Ramadan 24/04/2020

Menyiasati Jadwal Minum Obat saat Puasa Ramadan

Puasa di bulan Ramadan wajib bagi umat muslim. Keharusan minum obat secara rutin bisa disiasati agar tetap bisa menjalankan puasa dengan tenang.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Hari Raya, Ramadan 19/04/2020

Direkomendasikan untuk Anda

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

4 Resep Membuat Bakwan di Rumah yang Enak Tapi Sehat

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 28/05/2020
Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Kenapa Saya Sakit Perut Setelah Buka Puasa?

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

4 Tips Mencegah Maag Kambuh Saat Puasa

Ditinjau secara medis oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/05/2020
5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

5 Tips Lancar Puasa Bagi Anda yang Punya Tekanan Darah Tinggi

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 04/05/2020